
Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Debat publik kedua bagi Pasangan Calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, pada Sabtu (2/11/2024).
Debat ini mempertemukan Paslon 01, Arinal Djunaidi dan Sutono, serta Paslon 02, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela.
Kedua pasangan calon adu gagasan dalam menyampaikan pandangan mereka terkait tema yang diangkat kali ini, yaitu Hukum, Pemerintahan, Sosial, dan Budaya.
Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami, mengungkapkan harapannya agar debat ini menjadi ajang bagi para calon untuk mengemukakan visi, misi, dan program kerja yang konkret.
Terkait dengan bahasan Budaya, dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung berkomitmen untuk terus melestarikan Bahasa Lampung.
Panelis bertanya kepada Paslon 01 tentang upaya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi, pentingnya bahasa daerah, khususnya bahasa Lampung, semakin mendesak untuk diperhatikan.
Calon Gubernur Lampung nomor urut 01, Arinal Djunaidi mengatakan bahwa meskipun provinsi ini menerima pengaruh berbagai bahasa, bahasa Lampung tetap menjadi prioritas dan Bahasa Lampung akan tetap menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran.
Selain itu, Arinal juga menekankan pentingnya partisipasi seluruh masyarakat dalam melestarikan bahasa dan budaya Lampung.
Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 01, Sutono menambahkan pihaknya akan memberikan apresiasi kepada guru-guru yang mengajarkan bahasa Lampung, serta memperbanyak event untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa dan budaya Lampung.
Dalam menanggapi pertanyaan terkait Budaya ini, Calon Gubernur Lampung Nomor Urut 02, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Lampung (Unila) yang memiliki program studi Bahasa Lampung, tapi yang harus dipastikan lagi adalah lulusan itu terserap dengan baik
Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 02, Jihan Nurlela menambahkan bahwa kebiasaan berbahasa Lampung itu juga harus dimulai dari diri sendiri dan di lingkungan paling kecil.
“Jika terpilih nanti, kami akan menerapkan Hari Kamis Lampung, kita akan berbicara bahasa Lampung di wilayah birokrat untuk Budaya batik Lampung,” pungkasnya.

Namun ada hal yang unik yang terlihat oleh media saat pembahasan materi budaya ini. Tampak bahasa tubuh mereka yang bisa jadi mencerminkan apa yang sedang ada dalam pikiran kedua Cagub Lampung ini.
Pada saat masing-masing Calon Wakil Gubernur menyampaikan pendapatnya terkait dengan Cagar Budaya dan Kedua Calon Gubernur diberi kesempatan duduk, terlihat keduanya menampakkan sikap yang lebih santai dibandingkan pada saat pembahasan materi lainnya, mengusap-usap dagu dan gerakan-gerakan lainnya, seperti enggan dan tidak begitu fokus pada pembicaraan materi yang sedang dibahas, mungkin keduanya beranggapan terkait cagar budaya bukan hal yang prioritas.
Semoga ini bukan pertanda bahwa apa yang disampaikan oleh kedua Paslon Cagub dan Cawagub Lampung terkait komitmennya terhadap Budaya Lampung bukan hanya sekedar janji di mulut belaka, tapi akan dibuktikan secara nyata pada saat mereka terpilih nanti, siapapun mereka, semoga.
Penulis : Yudhi



