Gepak Lampung : Libatkan Stakeholder Terkait Dalam Pembangunan Trotoar, Mulai Dari Perencanaannya, Untuk Minimalkan Resiko.

- Jurnalis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Viral di media sosial, ketika komika Abdul Arsyad mengomentari kondisi trotoar di Bandar Lampung di podcast Skakmat yang dipandu oleh Pandji Pragiwaksono yang diunggah tiga Minggu lalu

Dalam komentarnya, Abdul Arsyad mengatakan ,” Di Lampung itu mereka punya trotoar tapi dari keramik, lucu sekali. Saya waktu lewatnya itu, apa motivasinya kau bikin trotoar dari keramik?.”.
“Gak aman lho itu, kalau hujan licin,” timpal Pandji, yang diiyakan pula oleh Abdul Arsyad.

Tidak tinggal diam, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa jauh sebelum viralnya berita terkait trotoar ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah memiliki rencana untuk mengganti trotoar yang terbuat dari keramik warna warni ini dengan material granit yang dinilai lebih aman dan tidak licin.

“Sesuai arahan Walikota, Trotoar tersebut akan kami bongkar dan diganti dengan material granit yang lebih aman dan tidak licin,” ujar Dedi Sutiyoso, Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung pada Jumat (10/01/2024).

Menanggapi permasalahan trotoar ini, Wahyudi, Ketua Gepak Lampung mengajak semua unsur untuk berpikir bijak.
“Dalam menerima dan menyikapi informasi kita dituntut untuk melihat dari berbagai sisi. Untuk permasalahan trotoar yang sudah dibangun sejak Kepemimpinan Walikota sebelumnya yaitu bapak Herman, HN. Sudah pasti ada alasan mengapa dipilih keramik warna warni, mungkin untuk manfaat estetikanya, Pak Herman ingin ada keindahan yang dapat dilihat oleh masyarakat di sepanjang jalan yang ada di jalan utama Kota Bandar Lampung, selain untuk membantu terpenuhinya kebutuhan pejalan kakinya,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Ancam Polisi Pakai Sajam, 5 Remaja Pelaku Tawuran di Bandar Lampung Diamankan

“Mungkin lewat trotoar warna warni ini diharapkan. dapat juga menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah untuk berkunjung ke Kota Bandar Lampung, mungkin saja kan..,” ujarnya.

“Namun demikian memang sudah selayaknya disetiap pembangunan, terutama pembangunan fisik, diperhitungkan secara matang, mulai dari tahapan perencanaannya, dibicarakan selain kemanfaatannya, output-outcomenya juga resiko yang diakibatkannya..Sudahkan prosedur itu semua dilalui?,” ujar Wahyudi.

“Sejatinya pembangunan trotoar yang baik itu harus memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan dan kemudahan pejalan kaki, ” ujar Wahyudi lagi.

“Sudahkah pada saat perencanaannya stakeholder terkait dilibatkan. Selain Dinas PU tentu saja ada dari pihak Dinas Perhubungan, Kepolisian, Forum-forum atau Lembaga Pemerhati Keselamatan Jalan ,mungkin jika perlu juga Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat yang dapat mewakili lainnya.,’ ujar Wahyudi

Baca Juga :  DPRD Kota Bandar Lampung Akan Segera RDP Terkait Penyegelan TPA Bakung, Ketua Fraksi Partai Golkar, Rama Ali Ucap Ini..

“Bukan hanya trotoar, ada beberapa pembangunan fisik di Kota Bandar Lampung yang banyak menyita perhatian masyarakat terutama melalui media sosial, seperti JPO Siger Milenial dan terakhir ada pembangunan Tugu Pagoda di China Town Bandar Lampung yang sempat didemo juga,” ujar Yudhi Hasyim, panggilan lain Wahyudi.

“Saya rasa, jika semua tahapan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan, maka resiko untuk terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini, kan menjadi minimal serta tidak menimbulkan polemik ditengah Masyarakat,”ujarnya.

“Pemerintah Kota Bandar Lampung masih dalam tahap Pemulihan Ekonomi, saya berharap kedepan akan lebih selektif lagi dalam melaksanakan Pembanguan, dimulai dari Perencanaan yang matang. ” kata Wahyudi.

“Apalagi terkait pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut fasilitas umum dan Pelayanan Publik. Bunda Eva dengan niat tulus mempercantik Kota Bandar Lampung dan menyiapkan pelayanan publik yang prima, tapi semua itu harus juga didukung dengan pelaksanaan kerja teknis yang matang,” tutup Yudhi Hasyim.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Ratusan Massa Geruduk Kejati Lampung, Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Mafia BBM Subsidi Rakus Kuras Habis Biosolar di SPBU Bandar Lampung, APH Terkesan Mandul Lakukan Penindakan
Puluhan Jeep Willys Eks Perang Dunia II Curi Perhatian di HUT ke-344 Bandar Lampung, Panglima Gun: Semangat Kebersamaan Harus Terus Hidup
Universitas Saburai Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Rektor Ajak Masyarakat Satukan Semangat Lewat Sepak Bola
Rektor Universitas Saburai Lepas 191 Mahasiswa KKN, Siap Mengabdi di Lampung hingga Sumatera Barat
H. Nuryadin Rayakan HUT ke-58, Perjalanan Panjang Raja Besi Tua yang Tetap Membumi
Dominasi MB Destroyer Berbuah Honda Beat, Arif MMS Taklukkan Kelas Utama Road To Masterpiece 5
PPDB Tak Boleh Dikelola dengan Logika “Nanti Kita Carikan Sekolah”
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 15:34 WIB

Ratusan Massa Geruduk Kejati Lampung, Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Senin, 20 Juli 2026 - 11:58 WIB

Mafia BBM Subsidi Rakus Kuras Habis Biosolar di SPBU Bandar Lampung, APH Terkesan Mandul Lakukan Penindakan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:17 WIB

Universitas Saburai Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Rektor Ajak Masyarakat Satukan Semangat Lewat Sepak Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:19 WIB

Rektor Universitas Saburai Lepas 191 Mahasiswa KKN, Siap Mengabdi di Lampung hingga Sumatera Barat

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:22 WIB

H. Nuryadin Rayakan HUT ke-58, Perjalanan Panjang Raja Besi Tua yang Tetap Membumi

Berita Terbaru