Guru Honorer MAN 2 Bandar Lampung Ngaku Difitnah Kerap Lakukan Kekerasan Terhadap Murid

- Jurnalis

Minggu, 10 November 2024 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Lampung – Atmosfirnews.id
Ismail, seorang guru honorer di MAN 2 Kota Bandar Lampung, mengaku mendapat fitnah terkait pemberitaan bahwa ia kerap melakukan kekerasan terhadap muridnya. Ismail mengatakan, bahwa isu yang menuding dirinya kerap melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap murid tersebut terkesan sepihak dan sangat menyudutkan dirinya. “Itukan berdasarkan pengakuan murid saja bang. Tapi kenyataannya itu sungguh tidak benar. Dan mereka juga tidak melakukan konfirmasi ke saya,” kata Ismail, Jum’at, 8 November 2024.

Menurut Ismail, kabar yang beredar tentang permasalahan tersebut merupakan sebuah kekeliruan. Sehingga, ia juga mengimbau untuk yang menerima informasi tersebut agar menulusuri dahulu akar permasalahnya.

“Itu berawal ketika saya mau menegur beberapa murid yang diduga tidak mau mengikuti kegiatan Maulid Nabi di MAN 2 Kota Bandar Lampung, pada 14 September 2024 yang lalu. Mereka ber-4 (Siswi MAN 2 Kota Bandarlampung -Red) meminta izin kepada saya untuk kekamar mandi, namun ternyata mereka tidak kembali lagi untuk mengikuti kegiatan,” jelas Ismail kepada awak media.

Saat itu, lanjut Ismail, ia berinisiatif untuk mencari keberadaan beberapa murid tersebut. Saat melihat dan kepergok, ismail pun mendatangi para murid ini, namun mereka kabur untuk menghindari, Ismail. “Terjadilah kejar-kejaran saat itu, namun saya bersumpah tidak pernah melakukan pemukulan apalagi pelecehan seksual terhadap siswa – siswi,” tegasnya.

Baca Juga :  IWO Lampung Terima Penghargaan Anugerah Be Strong dari Universitas Lampung

Berlanjut, Keesokan harinya, Ismail mendapat kabar bahwa ada Walimurid dari seorang siswi di MAN 2 kota Bandar Lampung menyatakan ketidak terimaan atas laporan anaknya yang mengatakan telah terjadi kekerasan yang dilakukan oleh Guru bernama Ismail. “Saya bingung, kok murid saya tega mengadukan hal yang menurut saya itu fitnah, kepada orang tuanya. Tapi saya tetap mencoba untuk menghadapi permasalahan ini,” lanjutnya.

Ismail mengungkap, bahwa pihak MAN 2 Kota Bandar Lampung juga sudah memediasi terkait persoalan tersebut.

Namun, Ismail menyayangkan mengapa ada pihak yang menyampaikan pernyataan fitnah kepada para media dan terkesan memframing dirinnya media masa. “Saya kaget kok ramai pemberitaan yang menyebut Saya ini seorang guru yang kejam, yang kerap melakukan kekerasan mengerikan kepada siswa – siswi saya.” Ucapnya.

Ismail berharap, kepada para pencari informasi agar dapat menyampaikan kabar tentang permasalahan tersebut secara objektif. Sehingga, ia pun diberikan ruang untuk melakukan hak jawabnya. “Kalau begini, saya dong yang sangat terkena imbasnya. Saya punya keluarga, dan mereka sudah banyak yang membaca informasi, saya sangat tersudut.” Pungkas Ismail.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM Gepak Lampung, Wahyudi Hasim mengatakan, agar permasalahan ini dapat diselesaikan terlebih dahulu secara internal. Menurutnya, hal ini juga tidak harus muncul ke publik dulu. “Ada baiknya, permasalahan ini terlebih dalu dituntaskan oleh pihak sekolah dan keluarga, secara kekeluargaan. Jangan juga memberikan imformasi yang terkesan menyudutkan salah satu pihak,” ujar Wahyudin Hasim.

Baca Juga :  Bubarkan Aksi Tawuran di Bandar Lampung, Polisi Amankan 4 Remaja Berikut Celurit dan 2 Gir Diamankan

Ia juga menyarankan, bila memang permasalahan itu tidak tuntas dalam mediasi oleh pihak Sekolah, dan ada pihak yang merasa tidak puas untuk melaporkan permasalahan tersebut ke penegak hukum.

Wahyudi juga menegaskan, bahwa kekerasan oleh guru terhadap murid itu tidak dibenarkan. Namun, perlu diketahui, menurut Wahyudi, upaya pembinaan dalam bentuk kedisiplinan juga tidak bisa disamakan dengan kekerasan.

“Jadi jika memang tidak ada hasil dalam mediasi pihak sekolah. Serahkan permasalahan tersebut kepada lembaga penegak hukum. Harapan saya penegak hukum dapat bersikap objektif dalam kasus tersebut.” pungkas Wahyudi.

Wahyudi berharap semua pihak bijak dalam menyikapi segala hal, Apa lagi ini menyangkut nama baik seseorang yang berdampak luar, bukan hanya bagi dirinya saja namun keluarga nesarnya, akan menanggung aib yang belum tentu kebenarannya,

* Sekali lagi Itu tipis dengan KEZOLIMAN, Saya juga kecewa dengan semua pihak Yang Ikut mempreming masalah Ini menjadi besar dampaknya luas bagi Kita semua, warga masyarakat Lampung.,” ujar Wahyudi.

“Seaolah olah Lampung darurat pencabulan dan kekerasan sex, Ayo Mari sama-sama menjaga nama baik Lampung dengan tegas menerapkan hukum tp tetap menjunjung tinggi nilai azaz praduga tak bersalah,”tutup Yudhi Gepak.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Tindak Lanjut Instruksi Bunda Eva, Kelurahan Tanjung Agung Raya Gencarkan Jumat Bersih
KAKI Lampung Desak Dapur MBG Labuhan Ratu Ditutup, Diduga Beroperasi Tanpa IPAL
Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju
Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid
Anggaran Gemuk, Armada Amburadul! Rp40,8 Miliar DLH Bandar Lampung Dipertanyakan, Ban Truk Berurat Kawat
Mobil Hitam Plat B 2803 TVF Diduga Ngecor Pertalite ke Warung di Gunung Terang
Dugaan Intervensi Kasus Pencabulan Santriwati, Laskar Lampung Desak Qomarudin Dicopot
Wartawan Nelson Diduga Diintimidasi Saat Liputan, PPWI Lampung Desak Kapolda Usut Tuntas
Berita ini 280 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Tindak Lanjut Instruksi Bunda Eva, Kelurahan Tanjung Agung Raya Gencarkan Jumat Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:36 WIB

KAKI Lampung Desak Dapur MBG Labuhan Ratu Ditutup, Diduga Beroperasi Tanpa IPAL

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Anggaran Gemuk, Armada Amburadul! Rp40,8 Miliar DLH Bandar Lampung Dipertanyakan, Ban Truk Berurat Kawat

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:27 WIB