Proyek Galian PDAM Way Rilau di Pasar Tugu Diduga Asal Jadi, GEPAK Lampung Desak Tindak Tegas Kontraktor Nakal

- Jurnalis

Senin, 13 Januari 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Proyek galian pipa PDAM Way Rilau di Jalan Hayam Wuruk, kawasan Pasar Tugu, menuai sorotan tajam. Berbagai pihak mengecam pengerjaan proyek yang dinilai asal-asalan dan berisiko membahayakan pengendara.

Ketua LSM GEPAK Lampung, Wahyudi, mengkritik keras kondisi bekas galian yang tidak ditutup dengan baik.

Menurutnya, pengerjaan oleh pihak ketiga yang ditunjuk PDAM Way Rilau sangat jauh dari standar.
“Kami mengecam keras hasil pekerjaan ini. Bekas galian dibiarkan berantakan, jalan menjadi berlubang dan tidak rata. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari,” ujar Wahyudi pada Senin, (13/01/2025).

Baca Juga :  Dorong Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Motivasi 543 Guru TU dan Operator PPPK se-Tanggamus

Dimana, hasil pantauan di lokasi menunjukkan bahwa aspal bekas galian hanya ditambal seadanya. Banyak titik yang kembali berlubang akibat kualitas pengerjaan yang buruk.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, khususnya pengendara yang sering melintasi kawasan tersebut.

“Kalau begini terus, jalan jadi makin parah. Apalagi kalau malam, lubang-lubang di jalan ini sulit terlihat dan bisa menyebabkan kecelakaan,” keluh RN, seorang pengendara yang melintas di lokasi.

Oleh karena itu, Wahyudi juga menuding PDAM Way Rilau lalai dalam mengawasi kinerja pihak ketiga. Ia menuntut agar perusahaan tersebut segera memperbaiki kerusakan dengan kualitas pengerjaan yang lebih baik.

Baca Juga :  Polisi di Bandar Lampung Bagi-Bagi Takjil Ke Warga dan Pengguna Jalan

“PDAM Way Rilau harus bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal jalan, tapi soal keselamatan masyarakat. Jangan ada lagi proyek yang asal jadi seperti ini,” tegas Wahyudi.

Selain itu, ia mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk turun tangan menindak tegas pihak ketiga yang tidak kompeten.

“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas. Kami tidak akan tinggal diam. Jangan sampai kasus seperti ini terus berulang,” kata dia.

“Jika tidak segera ditangani, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tapi juga kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

FMPKL Tuntut Pertanggung-jawaban PT SGC Atas Dugaan Kerugian Masyarakat Rp18 Triliun
Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung, Ruang Ekspresi dan Pematangan Karakter Siswa Kelas XII
Mediasi Memanas, Warga Talang Desak Penutupan Arwana Homestay
Diduga Bermasalah, Kadis PKPCK Lampung Bungkam Soal Proyek TPU Pengajaran
ARUN Dukung Langkah Kapolda Lampung Tegakkan HGU 20 Persen
Belanja Bagian Umum Pemkot Bandar Lampung Disorot, Dugaan Anggaran Bermasalah Rp11,5 Miliar Mencuat
Tak Kantongi Izin, Aktivitas Tambang CV Sari Karya di Sukabumi Bandar Lampung Resahkan Warga
Momentum Hari Guru 2025 Jadi Pengingat Pentingnya Meningkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:43 WIB

FMPKL Tuntut Pertanggung-jawaban PT SGC Atas Dugaan Kerugian Masyarakat Rp18 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:35 WIB

Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung, Ruang Ekspresi dan Pematangan Karakter Siswa Kelas XII

Senin, 12 Januari 2026 - 19:18 WIB

Mediasi Memanas, Warga Talang Desak Penutupan Arwana Homestay

Senin, 12 Januari 2026 - 15:49 WIB

Diduga Bermasalah, Kadis PKPCK Lampung Bungkam Soal Proyek TPU Pengajaran

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:42 WIB

ARUN Dukung Langkah Kapolda Lampung Tegakkan HGU 20 Persen

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Mediasi Memanas, Warga Talang Desak Penutupan Arwana Homestay

Senin, 12 Jan 2026 - 19:18 WIB

Bandar Lampung

ARUN Dukung Langkah Kapolda Lampung Tegakkan HGU 20 Persen

Sabtu, 10 Jan 2026 - 17:42 WIB