
Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Pada hari ini, Minggu 3 Agustus 2025, Pemerintah kota kembali menyelenggarakan acara unik dan spesial yakni “Carnaval Buadaya Tari nigol“ dalam rangka Begawi Kota Bandar Lampung 2025. Sebelumnya penerintah Kota Bandar Lampung juga meraih penghargaan spektakuler dengan skubal, makanan khas Lamoung, terpanjang dan terbesar yang mendapatkan rekor MURI, bahkan rekor dunia.
Acara hari ini diikuti oleh 60 tim dari OPD, BUMD, Forkopimda Keluarahan dan lain-lain. Dengan diiringi musik gamolan Lampung, acara nigol dibuka secara resmi oleh walikota Bandar Lampung, bunda Eva Dwiana. Bunda eva, forkopimda dan levih 10.000 masyarakat menari bersama di Tugu Adipura. Teriring ucapan “Lamun mak gham sapo lagei, tabuh puuuun. Acara adat budaya harus terus kita junjung tinggi”, ujar Bunda Eva pada sambutannya. Seluruh peserta nampak antusias dan bergembira.
Ngigol dalam adat Lampung adalah salah satu prosesi penting dalam upacara adat, khususnya pada upacara perkawinan. Salah satunya pada prosesi penyerahan pengantin pria oleh pihak keluarganya kepada keluarga mempelai wanita. Meski belum sepopuker tari tor-tor, tari nigol sangatlah indah dan mudah diikuti. Bayangkan 10000 peserta nigol bersama dengan pakaian dan ornamen Lanpung yang beraneka ragam. Keren abis deh ! Dua jempol buat bunda dan kepala dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.
Menurut Admi Syarif, pencinta budaya Lamoung, tradisi nigol salah satunya dilakukan saat acara sujud atau mengian manjau,serta acara begawi atau cakak pepadun.
Dalam perspektif adat Lampung — nigol tidak sekadar seremoni simbolik, tetapi mengandung nilai-nilai filosofis, sosial, dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Secara Filosofis Nigol merepresentasikan Kesungguhan dan Tanggung Jawab. Nigol melambangkan kesungguhan pihak pria dalam meminang dan bertanggung jawab terhadap perempuan yang akan dinikahinya. Nigol ini juga dapat menjadi bukti bahwa perkawinan bukan hanya urusan dua individu, tetapi juga hubungan antarkeluarga dan antara marga atau keluarga besar. Proses nigol hari ini jelas menunjukkan bahwa adat dan nilai-nilai lokal tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat Lampung, sebagai bagian dari kehormatan leluhur dan pelestarian identitas budaya, melalui simbol, tari, dan adat istiadat.
Ini semua adalah jelas sebagai ekspresi seni sebagai bentuk penghormatan.
“Semoga nigol dapat menjadi pengikat sosial dan spiritual dalam masyarakat adat Lampung yang tidak lekang oleh waktu. Lampung sangun Bumei Sai Waway“, pungkas Admi.
Penulis : Redaksi



