Ketua GEPAK Desak Kejari Pringsewu Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi LPTQ

- Jurnalis

Jumat, 21 Juni 2024 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pringsewu, atmosfernews.id
Ketua Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (GEPAK), Wahyudi, menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya proses penyelidikan dugaan korupsi di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pringsewu.

Wahyudi mengungkapkan bahwa laporan yang diajukan pada Jumat, tanggal 3 November 2023. hingga kini,(Kamis, 20/6/2024), belum menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam pemanggilan saksi utama, yakni Sekda Heri Iswahyudi, yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ .

“Kami merasa sangat kecewa dengan kinerja Kejaksaan Negeri Pringsewu, khususnya Heru Kasi Pidsus yang kami nilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya,” tegas Wahyudi. Ia menambahkan bahwa hampir 11 bulan berlalu sejak laporan pertama kali diajukan, namun proses penyelidikan masih belum jelas arah dan tindak lanjutnya.

Dalam laporan resmi yang diajukan kepada Kejaksaan Negeri Pringsewu, LSM GEPAK menyoroti dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah oleh LPTQ Pringsewu. Wahyudi mengungkapkan kekhawatirannya atas potensi penyalahgunaan anggaran dalam kegiatan LPTQ tahun 2022, serta dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian dana bantuan pemerintah daerah.

“Dana hibah seringkali menjadi target penyalahgunaan dan bisa digunakan sebagai modus tindak pidana korupsi,” ujar Wahyudi. Ia menjelaskan bahwa dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah dalam beberapa kegiatan LPTQ tahun 2022 melibatkan total anggaran mencapai Rp3.285.000.000. GEPAK mencurigai bahwa alokasi anggaran untuk beberapa kegiatan mungkin tidak sesuai dengan peruntukannya.

Baca Juga :  China's Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Beberapa modus yang diduga digunakan termasuk pemotongan anggaran, penggelembungan harga, penyalahgunaan anggaran, dan rekayasa Laporan Pertanggungjawaban (LPj). Wahyudi mendesak Kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait hal ini.

“Kami berharap kepada Kajari yang baru untuk dapat melanjutkan laporan kami dan segera memanggil saksi Ketua LPTQ Heri Iswahyudi,” tambahnya.

Dalam upayanya membantu proses hukum, LSM GEPAK telah melampirkan sejumlah data pendukung, termasuk rincian penggunaan dana hibah LPTQ, untuk membantu Kejaksaan dalam mengambil langkah-langkah yang sesuai. Wahyudi menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah, terutama mengingat besarnya dana yang dikelola oleh LPTQ.

“Kami mendesak Kejaksaan untuk bertindak cepat dan tegas dalam menangani kasus ini,” kata Wahyudi. Ia juga berharap bahwa dengan adanya Kajari yang baru, proses penyelidikan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. “Kami hanya menginginkan keadilan dan transparansi dalam penggunaan dana publik,” ujarnya

Baca Juga :  H. Cahya Gandara Hibahkan Dua Masjid atas Nama H. Nuryadin, Syiar Islam Diperkuat di Pangandaran

Wahyudi menambahkan, “Negara sudah menyediakan anggaran besar untuk penyelidikan sebuah perkara. Masa selama ini untuk meminta keterangan saksi saja tidak ada perkembangan. Ini aneh kan? Kalau seperti ini pola kerjanya, jujur saya menolak atas nama masyarakat Lampung dan juga sebagai lembaga yang konsen di dunia pemberantasan korupsi menolak keras yang bersangkutan masih tetap menjadi pejabat di lingkungan Kejati Lampung. Ngapain lama-lama di Lampung? Lampung butuh pejabat yang tegas, cerdas, dan tangkas dalam memproses perkara hukum.”

Wahyudi menutup dengan harapan bahwa dengan kepemimpinan baru di Kejaksaan Negeri Pringsewu, penyelidikan kasus dugaan korupsi di LPTQ dapat segera diselesaikan dengan transparan dan akuntabel. “Kita semua menginginkan keadilan dan penggunaan dana publik yang sesuai dengan peruntukannya,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

Dubes Rusia Pastikan Hadiri HUT ke-19 PPWI di Lampung, Ingin Bertemu Gubernur dan Kunjungi UIN
IPM Lampung Naik Jadi 74,74 pada 2026, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Penopang
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Pemprov Lampung Tegaskan Penegakan Hukum Lingkungan Tak Ganggu Iklim Investasi
Perkuat Layanan Kanker, RSUDAM Libatkan BAPETEN Evaluasi Pembangunan Fasilitas
Aset Rp1,7 Miliar Diduga Jadi Objek Sewaan, IWO Pertanyakan Pengawasan Dinas Pertanian Lampung Timur 2026
Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor
Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Perkuat Kebersihan 35 Rest Area di Sumatera
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:51 WIB

Dubes Rusia Pastikan Hadiri HUT ke-19 PPWI di Lampung, Ingin Bertemu Gubernur dan Kunjungi UIN

Kamis, 5 November 2026 - 14:54 WIB

IPM Lampung Naik Jadi 74,74 pada 2026, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Penopang

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan Penegakan Hukum Lingkungan Tak Ganggu Iklim Investasi

Selasa, 3 November 2026 - 21:35 WIB

Perkuat Layanan Kanker, RSUDAM Libatkan BAPETEN Evaluasi Pembangunan Fasilitas

Berita Terbaru