GEPAK Lampung: Hati-hati, Jangan Fitnah Guru, Karena Dapat Makin Menebalkan Sikap Apatisme Pendidik

- Jurnalis

Senin, 11 November 2024 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung – Atmosfirnews.id
Ketua Umum Gepak Lampung, Wahyudi Hasyim mengingatkan semua pihak untuk hati-hati, tidak asal menuduh apalagi sampai memfitnah guru-guru di sekolah.

Yudi juga meminta pihak sekolah untuk profesional dan tetap berdiri di atas kebenaran hukum. Ia menegaskan pihak sekolah wajib menjaga marwah lembaga pendidikan dan menjunjung tinggi kehormatan para pendidik.

Hal itu disampaikan Yudi terkait ramainya pemberitaan yang mem-framing seorang guru di MAN 2 Bandar Lampung, seolah-olah guru yang jahat, suka memukul siswanya.

“Ini tak baik untuk dunia pendidikan kita. Kasihan guru-guru, mereka dengan mudah dipersalahkan ketika melakukan sesuatu dalam rangka mendisiplinkan. Ini tak baik, kalau terus terjadi dapat menimbulkan sikap apatisme guru,” kata Yudhi Hasyim, biasa Wahyudi sering dipanggil.

Yudhi menjelaskan, dirinya sudah melakukan penelusuran terkait pemberitaan itu. Ia menegaskan tuduhan yang dialamatkan kepada seorang guru MAN 2 itu perlu didalami sungguh-sungguh.

“Jangan ambil keputusan tanpa bukti yang jelas. Sekolah jangan hanya mendengarkan cerita atau keterangan yang belum diuji kebenarannya,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Ismail, seorang guru honorer di MAN 2 Kota Bandar Lampung mengaku mendapat fitnah terkait pemberitaan bahwa ia kerap melakukan kekerasan terhadap muridnya.

Ismail mengatakan, bahwa isu yang menuding dirinya kerap melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap murid tersebut terkesan sepihak dan sangat menyudutkan dirinya.

“Itukan berdasarkan pengakuan murid saja bang. Tapi kenyataannya itu sungguh tidak benar. Dan mereka (media) juga tidak melakukan konfirmasi ke saya,” kata Ismail, Jum’at, 8 November 2024.

Menurut Ismail, kabar yang beredar tentang permasalahan tersebut merupakan sebuah kekeliruan. Sehingga, ia juga mengimbau untuk yang menerima informasi tersebut agar menulusuri dahulu akar permasalahnya.

Baca Juga :  Warga Panjang Tolak Provokasi Atas Nama Korban Banjir

“Itu berawal ketika saya mau menegur beberapa murid yang diduga tidak mau mengikuti kegiatan Maulid Nabi di MAN 2 Kota Bandar Lampung, pada 14 September 2024 yang lalu. Mereka ber 4 (Siswi MAN 2 Kota Bandarlampung -Red) meminta izin kepada saya untuk kekamar mandi, namun ternyata mereka tidak kembali lagi untuk mengikuti kegiatan,” jelas Ismail kepada awak media.

Saat itu, lanjut Ismail, ia berinisiatif untuk mencari keberadaan beberapa murid tersebut. Saat melihat dan kepergok, Ismail pun mendatangi para murid ini, namun mereka kabur untuk menghindari, Ismail. “Terjadilah kejar-kejaran saat itu, namun saya bersumpah tidak pernah melakukan pemukulan apalagi pelecehan seksual terhadap siswa – siswi,” tegasnya.

Berlanjut, keesokan harinya, Ismail mendapat kabar bahwa ada Walimurid dari seorang siswi di MAN 2 kota Bandar Lampung menyatakan ketidak terimaan atas laporan anaknya yang mengatakan telah terjadi kekerasan yang dilakukan oleh guru bernama Ismail. “Saya bingung, kok murid saya tega mengadukan hal yang menurut saya itu fitnah, kepada orang tuanya. Tapi saya tetap mencoba untuk menghadapi permasalahan ini,” lanjutnya.

Ismail mengungkap, bahwa pihak MAN 2 Kota Bandar Lampung juga sudah memediasi terkait persoalan tersebut.

