KPK CUMA MINTA RP762 MILIAR, SAHRONI LANGSUNG GERAM: “PAK, AJUIN RP5 TRILIUN, TANGGUNG!”

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, AtmosfirNews – Sebuah rapat anggaran yang biasanya berjalan datar mendadak memanas di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Bukan karena perdebatan sengit soal korupsi, tapi karena alasan yang justru terbalik dari biasanya: anggota DPR menuntut sebuah lembaga negara untuk minta uang lebih banyak.

Lembaga itu adalah Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK. Dan yang membuatnya jadi viral adalah reaksi spontan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni begitu mendengar angka yang diajukan Ketua KPK Setyo Budiyanto.

Mari kita mulai dari awal. Dalam rapat kerja itu, Setyo memaparkan bahwa KPK mendapat pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp1,23 triliun. Angka ini sebenarnya turun cukup signifikan, sekitar Rp349 miliar atau 22 persen, dibanding anggaran tahun 2026.

“Pagu indikatif KPK tahun 2027 mengalami penurunan sebesar Rp349 miliar atau 22 persen dibandingkan DIPA tahun anggaran 2026,” kata Setyo di hadapan anggota Komisi III.

Menghadapi penurunan itu, KPK mengajukan tambahan anggaran. Tapi nominalnya, menurut Setyo, disusun dengan sangat hati-hati: hanya Rp762,30 miliar. Ia bahkan mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto saat konsolidasi program Makan Bergizi Gratis di Sentul pada 3 Juni 2026, di mana Presiden menyebut akan memenuhi “berapa pun yang dibutuhkan” oleh lembaga penegak hukum.

Baca Juga :  Miris !! 8 Tahun Berkerja, Ratusan Pekerja Kontrak di Perusahaan PT Visi Prima Arta Kena PHK Jelang Hari Raya Tanpa Kompensasi Pesangon

Justru di titik inilah suasana rapat berubah. Sahroni, yang memimpin jalannya rapat, langsung memotong dengan nada heran.

“Jadi Bapak cuma ngajuin Rp762 (miliar) nih ya?” tanya Sahroni.

Setyo menjelaskan, usulan itu memang disusun sesuai kebutuhan riil, bukan asal mengajukan angka besar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk unit kerja penindakan, pencegahan, koordinasi supervisi, hingga pendidikan peran serta masyarakat.

“Kami tidak muluk-muluk, kami sesuaikan dengan kebutuhan saja,” tegas Setyo.

Namun Sahroni tampaknya tidak puas dengan kehati-hatian itu. Politikus Partai NasDem ini justru menyarankan KPK untuk berani memasang angka yang jauh lebih besar, mengingat Presiden sendiri sudah memberi sinyal dukungan penuh.

“Pak, ajuin Rp5 T, Pak! Tanggung, Pak! Nanti kalau Pak Presiden nggak kasih, ah kita videonya kita buka terus nanti. Supaya Pak Presiden ngasih buat KPK setara dengan Kejaksaan nanti anggarannya. Setuju nggak, kita teman-teman?” ujar Sahroni, yang disambut respons dari anggota komisi lain di ruangan.

Baca Juga :  Ikroni Sunan Kemala Raja Tokoh Kampung Sebelah Buay Pemuka Pangeran Udik Blambangan Umpu, Sambut Baik Kunjungan Kapolres Way Kanan.

Meski didorong-dorong untuk meminta lebih, Setyo tetap pada posisinya saat itu. Ia menegaskan bahwa usulan Rp762,30 miliar sudah melalui perhitungan matang dan diyakini cukup untuk menutupi kebutuhan KPK jika benar-benar disetujui.

“Jadi harapannya dengan penambahan yang Rp762 (miliar) itu, ini sudah bisa mengakomodir,” pungkas Setyo.

Catatan update: setelah rapat tersebut, KPK ternyata melakukan penyesuaian. Mengutip berbagai laporan media nasional pada Kamis (18/6/2026), KPK menaikkan usulan tambahan anggarannya dari Rp762,30 miliar menjadi Rp989 miliar, setelah mendapat masukan dan dorongan langsung dari anggota Komisi III DPR dalam rapat lanjutan. Setyo menyebut kenaikan ini muncul setelah ia berkomunikasi intensif dengan Biro Keuangan dan Sekretaris Jenderal KPK di tengah jalannya rapat.

Penulis : wahyudi, s.e

Editor : duta allafia

Berita Terkait

Solar Langka Berlarut-larut di Sumut, Ada Apa dengan Distribusi Pertamina?
Jamal KNPI Lampung Soroti Sulitnya Mencari Nafkah, Minta Pemerintah Lebih Peka terhadap Kondisi Rakyat
Adi Candra Bantah Qomarudin, Laskar Lampung Sorot Dugaan Klaim Perdamaian
Re-LUN: Evaluasi Top Manajemen PLN, Dirut Suroso Harus Berani Sikat Kroni Darmawan Prasodjo Termasuk Wadirut
Pendekatan Religius Kapolri Disorot, JAMIRA: Polri Perlu Makin Dekat dengan Masyarakat
Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid
Resmi Jadi Dirut, Begini Sepak Terjang Suroso Isnandar di PLN 
AJUDAN Desak Kapolres Aceh Barat Ungkap Bandar Utama Narkoba, Dua Terduga Pelaku Ditangkap
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Solar Langka Berlarut-larut di Sumut, Ada Apa dengan Distribusi Pertamina?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jamal KNPI Lampung Soroti Sulitnya Mencari Nafkah, Minta Pemerintah Lebih Peka terhadap Kondisi Rakyat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Re-LUN: Evaluasi Top Manajemen PLN, Dirut Suroso Harus Berani Sikat Kroni Darmawan Prasodjo Termasuk Wadirut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Pendekatan Religius Kapolri Disorot, JAMIRA: Polri Perlu Makin Dekat dengan Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:27 WIB