
Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh pengurus Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Provinsi Lampung untuk menebar kepedulian sosial.
Organisasi dakwah tersebut menggelar kegiatan berbagi takjil gratis untuk berbuka puasa serta sahur on the road bagi masyarakat pekerja malam di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung, Sabtu hingga Minggu, 7–8 Maret 2026.
Kegiatan ini menyasar masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari, seperti pengemudi ojek online, pekerja malam, hingga kaum dhuafa yang berada di jalanan.
Ketua MCMI Provinsi Lampung Dr. Sodirin, SE., MM mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari syiar dakwah di bulan suci Ramadhan.
“Pada kesempatan ini kami pengurus MCMI Provinsi Lampung melaksanakan sahur bersama masyarakat pekerja malam dan kaum dhuafa, termasuk para pengemudi ojek online. Kegiatan ini terlaksana atas partisipasi para penasehat, pengurus, kader, dan keluarga besar MCMI Provinsi Lampung,” kata Sodirin di sela kegiatan.
Selain sahur bersama, MCMI Lampung juga membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
“Kami juga membagikan takjil untuk masyarakat yang sedang dalam perjalanan agar bisa berbuka puasa tepat waktu. Mudah-mudahan ini menjadi amal kebaikan bersama dan membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga berlandaskan pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan memberi makan kepada orang yang berpuasa.
“Hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan, berilah makanan sahur untuk orang yang berpuasa karena dalam sahur itu ada keberkahan. Orang yang memberi makan kepada orang lain, Allah SWT akan memberinya makan dan buah-buahan di surga,” jelasnya.
Sodirin yang juga sebagai Rektor Universitas Saburai menegaskan bahwa MCMI hadir sebagai organisasi dakwah yang ingin menghidupkan nilai-nilai Islam yang penuh rahmat dan kepedulian di tengah masyarakat.
“Mari bergabung bersama organisasi dakwah Masyarakat Cinta Masjid Indonesia. MCMI hadir untuk meneguhkan, menggelorakan, dan mensyiarkan ruh Islam yang sebenarnya, yaitu Islam rahmatan lil alamin, Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan pada kekayaan, melainkan pada kepeduliannya terhadap sesama.
“Orang yang luar biasa itu adalah orang yang sedang sulit hidupnya, tetapi masih memikirkan kesulitan orang lain,” tutur Sodirin.