Namun, Ismail menyayangkan mengapa ada pihak yang menyampaikan pernyataan fitnah kepada para media dan terkesan memframing dirinya ke media masa. “Saya kaget kok ramai pemberitaan yang menyebut Saya ini seorang guru yang kejam, yang kerap melakukan kekerasan mengerikan kepada siswa – siswi saya.” ucapnya.

Baca Juga :  Kepengurusan DPD dan DPC PPWI se-Provinsi Lampung Resmi Dilantik

Ismail berharap, kepada para pencari informasi agar dapat menyampaikan kabar tentang permasalahan tersebut secara objektif. Sehingga, ia pun diberikan ruang untuk melakukan hak jawabnya. “Kalau begini, saya dong yang sangat terkena imbasnya. Saya punya keluarga, dan mereka sudah banyak yang membaca informasi, saya sangat tersudut.” pungkas Ismail.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM Gepak Lampung, Wahyudi Hasyim mengatakan, agar permasalahan ini dapat diselesaikan terlebih dahulu secara internal. Menurutnya, hal ini juga tidak harus muncul ke publik dulu.

“Ada baiknya, permasalahan ini terlebih dalu dituntaskan oleh pihak sekolah dan keluarga, secara kekeluargaan. Jangan juga memberikan imformasi yang terkesan menyudutkan salah satu pihak,” ujar Wahyudi Hasyim.

Ia juga menyarankan, bila memang permasalahan itu tidak tuntas dalam mediasi oleh pihak Sekolah dan ada pihak yang merasa tidak puas silahkan melaporkan permasalahan tersebut ke penegak hukum.

Wahyudi juga menegaskan, bahwa kekerasan oleh guru terhadap murid itu tidak dibenarkan. Namun, perlu diketahui, menurut Wahyudi, upaya pembinaan dalam bentuk kedisiplinan juga tidak bisa disamakan dengan kekerasan.

“Jadi jika memang tidak ada hasil dalam mediasi pihak sekolah. Serahkan permasalahan tersebut kepada lembaga penegak hukum. Harapan saya penegak hukum dapat bersikap objektif dalam kasus tersebut.” pungkas Wahyudi.

Wahyudi berharap semua pihak bijak dalam menyikapi segala hal, apalagi ini menyangkut nama baik seseorang yang berdampak luar, bukan hanya bagi dirinya saja, namun keluarga besarnya, akan menanggung aib yang belum tentu kebenarannya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

FMPKL Tuntut Pertanggung-jawaban PT SGC Atas Dugaan Kerugian Masyarakat Rp18 Triliun
Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung, Ruang Ekspresi dan Pematangan Karakter Siswa Kelas XII
Mediasi Memanas, Warga Talang Desak Penutupan Arwana Homestay
Diduga Bermasalah, Kadis PKPCK Lampung Bungkam Soal Proyek TPU Pengajaran
ARUN Dukung Langkah Kapolda Lampung Tegakkan HGU 20 Persen
Belanja Bagian Umum Pemkot Bandar Lampung Disorot, Dugaan Anggaran Bermasalah Rp11,5 Miliar Mencuat
Tak Kantongi Izin, Aktivitas Tambang CV Sari Karya di Sukabumi Bandar Lampung Resahkan Warga
Momentum Hari Guru 2025 Jadi Pengingat Pentingnya Meningkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:43 WIB

FMPKL Tuntut Pertanggung-jawaban PT SGC Atas Dugaan Kerugian Masyarakat Rp18 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:35 WIB

Pentas Seni SMAN 3 Bandar Lampung, Ruang Ekspresi dan Pematangan Karakter Siswa Kelas XII

Senin, 12 Januari 2026 - 19:18 WIB

Mediasi Memanas, Warga Talang Desak Penutupan Arwana Homestay

Senin, 12 Januari 2026 - 15:49 WIB

Diduga Bermasalah, Kadis PKPCK Lampung Bungkam Soal Proyek TPU Pengajaran

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:42 WIB

ARUN Dukung Langkah Kapolda Lampung Tegakkan HGU 20 Persen

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Mediasi Memanas, Warga Talang Desak Penutupan Arwana Homestay

Senin, 12 Jan 2026 - 19:18 WIB

Bandar Lampung

ARUN Dukung Langkah Kapolda Lampung Tegakkan HGU 20 Persen

Sabtu, 10 Jan 2026 - 17:42 WIB