Dana BOS dan PR Literasi Lampung: Saatnya Perpustakaan Menjadi Prioritas

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG, Atmofirnews – Ketika membahas kualitas pendidikan, perhatian sering tertuju pada ruang kelas, kurikulum, guru, atau hasil ujian. Padahal ada satu ruang yang sering luput dari perhatian, tetapi sesungguhnya menentukan masa depan pendidikan, yaitu perpustakaan.

Karena itu menarik ketika pemerintah kembali menegaskan bahwa Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan untuk pengembangan perpustakaan. Di antara sembilan komponen utama penggunaan Dana BOS, pengembangan perpustakaan bahkan ditempatkan sebagai salah satu prioritas penting, mulai dari pengadaan buku teks, buku nonteks, hingga penyediaan bahan bacaan digital.

 

Pertanyaannya, sudahkah kesempatan itu benar-benar dimanfaatkan?

 

Di Lampung, jawabannya belum sepenuhnya.

Masih banyak sekolah, baik SD, SMP, SMA maupun madrasah, yang belum memiliki perpustakaan yang memadai. Bahkan tidak sedikit yang belum memiliki perpustakaan sama sekali.

Ironisnya, pada saat yang sama kita sering mengeluhkan rendahnya minat baca siswa.

Padahal minat baca tidak tumbuh dari ruang kosong.

Minat baca tumbuh ketika anak memiliki akses terhadap bahan bacaan yang sesuai dengan rasa ingin tahunya.

 

Buku Paket Tidak Cukup

Selama ini perpustakaan sekolah sering dipersepsikan sekadar tempat menyimpan buku pelajaran.

Akibatnya, rak-rak perpustakaan dipenuhi buku paket yang fungsinya lebih dekat kepada pelengkap proses belajar mengajar dibanding sumber eksplorasi pengetahuan.

Padahal kebutuhan membaca siswa jauh lebih beragam.

Ada siswa yang tertarik pada ekonomi dan bisnis.

Ada yang menyukai teknologi, robotika, kecerdasan buatan, dan pemrograman.

Ada yang gemar membaca seni, sastra, sejarah, olahraga, astronomi, hingga kewirausahaan.

Baca Juga :  Ela-Azwar Resmi Mendaftar Calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU Lampung Timur

Jika seluruh bahan bacaan yang tersedia hanya buku pelajaran, maka sekolah sesungguhnya sedang membatasi kesempatan siswa untuk menemukan minat dan potensinya sendiri.

Kita tidak bisa berharap lahir generasi inovatif jika akses terhadap pengetahuan yang beragam masih sangat terbatas.

 

Literasi Adalah Pondasi SDM

Lampung saat ini sedang menikmati berbagai capaian pendidikan yang membanggakan.

Hasil SNBT 2026 menunjukkan semakin banyak siswa Lampung yang mampu bersaing masuk perguruan tinggi negeri.

Jumlah sekolah dengan tingkat kelulusan SNBT tinggi juga terus bertambah.

Namun keberhasilan itu tidak boleh membuat kita berhenti pada capaian akademik semata.

Sebab kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjawab soal ujian.

Ia juga ditentukan oleh kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, dan belajar secara mandiri sepanjang hayat.

Di sinilah perpustakaan memainkan peran yang tidak tergantikan.

Perpustakaan bukan sekadar ruangan berisi buku.

Ia adalah pusat sumber informasi, pusat pembelajaran, dan ruang tumbuhnya budaya intelektual di sekolah.

 

Saatnya Dikelola Secara Profesional

Persoalan lain yang sering terabaikan adalah pengelolaan perpustakaan.

Banyak sekolah masih menempatkan perpustakaan sebagai tugas tambahan yang dijalankan siapa saja yang tersedia.

Padahal regulasi telah memberikan arah yang jelas.

Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008, yang kini diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025, menegaskan bahwa perpustakaan sekolah harus dikelola oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang perpustakaan, baik lulusan ilmu perpustakaan maupun tenaga yang memiliki sertifikat kompetensi.

