Peringati May Day, Ratusan Buruh Lampung Gelar Aksi Damai di Tugu Adipura

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Ratusan buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Kamis (1/5/2025).

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan berbagai spanduk dan menyuarakan beragam keluhan serta tuntutan yang menggambarkan kondisi buruh saat ini.

Mereka juga menyerukan solidaritas bersama elemen masyarakat lainnya seperti petani, nelayan, perempuan, pekerja sosial, pendidik, hingga masyarakat miskin kota.

Perwakilan dari Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia – Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN), Basir, menyampaikan bahwa PPRL menolak peringatan May Day versi pemerintah yang menurut mereka tidak merepresentasikan kepentingan kaum buruh.

“Kami menolak perayaan May Day yang dibuat pemerintah bersama serikat buruh tertentu, karena itu hanya menguntungkan segelintir elit serikat dan tidak mewakili suara buruh. Ini merupakan upaya pengendalian suara kritis buruh di Lampung,” tegas Basir.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa May Day harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan rakyat.

“Ini bukan hanya tentang buruh. Kami ingin menyatukan semua elemen masyarakat petani, perempuan, nelayan, pendidik, hingga masyarakat miskin kota untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini diabaikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Lampung Dukung dan Apresiasi Upaya Bawaslu Cegah Politik Uang

PPRL menyoroti berbagai isu penting yang tengah dihadapi masyarakat dan buruh di Lampung, mulai dari ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat, kriminalisasi terhadap aktivis, intimidasi terhadap pers, hingga lemahnya perlindungan hukum bagi buruh perempuan dan migran.

“Demokrasi kita sedang terancam. Kebebasan berpendapat semakin dibungkam, dan UU TNI berpotensi meruntuhkan supremasi sipil,” ucap Basir.

Ia juga menyuarakan kegelisahan terkait ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, tutupnya banyak industri, hingga kesulitan ekonomi akibat inflasi tinggi dan minimnya jaminan sosial bagi rakyat kecil.

PPRL juga menyampaikan tujuh tuntutan utama dalam peringatan May Day tahun ini:

1. Wujudkan upah layak nasional
2. Hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing
3. Cabut UU TNI dan tolak RUU POLRI
4. Tolak PHK sepihak
5. Tolak Omnibus Law
6. Wujudkan perlindungan sosial transformatif
7. Wujudkan reforma agraria sejati.

Organisasi yang tergabung dalam PPRL antara lain FPSBI-KSN, Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM), Konfederasi KASBI, Serikat Pekerja Media (SPM) Lampung, Forum Komunikasi Petani Bersatu (FKPB), Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bina Karya Utama, hingga Solidaritas Perempuan Sebay Lampung.

Baca Juga :  Disiplin Aparat Rutan Diuji, Perintah Pimpinan Tak Boleh Sekadar Seremonial

Sementara itu, aparat kepolisian memastikan aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Ridho Rafika, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipatif sejak pagi hari demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.

“Kami menurunkan personel di sejumlah titik strategis, khususnya di sekitar Tugu Adipura dan jalur-jalur utama. Fokus kami adalah memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan tidak terganggu oleh massa aksi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif.

“Kami menghormati hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, namun hak pengguna jalan juga harus dijaga. Karena itu kami menyiapkan rekayasa lalu lintas, berkoordinasi dengan koordinator aksi, dan mengimbau pengendara agar mengikuti arahan petugas serta tetap berhati-hati,” terang Kompol Ridho.

Pihaknya juga membuka ruang komunikasi dengan peserta aksi untuk mencegah gesekan yang tidak perlu.

“Kami pastikan situasi tetap kondusif dan terkendali sampai kegiatan berakhir,” tutupnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Perkuat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha, Wakil Ketua AWPI Hadiri Grand Opening Cabrio
Job Fair 2026 Bandar Lampung, 4.000 Lelig Lowongan Kerja Terbuka Bagi Masyarakat
Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase
Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor
Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?
Rekening PT PSMI Diblokir, Nasib 60 Ribu Warga Terancam! FORSAL dan For-WIN Minta Kejaksaan Jangan Abaikan Rakyat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 07:02 WIB

Perkuat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha, Wakil Ketua AWPI Hadiri Grand Opening Cabrio

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

Job Fair 2026 Bandar Lampung, 4.000 Lelig Lowongan Kerja Terbuka Bagi Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan

Rabu, 4 November 2026 - 11:59 WIB

Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase

Senin, 2 November 2026 - 22:11 WIB

Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor

Berita Terbaru