Tindakan Kekerasan Terhadap Santri Diduga Pelakunya Senior Santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin Lamsel

- Jurnalis

Minggu, 30 Juni 2024 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Lampung Selatan, Atmosfirnews.id
Terjadinya Tindak Pidana Kekerasan terhadap seorang Santri diduga pelakunya Santri Senior di lingkungan dalam Pesantren Hidayatul Mubtadiin Desa Sidoharjo,Kecamatan Jati agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Sering kita dengar di pemberitaan Online dan Koran-koran, adanya tindakan Kekerasan antara sesama santri, itu sudah sering terjadi, salah satunya santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan, dengan adanya kejadian tindakan kekerasan terhadap salah satu santri, pada hari Rabu (26/06/2024).

Santri yang menjadi korban penganiayaan berinisial ASH (16 Th), yaitu salah satu santri Ponpes di Hidayatul Mubtadiin, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menjadi titik permasalahannya korban penganiayaan yang dilakukan oleh santri senior di dalam ponpes Hidayatul Mubtadiin.

Keluarga korban (Kakak Korban ASH), langsung melaporkan ke Polsek Jati Agung dan langsung diterima oleh APH dengan bukti-bukti yang ada pada pihak keluarga korban berupa foto-foto korban, pelakunya seorang santri yang diduga telah menganiaya ASH.

Menurut keterangan dari AS, selaku kakak korban ,”Adik saya mengalami luka-luka akibat ditarik dari atas lemari oleh pelaku, kepalanya pusing, leher belakang sakit, mata kiri sakit (luka memar), sesak napas. hingga kejadian itu sekarang adik saya mengalami trauma,”ungkap AS, Kakak korban.

Baca Juga :  Kapolda Lampung Cup3 Lomba Burung Berkicau HUT Bhayangkara 78, Kapolda Tekankan Konservasi

Keluarga korban baru mengetahui kejadian yang terjadi di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin itu ternyata anaknya. “Kejadian/peristiwa penganiayaan terhadap anak saya itu waktu acara wisuda. Saat kami datang dan melihat wajah anak saya sudah ada luka lebam di dekat mata,” ujarnya saat dikonfirmasi dari Awak media.

Dalam laporannya ke polisi, dugaan penganiayaan terhadap ASH bermula ketika korban sedang tidur diatas lemari dikamarnya, lalu pelaku masuk kekamar korban untuk mencari celana hitam dasar miliknya yang akan digunakan untuk acara wisuda kelulusan kelas.

Pada saat itulah tiba tiba terduga pelaku Satrio langsung menarik tangan korban yang menyebabkan terjatuh dari atas lemari dan jatuh ke lantai mengakibatkan mata kiri korban sakit (luka memar), sesak napas, sakit di bagian kepala (pusing), leher belakang sakit.

“Kemudian setelah korban sadar, pelaku bilang maaf dan langsung pergi,” kata AS.

Akibat benturan keras di lantai itu, korban kejang – kejang dan sempat tidak sadarkan diri, hingga akhirnya korban terbangun dalam kondisi mata sudah memar dan merasakan sesak nafas dan sakit di bagian kepala.

Baca Juga :  Jalan Sehat HUT 342 Bandar Lampung Buktikan Bunda Eva Masih Dicintai Masyarakat

Diketahui bahwa orangtua/keluarga korban sudah melaporkan ke pihak berwajib saat mengetahui kejadian tersebut. Dan pihak pondok meminta mediasi diesok harinya dengan mendatangkan wali dari pelaku dikarenakan orang tua pelaku berada ditempat yang jauh.

Namun, saat mediasi akan dilakukan pada pukul 10 pagi dikeesokan harinya, pihak pondok mengatakan bahwa pelaku sudah kabur dari pondok. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk tidak bertanggung-jawabnya pihak pondok dalam menjaga santri yang bermasalah.

Dalam hal kejadian ini jelas terlihat bahwa pihak pondok sudah lalai dalam menjaga santri-santrinya. Bisa terjadi seperti ini di karenakan tidak adanya pengawasan terhadap santri-santri, apalagi kejadian ini di dalam ruangan pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin.

Pihak pondok seharusnya bertanggung-jawab terhadap santrinya dan segera di selesaikan dengan cepat jangan dibiarkan berlaru-larut karena kejadian seperti ini dapat saja terjadi dengan santri-santri yang lain.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

Hutama Karya Paparkan Trase Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Minta Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas
Setahun Kasus Tabrakan Kapal Tewaskan Dua Orang Tak Tuntas, Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Kinerja Polres Muna
Tak Sekadar Berbisnis, Dua Pengusaha Kompak Bangun Masjid dan Tebar Kepedulian di Pangandaran
Nuryadin dan Cahya Gandara Resmikan Masjid di Pangandaran, Salurkan 1.000 Paket Sembako
HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra
201 Calon Jemaah Haji Way Kanan Mulai Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Tahapan Menuju Tanah Suci 2027 Dimulai
Solar Langka Berlarut-larut di Sumut, Ada Apa dengan Distribusi Pertamina?
Ketua PMI Way Kanan Ajak PMR Makan Bersama, Dorong Generasi Muda Aktif dan Berprestasi
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Hutama Karya Paparkan Trase Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Minta Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Setahun Kasus Tabrakan Kapal Tewaskan Dua Orang Tak Tuntas, Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Kinerja Polres Muna

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Tak Sekadar Berbisnis, Dua Pengusaha Kompak Bangun Masjid dan Tebar Kepedulian di Pangandaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Nuryadin dan Cahya Gandara Resmikan Masjid di Pangandaran, Salurkan 1.000 Paket Sembako

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:11 WIB

HKA Siagakan 25 Personel Antisipasi Karhutla di Tol Palindra

Berita Terbaru