Ketentuan tersebut bukan formalitas administratif.

Baca Juga :  Laskar Lampung Pasang Badan Bela Warga Gotong Royong, Destra: Jangan Ada Lagi Intimidasi

Mengelola perpustakaan modern membutuhkan kemampuan khusus.

Mulai dari pengelolaan koleksi, klasifikasi buku, layanan informasi, pengembangan literasi digital, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

Perpustakaan yang dikelola secara profesional tidak hanya meminjamkan buku.

Ia mampu membangun budaya membaca.

Ia mampu menghubungkan siswa dengan pengetahuan yang mereka butuhkan.

Ia mampu menjadi jantung kehidupan intelektual sekolah.

Investasi yang Dampaknya Jangka Panjang

Di tengah berbagai kebutuhan pendidikan, pengembangan perpustakaan sering dianggap bukan prioritas mendesak.

Padahal justru sebaliknya.

Investasi pada perpustakaan merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya dapat dirasakan puluhan tahun kemudian.

Sekolah yang memiliki perpustakaan hidup cenderung melahirkan siswa yang memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kemampuan literasi yang lebih baik, dan daya saing yang lebih kuat.

Karena itu, ketika Dana BOS menyediakan ruang untuk pengembangan perpustakaan, kesempatan tersebut seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pos belanja buku.

Ia harus dilihat sebagai peluang membangun fondasi kualitas sumber daya manusia Lampung.

Jika Lampung ingin melahirkan lebih banyak siswa berprestasi, lebih banyak inovator, lebih banyak peneliti, lebih banyak wirausahawan muda, maka pekerjaan itu tidak cukup dimulai dari ruang kelas.

Ia harus dimulai dari rak-rak buku yang memberi anak-anak kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas.

Sebab bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh sekolah yang memiliki gedung megah.

Bangsa yang besar dibangun oleh generasi yang gemar membaca, terbiasa berpikir, dan memiliki akses terhadap pengetahuan yang tak terbatas.

Dan semua itu biasanya dimulai dari sebuah perpustakaan.

Penulis : wahyudi, s.e

Editor : duta

Berita Terkait

Sukses SNBT, Saatnya Sekolah Lampung Bangun Perpustakaan
Thomas Amirico Kunjungi SMAN 1 Tegineneng, Angkat Capaian Tinggi Lolos PTN 2026
RMD Gandeng Pengusaha Billboard Lampung, Sukses Hantarkan Ade Jona ke Tampuk Pimpinan HIPMI
WTP Ke-12 Sukses Diraih, Ini Rincian Anggaran dan PR Berharga Miliaran Rupiah untuk Lampung
DPRD Lampung Komisi V Apresiasi SPMB 2026, Transparansi dan Sistem Real Time Dinilai Jadi Terobosan Dinas pendidikan yang Sukses
PTUN Bandar Lampung Kabulkan Gugatan Roya Tanah Sindang Anom
Kacabdin Wilayah II Cek Langsung Pelaksanaan TPA SPMB, Pastikan Transparan dan Objektif
Memangkas Carut Marut MBG, BGN Tiap Daerah Berkontrak Langsung Dengan Mitra Dapur MBG
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:32 WIB

Dana BOS dan PR Literasi Lampung: Saatnya Perpustakaan Menjadi Prioritas

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:42 WIB

Sukses SNBT, Saatnya Sekolah Lampung Bangun Perpustakaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:21 WIB

Thomas Amirico Kunjungi SMAN 1 Tegineneng, Angkat Capaian Tinggi Lolos PTN 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:27 WIB

RMD Gandeng Pengusaha Billboard Lampung, Sukses Hantarkan Ade Jona ke Tampuk Pimpinan HIPMI

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:16 WIB

WTP Ke-12 Sukses Diraih, Ini Rincian Anggaran dan PR Berharga Miliaran Rupiah untuk Lampung

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Sukses SNBT, Saatnya Sekolah Lampung Bangun Perpustakaan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:42 WIB