Pesta Selesai, Sidang Rumah Tangga Dimulai

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesta Selesai, Sidang Rumah Tangga Dimulai

Penulis: Bang Kumis

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Di sebuah warung kopi sederhana di pojokan pasar, Pak Haji dan Panglima duduk menghadap gelas kopi hitam panas. Udara sore agak gerah, tapi obrolan mereka jauh lebih panas-tentang gosip GM yang belakangan bikin heboh.

Panglima menghela napas, lalu nyeletuk pelan:

“Pak Haji, narkoba itu memang bahaya. Tapi menurut saya, yang lebih bahaya itu kalau gosip PL GM sampai bocor ke telinga istri-istri para pejabat dan pengusaha kota ini. Bisa tamat riwayat rumah tangga mereka.”

Pak Haji tak bisa menahan tawa kecil. Diseruputnya kopi, lalu ia balas dengan nada penuh pengalaman.

“Betul, Pang. Urusan ekstasi bisa diberesin dengan rehabilitasi rawat jalan. Tapi kalau urusannya PL cakep yang katanya sudah langganan, apalagi sampai ada yang di-koskan, itu bukan lagi rehab, tapi rawat inap rumah tangga. Dan percayalah, hukuman istri jauh lebih berat daripada vonis hakim.”

Panglima mencondongkan badan, suaranya merendah seolah takut ada kuping lain yang mendengar.

Baca Juga :  PW Muslimat Al Washliyah Lampung Tekankan Peran Ibu sebagai Madrasatul Ula

“Saya dengar, Ji… ada PL yang malah sudah mulai berbadan dua. Waduh, kalau gosip itu benar, ini bukan pesta narkoba lagi. Ini sudah investasi jangka panjang yang salah alamat.”

Pak Haji mengelus jenggot, menggeleng pelan.

“Astagfirullah, Pang. Kalau begitu ceritanya, BNN nggak cukup. Kita perlu bikin lembaga baru: BNR, Badan Nasional Rumah Tangga. Kerjanya khusus ngejar bapak-bapak bandel biar nggak bikin malu keluarga. Apalagi kan sudah ada organisasi tak resmi: Pengurus ISTI alias Ikatan Suami Takut Istri. Itu justru yang paling efektif menjaga stabilitas bangsa.”

*Obrolan makin liar*

Panglima terkekeh sambil melirik kiri-kanan.

“Bener, Ji. Karena kalau istri sudah mulai curiga, nanyanya itu lebih serem dari penyidik. ‘Kemarin rapat bisnis kok pulangnya bau parfum karaoke?’ Nah, coba jawab tuh kalau berani.”

Pak Haji menepuk meja kecil di depannya.

“Lha iya. Aparat paling banter kasih status rehabilitasi. Tapi istri? Dia bisa kasih status janda terhormat. Lebih pedih, Pang! Itu hukuman tanpa banding, tanpa kasasi. Yang lebih bahaya lagi kalo mertuanya pejabat, ihh ngeri! Bisa-bisa rumahnya nanti dijarah massa. Waduhhh kacau nih.”

Baca Juga :  Kapolda Minta Orang Tua Mengontrol Penggunaan Gadget Pada Anak

Panglima terbahak, nyaris tersedak kopi.

“Hahaha, iya Ji! Jadi musuh paling berbahaya sekarang bukan lagi BNNP, tapi bini di rumah. Kalau mereka sudah buka mulut, tamatlah sudah karir para bapak-bapak itu. Karena sidang rumah tangga itu nggak ada pengacara yang bisa menangin.”

Pak Haji lalu mengangkat gelasnya tinggi-tinggi, seperti memberi petuah terakhir.

“Ingat, Pang. Narkoba itu merusak tubuh, tapi gosip PL bisa merusak keluarga. Dan kerusakan keluarga, Pang, obatnya nggak dijual di apotek. Adanya cuma di pengadilan agama.”

Warung kopi mendadak hening. Hanya terdengar suara kipas angin tua yang berdecit. Dua lelaki itu saling pandang, lalu tertawa getir. Di luar, lalu lintas kota tetap ramai. Tapi bagi sebagian rumah tangga, badai sesungguhnya justru baru akan dimulai-badai yang lahir dari aroma parfum karaoke dan cerita GM yang tak kunjung padam.

Berita Terkait

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase
Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor
Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?
Rekening PT PSMI Diblokir, Nasib 60 Ribu Warga Terancam! FORSAL dan For-WIN Minta Kejaksaan Jangan Abaikan Rakyat
Bandar Lampung Sekarat: Menelanjangi Celah Izin Perumahan Berkedok Tambang Ilegal
Coreng Institusi Adhyaksa: Oknum Kejari Lampung Barat Diduga Nyabu, Desakan PTDH Menguat!
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 06:41 WIB

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan

Rabu, 4 November 2026 - 11:59 WIB

Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase

Senin, 2 November 2026 - 22:11 WIB

Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor

Senin, 2 November 2026 - 15:31 WIB

Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:41 WIB