Dorong Reformasi Perdagangan Nasional, FIM Sebut Harvick Hasnul Qolbi Layak Jadi Penggerak Baru

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Jakarta – Muhammad Sutisna, Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) sekaligus pengamat kebijakan publik, secara konsisten mendorong perbaikan tata kelola perdagangan nasional.

Sutisna menilai tantangan ekonomi global dan domestik menuntut adanya reformasi kebijakan dagang yang lebih adaptif, protektif terhadap industri lokal, dan berorientasi pada kedaulatan ekonomi.

Sutisna menekankan perlu adanya evaluasi tajam terhadap kinerja tata kelola perdagangan domestik dengan cara membangun mitigasi kebijakan yang tangguh dan responsif agar mesin ekonomi Indonesia mampu bergerak secepat pemulihan ekonomi dunia.

Oleh karena itu, untuk melakukan perubahan itu dibutuhkan figur potensial, kredibel dan kaya pengalaman untuk memimpin sektor perdagangan. Dan tentunya harus memiliki rekam jejak yang kuat dalam menggerakkan sektor riil.

Baca Juga :  Bangun SMSI Pesisir Barat, Dewan Pengurus SMSI Provinsi Lampung Tunjuk Yosan Perdana

“Kalo kami ditanya siapa sosok yang mampu merubah wajah perdagangan dan figur strategis di sektor tersebut, tentu yang memiliki pengalaman, Harvick Hasnul Qolbi. Pengalamannya saat menjadi Wakil Menteri Pertanian hingga PLT menteri Pertanian di era kabinet lalu, berhasil meningkatkan produktivitas UMKM berbasis komoditas pertanian sebesar 15 persen di Jawa Timur,” ungkap Sutisna di Jakarta, Selasa (27/7/2026).

Selain itu, lanjutnya, dia memiliki modal dan landasan sosial-keagamaan yang kuat melalui keterlibatannya di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU),Bendahara PBNU, dan ICMI untuk menjembatani kepentingan domestik dan global.

Baca Juga :  KAJATI LANTIK ESELON III, AJAK TEGAKKAN HUKUM HUMANIS DAN PROPORSIONAL SESUAI HATI NURANI DAN RASA KEADILAN

“Harvick juga dinilai mampu menjadi pemecah kebuntuan di tengah gejolak perang tarif internasional yang kerap menekan harga komoditas utama Indonesia,” sebutnya.

Di samping itu, ia juga memiliki potensi besar untuk memperbaiki kebijakan ekspor impor dengan pendekatan yang lebih protektif demi melindungi industri lokal.

“Karena pada saat yang sama, kebijakan perdagangan harus diarahkan untuk mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi guna menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional. Jadi Harvick memang pilihan yang tepat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo khususnya dalam dunia perdagangan,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

KPK Respons Laporan Dugaan Permainan Proyek BMBK Lampung, GERMAK: Kami Kawal Hingga Tuntas
Prosedur Dipertanyakan, Pemanggilan via WhatsApp oleh Kejari Way Kanan Picu Keresahan
374 Siswa SMA YP Unila Lolos ke Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri
PN Tipikor Tanjungkarang Vonis Bebas Ketua Bawaslu Mesuji Deden Cahyono
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Nama Dirut PLN Terseret dalam Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun
Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional
Alzier Mengutuk Keras Dugaan Kelalaian Kematian Gajah Indra, Minta Way Kambas Dievaluasi Total
Kelangkaan BBM Sengsarakan Masyarakat di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:46 WIB

Dorong Reformasi Perdagangan Nasional, FIM Sebut Harvick Hasnul Qolbi Layak Jadi Penggerak Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:49 WIB

KPK Respons Laporan Dugaan Permainan Proyek BMBK Lampung, GERMAK: Kami Kawal Hingga Tuntas

Senin, 20 Juli 2026 - 15:49 WIB

Prosedur Dipertanyakan, Pemanggilan via WhatsApp oleh Kejari Way Kanan Picu Keresahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:48 WIB

374 Siswa SMA YP Unila Lolos ke Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:01 WIB

PN Tipikor Tanjungkarang Vonis Bebas Ketua Bawaslu Mesuji Deden Cahyono

Berita Terbaru