
Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gria Sukarame RT 17 tahun ini.
Warga tidak hanya menggelar lomba khas tujuh belasan, tetapi juga menghadirkan perlombaan unik dengan terong, pisang, dan jeruk sebagai buah andalan.

Perlombaan yang digelar pada Minggu, 17 Agustus 2025, berlangsung meriah di lokasi yang ditentukan panitia, tepatnya di blok G3/14, pinggir sungai. Suasana guyub dan penuh tawa mewarnai setiap jalannya lomba, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam surat undangan resmi, panitia menegaskan bahwa kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
“Untuk anak-anak diundang untuk ikut serta dalam perlombaan. Dan kepada orang tua tanpa terkecuali diharapkan dapat hadir dalam kemeriahan di RT 17. Kita akan lanjutkan dengan makan bersama. Tempat seperti disampaikan di atas di blok G3/14, pinggir sungai,” demikian bunyi undangan yang disebarkan panitia.
Kategori perlombaan pun cukup beragam. Untuk dewasa, warga harus menggiring jeruk, menggelindingkan terong yang diikat dengan tali, hingga lomba makan pisang berpasangan dengan mata tertutup.
Sementara untuk anak-anak, tawa pecah ketika mereka berebut makan kerupuk dan adu konsentrasi memasukkan paku ke dalam botol.
Ketua panitia, Angelia, menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menjaga kebersamaan antarwarga.
“Harapan saya dengan kegiatan ini kita bisa terus menjalin silaturahmi dengan jajaran tetangga, sekaligus mengenang jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan,” kata Angelia.
Ketua RT 17, Hartono, turut memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa perayaan kali ini memang dibuat sederhana, namun tetap hangat dan penuh makna.
“Kegiatan tahun ini belum bisa kita adakan semeriah tahun-tahun sebelumnya, karena warga baru saja selesai menghadapi biaya anak sekolah. Jadi ya kita sederhana saja. Dengan gagasan Ibu Engel ia dibantu ibu-ibu lainnya, maka terlaksanalah kegiatan ini. Acara diakhiri dengan makan-makan dan nyanyi bersama,” ujar Hartono
Kemeriahan tak berhenti pada perlombaan. Setelah semua agenda selesai, warga RT 17 melanjutkan acara dengan makan bersama di pinggir sungai.
Pemandangan sederhana namun hangat ini semakin menegaskan makna kemerdekaan: kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur.



