Gepak Lampung Ambil Bagian Berteriak Lantang Lawan Hak Demokrasi Yang Dikebiri Oleh Penguasa

- Jurnalis

Jumat, 23 Agustus 2024 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Runtuhnya demokrasi hari ini terlihat semakin jelas, upaya rencana jahat yang bermuatan kepentingan sang penguasa semakin berani , semakin brutal, mengabaikan semua rintihan masyarakat.

“Hak demokrasi dikebiri oleh penguasa melalui wakil rakyat di DPR RI. Haruskah rakyat diam dan bungkam, tidak ada kata lain : lawan !!,” teriak Wahyudi, yang biasa disapa Yudhi Gepak dengan nada berapi-api.

Wakil rakyat yang selama ini menjadi penyambung aspirasi masyarakat faktanya berpihak pada Sang Penguasa.

Runtuhnya kedaulatan, matinya demokrasi akibat ulah DPR, yang menjadi polemik nasional satu pekan terkahir membuat mahasiswa dan rakyat gerah, bukan hanya Jakarta sebagai pusat Pemerintahan Nasional, Lampung pun ambil bagian dalam mengawal Tegaknya Demokrasi, Jumat 23/8.

Gerakan aksi yang diikuti oleh gelombang mahasiswa dari berbagai elemen serta perguruan tinggi se Lampung, satu persatu perwakilannya menyampaikan orasi politiknya di depan ribuan mahasiswa dengan antusiasme demi tegaknya demokrasi.

AKAR Lampung dalam koalisi Gerak di komandoi oleh Ketua DPP AKAR Lampung secara langsung ikut dan hadir atas nama rakyat, “Kehadiran kami atas keterpanggilan hati nurani terkait revisi UU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan oleh DPR RI dalam rapat kerja (raker) bersama pemerintah dan DPD pada dengan keputusan mengadakan rapat Panja Baleg revisi UU Pilkada,” jelas Indra. Ketua Akar.

Baca Juga :  Kejari Pringsewu Mengeluarkan Perintah Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah LPTQ 2022

Rapat Panja yang tidak ingin mengakomodir Putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 DNA 70 tersebut yang menjadi kegaduhan nasional.

Meski rapat revisi undang undang telah ditunda, dan tidak jadi diputuskan oleh DPR RI, mahasiswa dan rakyat khawatir DPR RI masih terus akan melanjutkan dalam detik detik terakhir.

“Kekhawatiran kita tiba-tiba tunda, tiba-tiba putus revisi yang mengabaikan putusan MK terjadi di gedung rakyat tersebut, hal inilah kita sebagai rakyat akan terus ikut membersamai mahasiswa untuk sama-sama menegakkan demokrasi atas dasar kedaulatan rakyat,” tegas Indra.

Dalam kesempatan tersebut turut membersamai aksi Ketua Gepak, Wahyudi. Dia menjelaskan dalam mengawal demokrasi kali ini sebagai LSM ormas dan OKP turut serta demi menjaga marwah konstitusi dalam bernegara, “DPR hari ini sangat lacur dan telah mengkhianati rakyat secara nyata dan jelas, maka kita semua tidak akan diam dan akan terus mengawal sampai PKPU benar benar terbit dengan mengakomodir Putusan MK terkait calon kepala daerah, jangan dikebiri konstitusi itu oleh para pengkhianat rakyat tersebut,” urai Yudhi Gepak dengan tegas.

Baca Juga :  Jokowi Datang, Saprudin Petani Kopi Kembahang, Pedagang Kota Agung, Senang

Pada kesempatan aksi yang sangat heroik tersebut, ikut pula aktivis Cipayung dan aktivis BEM Se Lampung dalam mengawal isu nasional.

Pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ningrum Gumay turun menemui teman -teman aksi dan menyatakan DPRD siap menampung aspirasi, berdialog bersama dengan para perwakilan aksi. Ningrum Gumay yang hadir didampingi oleh beberapa anggota DPRD hadir ditengah massa aksi. Massa aksi meminta seluruh perwakilan fraksi turut dihadirkan dalam dialog tersebut.

Sampai aksi akan ditutup, fraksi fraksi DPRD tidak nampak dan tidak menemui mahasiswa dan rakyat. Sebelum membubarkan massa aksi Cipayung akan kembali menggelar aksi pada tanggal 2/9 untuk memboikot pelantikan DPRD terpilih.

Senada disampaikan oleh Indra Mustain dalam aksi tersebut akan kembali turun aksi untuk bersama memboikot pelantikan DPRD Lampung.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

EMBEGE Tak Membuat Si Kecil Kenyang, Si Besar Justru Mengaum “Kelaparan”
Danjen Kopassus Putra Bengkulu Djon Afriandi Terima Gelar Panglima Raja
Menakar Jalan Tengah Kemitraan Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan di Tengah Defisit Fiskal Lampung
Pegawai & Warga Binaan Terlibat! Sabu 250 Gram & Vape Etomidate Yakuza Dibongkar Satres Narkoba di Lapas Labuhan Bilik
HIPMI Gelar Munas di Bandar Lampung, Jamal: Semangat Pengusaha Pejuang Harus Terus Dijaga
Temuan Bertambah, Ferry Minta Gubernur Lampung Periksa Langsung Proyek Jalan Rp23,9 Miliar
KPK CUMA MINTA RP762 MILIAR, SAHRONI LANGSUNG GERAM: “PAK, AJUIN RP5 TRILIUN, TANGGUNG!”
Di Hadapan DPR, BPBR Desak Pengembalian Tanah Adat dan Pengakuan Wilayah Adat dalam RUU Masyarakat Adat
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:44 WIB

EMBEGE Tak Membuat Si Kecil Kenyang, Si Besar Justru Mengaum “Kelaparan”

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:42 WIB

Danjen Kopassus Putra Bengkulu Djon Afriandi Terima Gelar Panglima Raja

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:34 WIB

Menakar Jalan Tengah Kemitraan Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan di Tengah Defisit Fiskal Lampung

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:51 WIB

Pegawai & Warga Binaan Terlibat! Sabu 250 Gram & Vape Etomidate Yakuza Dibongkar Satres Narkoba di Lapas Labuhan Bilik

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:42 WIB

HIPMI Gelar Munas di Bandar Lampung, Jamal: Semangat Pengusaha Pejuang Harus Terus Dijaga

Berita Terbaru