Ngeriii.. RSUD Abdul Moeloek Berulah Lagi, Nyaris Telan Korban Jiwa

- Jurnalis

Kamis, 24 April 2025 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung – Atmosfirnews.id

Insiden mengejutkan terjadi di area jalan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung, Selasa (23/4), ketika kaca dari lantai tertinggi gedung rawat inap rumah sakit tersebut tiba-tiba runtuh dan menghantam sebuah mobil yang sedang terparkir di bawahnya.

Mobil dengan nomor polisi BE 1123 AQ mengalami kerusakan parah, terutama di bagian kaca depan dan kap mesin, akibat hantaman pecahan kaca yang jatuh dari ketinggian.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sejumlah pihak menilai kejadian tersebut sebagai alarm serius terhadap lemahnya sistem keselamatan gedung RSUDAM.

“Beruntung saat kejadian tidak ada orang yang berada di sekitar lokasi. Tapi kalau ada yang sedang lewat, saya tidak bisa bayangkan seperti apa jadinya,” ujar salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku melihat langsung kaca jatuh dan mendengar suara benturan keras saat insiden terjadi.

Menurutnya, kaca tersebut diduga jatuh akibat hembusan angin kencang. Namun, ia juga menyoroti kondisi fisik kaca yang terpasang di bagian atas bangunan.

“Itu bahaya banget, Bang Kaca mobil aja sampai ancur dihantam kaca dari atas. Tempat itu kan tempat orang lalu-lalang. Saya lihat sendiri, baut-baut tanam di kaca itu nggak rata, pemasangannya juga nggak rapi,” katanya geram.

Baca Juga :  Disdikbud Lampung Sambut Baik Saran dan Kritik Pendidikan dari Akar Lampung

Lebih jauh, pengunjung menilai ini sebagai bentuk kelalaian pekerjaan konstruksi.

“Ini fasilitas publik, keselamatannya harus dijamin. Kalau kualitas bangunannya seperti ini, ya jelas sangat merugikan masyarakat,” tambahnya.

Dugaan pun mengarah pada pihak kontraktor pembangunan. Kuat dugaan, proyek pembangunan gedung tersebut dikerjakan oleh vendor PT. MKB. Kualitas bangunan yang dinilai rapuh menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk Gepak Lampung.

Ketua Gepak Lampung, Wahyudi, memberikan pernyataan keras menanggapi kejadian ini.

“Ini adalah bentuk nyata dari kelalaian dan abainya tanggung jawab pihak RSUDAM dan kontraktor pelaksana pembangunan gedung. Bagaimana mungkin sebuah fasilitas publik sebesar rumah sakit, yang seharusnya menjamin keselamatan pasien dan pengunjung, justru menjadi ancaman nyawa karena kaca dari lantai atas bisa runtuh begitu saja?” tegas Wahyudi.

Ia menambahkan, laporan dari masyarakat menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa pemasangan kaca dilakukan tanpa memperhatikan standar keselamatan konstruksi.

“Kami menerima informasi bahwa baut-baut tidak rata, finishing tidak rapi, dan pekerjaan tampak asal-asalan. Ini bukan sekadar soal kerusakan mobil, ini soal potensi kehilangan nyawa manusia!” ujarnya.

Baca Juga :  Pidato Kenegaraan Bukti Komit Wujudkan Janji dan Program

Terkait keterlibatan PT. MKB, Gepak Lampung mendesak audit terbuka atas proyek-proyek yang pernah dikerjakan perusahaan tersebut, khususnya fasilitas publik.

“Kalau benar PT. MKB yang menangani proyek ini, maka harus ada audit menyeluruh. Bangunan yang rapuh adalah bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat pengguna layanan publik,” kata Wahyudi.

Lebih lanjut, Gepak Lampung mendesak pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam.

“Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak. Ini sudah cukup bukti bahwa ada yang salah dalam proses pengerjaan. RSUDAM harus bertanggung jawab, kontraktor harus diusut, dan keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan karena kelalaian,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Wahyudi menyatakan bahwa pihaknya akan menurunkan tim investigasi untuk menelusuri kebenaran kasus ini.

“Kami akan menurunkan tim investigasi untuk mencari tahu kejelasan proyek tersebut. Jika perlu, kami akan laporkan ke aparat penegak hukum agar ditindaklanjuti secara serius. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” tutupnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum PAOI, Siap Satukan Perantau Ogan hingga Tingkat Nasional
Menakar Keadilan di Polda Lampung: Mengapa Sanksi Etik Saja Tidak Cukup bagi Oknum Polisi Penganiaya (Telaah Kasus Laporan Iptu Dedi Karmiadi Kanitbinmas Polsek Tanjungkarang Barat)
Carut Marut PB FORKI, Konflik Logo LEMKARI Diduga Rugikan Atlet Karate
KORMI Lampung Gelar Raker dan Luncurkan Maskot FORPROV I 2026
Barang Bukti Masih Ada, Terduga Pelaku Tak Jelas: Hiwala Curigai Penanganan Kasus Mafia Minyak Goreng
Disiplin Aparat Rutan Diuji, Perintah Pimpinan Tak Boleh Sekadar Seremonial
Polemik Tembak di Tempat Begal, Ardho: Polisi Bertindak Sesuai SOP dan Demi Keselamatan Masyarakat
Ketua SMSI Minta Kaban dan Sekretaris Kesbangpol Way Kanan Diberi Sanksi Tegas, Diduga Tutupi ASN Tak Masuk Kerja Berbulan-bulan
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:15 WIB

H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum PAOI, Siap Satukan Perantau Ogan hingga Tingkat Nasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43 WIB

Menakar Keadilan di Polda Lampung: Mengapa Sanksi Etik Saja Tidak Cukup bagi Oknum Polisi Penganiaya (Telaah Kasus Laporan Iptu Dedi Karmiadi Kanitbinmas Polsek Tanjungkarang Barat)

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:22 WIB

Carut Marut PB FORKI, Konflik Logo LEMKARI Diduga Rugikan Atlet Karate

Senin, 25 Mei 2026 - 13:31 WIB

Barang Bukti Masih Ada, Terduga Pelaku Tak Jelas: Hiwala Curigai Penanganan Kasus Mafia Minyak Goreng

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:23 WIB

Disiplin Aparat Rutan Diuji, Perintah Pimpinan Tak Boleh Sekadar Seremonial

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Carut Marut PB FORKI, Konflik Logo LEMKARI Diduga Rugikan Atlet Karate

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:22 WIB