Heboh Penghapusan Uang Komite Bisa Turunkan Inflasi Lampung, Ini Respons Kadis Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

“Semula kami hanya ingin meringankan beban orang tua siswa. Tidak terpikir bakal bisa menekan laju inflasi. Pak Gubernur rupanya sudah menghitung semua,” kata Thomas Amirico, Kepala Dinas Pendidikan Lampung, sambil tersenyum.

Itulah komentar singkat Thom, setelah ramainya pemberitaan di Lampung tentang terjadinya deflasi pada kelompok pendidikan hingga mengerem laju inflasi Lampung.

Kata-kata Thom itu bukan sekadar retorika. Pada Agustus 2025, Lampung mencatat deflasi bulanan sebesar 1,47 persen, salah satu yang terdalam dalam beberapa tahun terakhir.

Menariknya, penyumbang terbesar bukan dari sektor pangan atau energi, melainkan dari kebijakan yang tampak sederhana, yakni penghapusan uang komite sekolah negeri.

Selama bertahun-tahun, uang komite, SPP bulanan, hingga pungutan buku dan kegiatan ekstrakurikuler menjadi beban rutin keluarga. Bagi banyak orang tua berpenghasilan pas-pasan itu berat sekali karena jumlahnya bisa menembus jutaan rupiah.

Beban itu sangat menjengkelkan, bikin stres, karena oleh sekolah selalu dikaitkan dengan tindakan tidak memberikan rapor atau “menyandera” ijazah siswa yang menunggak.

Baca Juga :  Hormati Ayah; Gepak Minta Mirza Hati-Hati Soal Faisol Djausal Pimpin KONI Lampung

Untuk menebus rapor atau ijazah, orang tua yang tidak mampu kerap berhutang. Setelah itu mati-matian mengencangkan ikat pinggang. Pengaruhnya terlihat di meja meja makan dan pengetatan uang jajan anak dan belanja dapur ibu.

“Dulu setiap bulan orang tua saya harus pinjam sana-sini biar bisa bayar komite,” kenang Siska, siswi kelas XII di Bandar Lampung. “Sekarang lega, nggak ada lagi beban itu.”

Harus diakui, tahun ajaran 2025/2026 telah membawa perubahan besar. Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah pusat resmi menghapus semua pungutan di SMA, SMK, dan SLB negeri. Beban yang dulu dipikul orang tua kini berpindah ke APBN dan APBD.

Pemerintah provinsi menambah alokasi Rp500–600 ribu per siswa, sementara dana BOS dari pusat menjadi motor utama operasional sekolah.

Hasilnya terasa nyata di rumah tangga. Orang tua bisa mengalihkan uang SPP untuk kebutuhan lain, konsumsi meningkat, dan tekanan inflasi berkurang.

Baca Juga :  Dinas PU Kota Bandar Lampung Salurkan Bantuan Sarana Air Bersih, Warga Tanjung Gading Ucap Syukur

Thom berharap efek penghapusan uang komite bisa menjadi penyemangat anak-anak untuk belajar lebih lebih giat. Ia juga bersyukur kini orang tua bisa lebih tenang. Dan kami di dinas dan guru di sekolah bisa fokus mendampingi mereka,” kata Thom, Kamis, 4 September 2025.

Keajaiban dari Langkah Sederhana

Efek penghapusan uang komite terasa nyata. Datang tiba-tiba tanpa dan tidak disangka-sangka. Dapat dikatakan sebagai keajabaian dari langkah sederhana yang mengubah struktur keuangan rumah tangga. Siapa sangka, keputusan sederhana meniadakan pungutan sekolah bisa menjadi salah satu kunci kesejahteraan masyarakat Lampung.

Namun dibalik itu semua, sesungguhnya ada pula ancaman nyata. Pengalihan pembebanan dari dompet orang tua ke pemerintah (APBD) berpotensi menambah beban keuangan daerah yang sampai hari ini masih berjuang membebaskan diri dari defisit berkepanjangan.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Gepak Lampung Desak APH Bertindak, Dugaan Pungutan Rp30 Juta di BKPSDM Harus Diusut
Kepala BKPSDM Bandar Lampung Bungkam Terkait Dugaan Pungutan Tenaga Kontrak Rp30 Juta, Oknum Kabid Disebut Terlibat
Lomba Tandu Darurat PMR se-Lampung Dibuka, PMI Way Kanan Siap Tampilkan Kemampuan Terbaik
Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu
Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan
Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita
Antara Ambisi dan Kesiapan, Menyoal Pencalonan Dr. Budiyono di Bursa Rektor Unila
Dituding Gelapkan Mobil Rental, Yunika Bantah dan Klaim Kendaraan Telah Diserahkan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:44 WIB

Gepak Lampung Desak APH Bertindak, Dugaan Pungutan Rp30 Juta di BKPSDM Harus Diusut

Selasa, 22 September 2026 - 15:26 WIB

Kepala BKPSDM Bandar Lampung Bungkam Terkait Dugaan Pungutan Tenaga Kontrak Rp30 Juta, Oknum Kabid Disebut Terlibat

Senin, 21 September 2026 - 21:57 WIB

Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu

Senin, 21 September 2026 - 18:37 WIB

Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 September 2026 - 17:40 WIB

Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita

Berita Terbaru

Berita Utama

Jelang Kongres di Lampung, Ridho Alamsyah Muncul di Bursa PB HMI

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:18 WIB