Misteri Kematian Akim: Sebelum Olah TKP, Ada Perintah Pimpinan PT Get Map Bersihkan Lokasi

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Misteri kematian almarhum Anwar Hakim alias Akim semakin hari kian mengarah pada dugaan keterlibatan pihak PT Get Map.

Sejumlah kerabat korban mengungkap bukti-bukti baru yang memperkuat kecurigaan adanya pembunuhan, bahkan sebelum polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Semakin ke sini semakin jelas bahwa ada keterlibatan PT Get Map terkait meninggalnya Anwar Hakim,” kata S, kerabat korban, di Bandar Lampung, Kamis (21/8/2025).

Menurut S, ada indikasi kuat bahwa pimpinan PT Get Map sengaja memberi instruksi untuk membersihkan rumah almarhum sebelum polisi melakukan penyelidikan.

“Sebelum TKP diambil sidik oleh polisi, sebelum kita ke TKP ulang, Fajrin selalu sudah perintahkan bersihkan TKP. Ini WA dari perintah Pak Fajrin, kepala kantor,” ungkap S.

Ia menegaskan, langkah itu membuat polisi kehilangan jejak penting.

“Hasil otopsi itu urusan polisi. Namun jika untuk dimintai keterangan, kenapa baru sekarang? TKP sudah dibersihkan baru di ambil bukti sidiknya,” tegas S.

Baca Juga :  Ops Patuh Krakatau 2025: Satlantas Polresta Bandar Lampung Polda Lampung Catat Hampir 8 Ribu Pelanggaran

Bukti Percakapan WhatsApp

Selain keterangan tersebut, bukti berupa percakapan WhatsApp juga diperlihatkan S. Dalam pesan itu, seorang rekan kerja almarhum yang bernama Ricky menghubungi Arif terkait barang-barang peninggalan Akim.

“Assalamualaikum pagi Mas Arif, saya Ricky teman kantor almarhum Pak Hakim. Mas Amit, kantor kan sudah dibersihkan, jadi mau tanya untuk barang-barang almarhum mau diapain ya, Mas? Kalau emang mau dibawa, monggo, nggak apa-apa, silakan kalau mau hari ini dibawa. WA saya aja biar nanti saya temenin,” demikian isi percakapan yang ditunjukkan S.

Kerabat korban itu kembali menegaskan bahwa pembersihan TKP ini bukan kebetulan.

“Sebelum kita ke TKP ulang, Pak Fajrin sudah perintahkan bersihkan TKP,” kata S menambahkan.

Polisi Baru Bergerak Setelah Lokasi Bersih

Kejanggalan ini makin diperkuat oleh pengakuan S soal komunikasi dengan aparat kepolisian.

Baca Juga :  Kriminalisasi Oknum Pejabat Dinsos Balam Buat Laporan UU ITE Terkait Karya Jurnalistik di Polresta Balam

Ia mengaku pernah berbicara langsung dengan Kanit Polsek Natar bernama Anies mengenai pembersihan TKP yang dilakukan lebih dulu oleh pihak perusahaan.

“Ini pembicaraan aku dengan Kanit Anies,” ujar S, tanpa merinci isi percakapan lebih jauh.

Menurutnya, fakta bahwa polisi baru turun setelah lokasi sudah dirapikan membuat kecurigaan publik semakin kuat.

“Bagaimana polisi bisa mengambil sidik jari atau bukti lain kalau TKP sudah dibersihkan duluan oleh orang perusahaan?” tegas S.

Desakan Ungkap Tuntas

Dengan bukti-bukti baru ini, S menegaskan, keluarga dan kerabat almarhum mendesak pihak kepolisian untuk tidak lagi menunda penyelidikan.

Mereka menilai adanya instruksi pembersihan TKP sebelum olah tempat perkara menjadi indikasi serius adanya upaya menghilangkan jejak.

“Kasus ini bukan sekadar kematian biasa. Ada perintah dari atasan perusahaan, ada pembersihan TKP, dan polisi baru bergerak setelah itu. Semua ini harus diungkap siapa dalangnya,” pungkas S.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim
Di Tengah Krisis BBM, Dugaan “Mafia Solar” Kembali Beraksi di SPBU Langkapura
Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.
Jejak Karier dari Lampung, Medyanta Raih Pangkat Brigjen di Polda Sulut
Gudang BBM Terbakar, Diduga Melibatkan Oknum Brimob, Provam Polda Lampung Bertindak
Viral Curanmor, AKP Ivan Tegaskan Penyelidikan Intensif oleh Tekab 308 Polres Lampung Utara.
Kasus Dugaan Pemerasan Oknum LSM Terungkap di Sidang, Saksi: Terdakwa Tak Pernah Minta Uang
Apresiasi Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Rahmad Roni Minta Nasib Buruh Dipertimbangkan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 18:50 WIB

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim

Rabu, 1 April 2026 - 15:05 WIB

Di Tengah Krisis BBM, Dugaan “Mafia Solar” Kembali Beraksi di SPBU Langkapura

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:05 WIB

Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Senin, 23 Maret 2026 - 22:05 WIB

Jejak Karier dari Lampung, Medyanta Raih Pangkat Brigjen di Polda Sulut

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:13 WIB

Gudang BBM Terbakar, Diduga Melibatkan Oknum Brimob, Provam Polda Lampung Bertindak

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Wow…Polda Lampung Amankan 15,7 kg Sabu di Bakauheni

Sabtu, 11 Apr 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:50 WIB

Bandar Lampung

Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Selasa, 31 Mar 2026 - 14:05 WIB