Proyek SPAM TA 2022 Dengan Anggaran Miliaran Rupiah Diduga Mangkrak Belum Berfungsi, Warga Kesulitan Mendapat Air Bersih

- Jurnalis

Selasa, 30 Juli 2024 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pesawaran, Atmosfirnews.id
Menghadapi problematika minimnya sarana air bersih di sejumlah titik di kabupaten Pesawaran sangat di rasakan masyarakat, dan masyarakat mengharap uluran tangan pemerintah agar di titik tertentu bisa terealisasi sarana air bersih.

Di Tahun 2022 lalu pemerintah kabupaten Pesawaran sempat merealisasikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) namun proyek tersebut kendati di laksanakan dengan anggaran milyaran rupiah yang terbagi di beberapa titik lokasi hingga saat ini belum bisa di rasakan oleh masyarakat .

Proyek yang menggunakan dana Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 ini seharusnya telah mengalirkan air bersih Ke sejumlah Titik diantaranya : desa Kedondong, fesa Pasar Baru, desa Waykepayang di Kecamatan Kedondong, serta desa Kubu Batu di Kecamatan Waykhilau. namun hingga saat ini, air belum mengalir seperti yang diharapkan.

Baca Juga :  AJUDAN Desak Kapolres Aceh Barat Ungkap Bandar Utama Narkoba, Dua Terduga Pelaku Ditangkap

Seorang warga desa Kedondong yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya, yang mana anggaran milyaran rupiah mubadzir karena tidak dapat di rasakan oleh masyarakat.

Saat ini sungai dan sumur mulai mengering, dan Ini selalu terjadi ketika musim kemarau ,sebenarnya proyek SPAM tersebut yang menjadi harapan masyarakat, namun proyek SPAM harapan masyarakat tidak bisa di rasakan oleh kami, padahal anggaran tersebut sangat besar,” keluhnya

Senada dengan hal tersebut, Rudi Safari, seorang aktivis di Kabupaten Pesawaran, melalui grup WhatsApp menyampaikan kekecewaannya. “Proyek sebesar itu sudah menghabiskan biaya miliaran rupiah. Masa kalah dengan masyarakat yang hanya menggunakan selang karet atau talang bambu untuk mendapatkan air?” tulis Rudi.
Menanggapi hal ini, Firman Rusli, mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), yang di duga paling bertanggung jawab atas perencanaan proyek ini. dijadwalkan akan hadir dalam jumpa pers di Kantor FKW-KP Kabupaten Pesawaran pada Selasa, 30 Juli 2024 pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Gepak Lampung Ambil Bagian Berteriak Lantang Lawan Hak Demokrasi Yang Dikebiri Oleh Penguasa

Dalam jumpa pers tersebut, beliau akan memberikan penjelasan terkait permasalahan proyek SPAM yang diduga bermasalah. “Insyaallah saya akan hadir dan memberikan penjelasan,” ujar Firman.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

Aliansi Jaga Hutan Lampung Desak Audit HGB 20 Hektare RTH Way Halim dan Way Dadi
Solar Langka Berlarut-larut di Sumut, Ada Apa dengan Distribusi Pertamina?
Resmi Jadi Dirut, Begini Sepak Terjang Suroso Isnandar di PLN 
AJUDAN Desak Kapolres Aceh Barat Ungkap Bandar Utama Narkoba, Dua Terduga Pelaku Ditangkap
Dugaan Intervensi Kasus Pencabulan Santriwati, Laskar Lampung Desak Qomarudin Dicopot
PW Muslimat Al Washliyah Lampung Tekankan Peran Ibu sebagai Madrasatul Ula
Pendidikan Antikorupsi Lampung Diakui KPK, Didorong Jadi Percontohan Nasional
GEPAK Desak Gubernur Lampung Buka Suara soal Pelarangan Liputan dan PHK Wartawan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Aliansi Jaga Hutan Lampung Desak Audit HGB 20 Hektare RTH Way Halim dan Way Dadi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Resmi Jadi Dirut, Begini Sepak Terjang Suroso Isnandar di PLN 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

AJUDAN Desak Kapolres Aceh Barat Ungkap Bandar Utama Narkoba, Dua Terduga Pelaku Ditangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Dugaan Intervensi Kasus Pencabulan Santriwati, Laskar Lampung Desak Qomarudin Dicopot

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:31 WIB

PW Muslimat Al Washliyah Lampung Tekankan Peran Ibu sebagai Madrasatul Ula

Berita Terbaru