
Lampung Selatan, Atmosfirnews.id
Wahyudi, Ketua Umum Gepak geram mendengar laporan dari team media atas perlakuan yang di terima oleh wartawan. Wahyudi mengatakan, sangat menyayangkan sikap Kepala Desa Candimas,Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang seharusnya bisa mengayomi dan mendengar laporan masyarakat dengan bijak, bukan malah sebaliknya acuh seakan tidak ingin menanggapi atas persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
“Ini preseden buruk bagi kepala desa, apalagi wartawan dalam hal ini ingin menceritakan fakta terkait keluhan masyarakat khususnya di desa Candimas, jangan sampai menjadi berita hoax dan liar karena kades tidak mau dikonfirmasi,” kata Wahyudi saat ditemui di kantornya pada Sabtu (13/7/24) .
” Kami dari lembaga Gepak Lampung akan segera menurunkan team investigasi untuk mengumpulkan bahan dan keterangan sebagai dasar laporan ke pihak Aparat Penegak Hukum (APH), secepat mungkin bisa membuat terang persoalan ini, bahkan kami minta team dari Kejari Lampung Selatan bisa mengaudit tiga item pekerjaan jalan desa tersebut, jika memang benar ternyata ada kekurangan volume, kami minta dikembalikan ke negara dan bahkan bila ada mens rea bukan tidak mungkin kami minta pihak kejaksaan menaikkan perkara ini ke tingkat penuntutan” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa masyarakat Desa Candimas, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (6/7/2024), menyoroti hasil pekerjaan pengaspalan jenis Lapisan Penetrasi (Lapen) melalui anggaran dana desa di tahun 2023 yang berada di tiga titik.
Disampaikan salah satu warga yang tak jauh dari lokasi bahwa pihak pemerintah desa telah melaksanakan Pekerjaan jenis Aspal Lapen di tahun 2023 sekitar bulan Mei,ada tiga titik lokasi tapi sekarang sudah rusak kembali.
” Setau saya ditahun 2023 ada tiga jalan yang di Lapen menggunakan anggaran dana desa bang, yaitu: Gang Saudara, Umbul metro RT 21 A Dusun 5, Gang AL’ Amin, tapi sekarang sudah pada rusak lagi, yang parah Gang Saudara sama di Umbul Metro”, cetusnya.
Lanjutnya, kami sebagai masyarakat berharap kepada Pemerintahan desa dari sisi kualitas bisa di maksimalkan agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat disini, apalagi kegiatan tersebut melalui anggaran dana desa dengan anggaran total untuk Lapen di Umbul Metro sebesar Rp 82.000.000 volume :308.M X 2,5 M, dan menurut kami angaran tersebut besar, kalau disesuaikan dengan RAB nya pasti tidak cepat rusak lagi. Pas baru selesai dikerjakan sempat di demo warga karena warga kecewa dengan hasil Lapen yang dinilai gak sesuai, kami berharap Inspektorat, Kejaksaan dan Bupati Lampung Selatan bisa cek kelokasi”, ucap warga yang namanya minta untuk tidak dipublikasikan.
Menyikapi informasi yang dihimpun oleh tim Media, keesokan harinya langsung menemui kepala desa Candimas, Andri Suwaldi di kantor desa pada hari Senin (8/7/24).
Saat dimintai tanggapan masalah keluhan warga karena jalan lapen yang baru satu tahun sudah rusak lagi, sangat disayangkan Andri Suwaldi tidak mau memberikan tanggapan, ia memilih untuk bungkam lalu mengalihkan pembicaraan ke yang lain.
” Udah lah gak usah bahas masalah jalan lapen mas”, kilahnya.
Penulis : Yudhi



