Ratusan Massa GEPAK–FAGAS Siap Geruduk Gerindra dan Gubernur Lampung, Soroti Penunjukan Dirut RSUDAM

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Ratusan massa dari Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (GEPAK) Lampung bersama Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS) Lampung siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kota Bandar Lampung, Senin (22/9/2025).

Aksi ini dipusatkan di Kantor DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung dan Kantor Gubernur Lampung.

Menurut surat pemberitahuan aksi bernomor 087/AKSI/KOALISI/GEPAK-FAGAS/LAMPUNG/XI/2025, jumlah peserta diperkirakan mencapai 350 orang, dengan titik kumpul di kompleks Gubernuran Bandar Lampung.

Ketua Umum GEPAK Lampung, Wahyudi, menegaskan bahwa aksi yang akan digelar merupakan buntut dari penunjukan Dr. Imam Ghozali sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Penunjukan tersebut, kata dia, ditengarai sarat dengan praktik nepotisme.

“Ratusan massa siap menggeruduk Sekretariat Gerindra Lampung terkait penetapan Dr. Imam sebagai Direktur RSUDAM, yang ditengarai kental dengan praktik nepotisme,” tegas Wahyudi dalam keterangan persnya, Sabtu (20/9/2025).

Ia menyebut tuduhan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, publik sudah mengenal sosok Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI dari Partai Gerindra, yang memiliki hubungan kekerabatan sangat dekat dengan Dr. Imam.

Wahyudi menilai Dr. Imam belum layak menduduki jabatan strategis tersebut.

“Karena sebelum dan sesudah beliau menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Abdul Moeloek, ternyata banyak sekali gejolak pelayanan yang kurang humanis,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Bupati Lampung Timur, Dawam Raharjo Buru-Buru Kembalikan Kerugian Negara Terkait PT. Lampung Energi Berjaya.. Apa Maksudnya..

Ia menambahkan, masih banyak persoalan lain yang membelit RSUDAM. Mulai dari persoalan dokter yang bermasalah, carut-marut pungutan liar, hingga karyawan outsourcing yang tidak terlindungi oleh jaminan tenaga kerja.

“Dan masih banyak lagi persoalan-persoalan yang membelit Rumah Sakit Abdul Moeloek,” ujarnya.

Menurut Wahyudi, bukannya menyelesaikan persoalan, Dr. Imam justru sibuk dengan klarifikasi dan gaya kepemimpinannya sendiri.

“Sementara itu Dr. Imam selaku Direktur RSUDAM justru sibuk dengan klarifikasi, seakan-akan menutupi semua persoalan yang ada,” kata dia.

Ia bahkan menyebut Dr. Imam kian percaya diri karena merasa memiliki perlindungan politik.

“Bahkan yang lebih buruk lagi, Dr. Imam sibuk dengan gayanya sendiri, karena dia merasa terlindungi oleh orang kuat dari Partai Gerindra, Dasko,” ujarnya.

*Kritik yang Tak Digubris*

Wahyudi menjelaskan bahwa aksi demonstrasi yang digelar pihaknya merupakan jalan terakhir setelah berbagai upaya komunikasi tidak mendapat tanggapan dari manajemen RSUDAM.

“Kami dari Lembaga GEPAK dan FAGAS Lampung sudah melakukan kritik terkait semua keluhan yang terjadi di Rumah Sakit Abdul Moeloek,” ungkapnya.

Namun, menurut dia, kritik yang disampaikan itu tidak pernah ditanggapi serius. Pihak rumah sakit justru memilih bersikap defensif.

Baca Juga :  PIDSUS KEJATI LAMPUNG LAKUKAN PENYIDIKAN DUGAAN TIPIKOR KEGIATAN PEMBANGUNAN JALAN TOL TERBANGGI BESAR - PEMATANG PANGGANG – KAYU AGUNG (STA 100+200 S/D STA 112+200) PROVINSI LAMPUNG TAHUN ANGGARAN 2017-2019

“Namun upaya tersebut tidak digubris pihak rumah sakit, mereka justru sibuk klarifikasi dan cuci tangan. Hanya itu yang bisa dilakukan,” kata Wahyudi.

Ia menilai, sikap tersebut hanya menunjukkan bahwa pimpinan rumah sakit tidak mau mengambil tanggung jawab.

“Sehingga kami menganggap upaya tersebut sia-sia dan tidak ditanggapi oleh beliau selaku pemegang kendali Rumah Sakit Abdul Moeloek,” lanjutnya.

Lebih jauh, Wahyudi menegaskan bahwa dugaan nepotisme dalam penunjukan Direktur RSUDAM sudah sangat jelas dan tidak bisa dipungkiri.

“Itulah yang mendasari keyakinan kami bahwa memang penunjukan Direktur Rumah Sakit Abdul Moeloek syarat dengan nepotisme,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Front Aksi Anti Gratifikasi (FAGAS) Fadli Khoms, penunjukan Imam Ghozali dianggap tidak memperhatikan kompetensi dan prestasi sehingga kami  menilai bahwa Imam Ghozali tidak layak memimpin RSUDAM dan tidak mampu memaksimalkan pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung, mengingat kompleksitas permasalahan yang terjadi belakangan ini, sesungguhnya tidak pernah terselesaikan, bahkan Imam Ghozali sampai saat ini tidak ada terobosan yang berarti.

“Kami sangat miris melihat keadaan RSUDAM, Jangan hanya karena kedekatan kerabat pejabat elit, sehingga orang yang dianggap tidak layak bisa mendapatkan previlage untuk menduduki jabatan strategis di Provinsi Lampung” tutup Fadli.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Tragedi di Jabung: Ketika Penegakan Hukum Menuai Pertanyaan dan Air Mata
Mirza: Masa Depan Lampung Ditentukan di Ruang Kelas, Thomas Americo Siapkan Lompatan Besar Pendidikan
Polresta Bilang Masih Dalam Proses, Tersangka Pulang dan Barang Bukti Cuma Satu Mobil
Polresta Bandar Lampung Bungkam, Barang Bukti dan Tersangka Hilang..
H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum PAOI, Siap Satukan Perantau Ogan hingga Tingkat Nasional
Menakar Keadilan di Polda Lampung: Mengapa Sanksi Etik Saja Tidak Cukup bagi Oknum Polisi Penganiaya (Telaah Kasus Laporan Iptu Dedi Karmiadi Kanitbinmas Polsek Tanjungkarang Barat)
Carut Marut PB FORKI, Konflik Logo LEMKARI Diduga Rugikan Atlet Karate
KORMI Lampung Gelar Raker dan Luncurkan Maskot FORPROV I 2026
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:30 WIB

Tragedi di Jabung: Ketika Penegakan Hukum Menuai Pertanyaan dan Air Mata

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:57 WIB

Mirza: Masa Depan Lampung Ditentukan di Ruang Kelas, Thomas Americo Siapkan Lompatan Besar Pendidikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:01 WIB

Polresta Bilang Masih Dalam Proses, Tersangka Pulang dan Barang Bukti Cuma Satu Mobil

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:50 WIB

Polresta Bandar Lampung Bungkam, Barang Bukti dan Tersangka Hilang..

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:15 WIB

H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum PAOI, Siap Satukan Perantau Ogan hingga Tingkat Nasional

Berita Terbaru