Niat Ingin Melerai, Anggota Peradi Dikeroyok Puluhan Preman Kampung dan Oknum Pengurus Masjid

- Jurnalis

Jumat, 4 Oktober 2024 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Salah satu anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Lampung, berinisial AN dikeroyok puluhan preman kampung dan oknum pengurus Masjid Jami’ An-Nur Rajabasa, Lampung, beberapa waktu lalu.

AN mengatakan, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada waktu salat magrib ketika dirinya hendak menunaikan ibadah.

Pada saat itu, kata AN, terjadi perselisihan antara seorang jemaah pengunjung dan salah satu preman kampung.

“Saya lagi berwudu. Salah seorang pengunjung berselisih dengan preman yang baru selesai salat lantaran pengunjung menggunakan sandal ke toilet,” kata AN seperti dikutip di Lampung, Jumat, 4 Oktober 2024.

AN menjelaskan, preman tersebut menegur jemaah dengan cara tak elok. Karena itu, kata AN, dirinya pun menegur si preman untuk tidak bertengkar di area masjid.

“Jangan berkelahi di sini. Ini masjid, tempat ibadah. Nanti yang salat jadi terganggu. Kalau mau ribut, di luar sana,” katanya.

Mendengar perkataan tersebut, kata AN, si preman tak terima dan lantas menghardik dirinya yang telah selesai mengambil wudu dan bersiap untuk beribadah.

Baca Juga :  ARUN Dukung Langkah Kapolda Lampung Tegakkan HGU 20 Persen

“Dia menghardik saya juga. Saya bilang lagi kalau ini masjid, tempat ibadah,” katanya.

AN mengatakan, preman kampung tersebut justru berteriak sehingga mengundang kawanannya serta beberapa oknum pengurus masjid setempat.

Tak dapat dihindar, AN mengatakan tiba-tiba dirinya langsung dikeroyok oleh puluhan orang di antaranya puluhan preman kampung dan beberapa oknum pengurus Masjid Jami’ An-Nur Rajabasa, Lampung.

“Tiba-tiba mereka mengeroyok saya. Ada sekitar 25 orang. Tangan saya ditarik, leher saya dipiting, serta ulu hati saya ditendang sampai saya terpental,” katanya.

Tidak selesai di situ, kata AN, rekannya yang berinisial S pun jadi bulan-bulanan puluhan preman kampung dan beberapa oknum pengurus masjid.

“Teman saya, si S, mau coba melerai. Tapi dia jadi sasaran. Dicekik,” katanya.

Merasa tak lagi aman, AN dan S akhirnya lekas berlari meninggalkan tempat tersebut.

Baca Juga :  Kapolda Lampung: Pilkada 2024 Aman dan Damai, Apresiasi Untuk Paslon dan Jajaran Kepolisian

Nahasnya, kata AN, jemaah pengunjung yang selisih pada saat awal kejadian jadi sasaran berikutnya.

Pemuda itu, kata AN, dikeroyok puluhan massa tersebut. “Saya keluar masjid. Tidak jadi salat demi keamanan diri saya. Tapi jemaah yang awal itu digebukin,” katanya.

Akibat dari peristiwa tersebut, AN bersama rekannya S pergi ke Polsek Kedaton, Bandar Lampung, Lampung, untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya.

AN pun juga segera melakukan visum untuk dijadikan alat bukti atas pengeroyokan puluhan preman kampung dan beberapa oknum pengurus Masjid Jami’ An-Nur.

“Sampai dengan hari ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi,” katanya.

Ia pun berharap pihak kepolisian dapat segera meringkus para pelaku yang berbuat onar di area tempat ibadah tersebut.

“Semoga tidak terjadi lagi hal yang saya alami di tempat ibadah lainnya. Semua pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum biar ada efek jera,” tandasnya.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

Sidang Bongkar Dugaan TPPU Dendi Ramadhona, Pembelian Saham RS Urip Rp500 Juta Diduga Pakai Nama Orang Lain
EMBEGE Tak Membuat Si Kecil Kenyang, Si Besar Justru Mengaum “Kelaparan”
Menakar Jalan Tengah Kemitraan Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan di Tengah Defisit Fiskal Lampung
HIPMI Gelar Munas di Bandar Lampung, Jamal: Semangat Pengusaha Pejuang Harus Terus Dijaga
Dana BOS dan PR Literasi Lampung: Saatnya Perpustakaan Menjadi Prioritas
Sukses SNBT, Saatnya Sekolah Lampung Bangun Perpustakaan
RMD Gandeng Pengusaha Billboard Lampung, Sukses Hantarkan Ade Jona ke Tampuk Pimpinan HIPMI
WTP Ke-12 Sukses Diraih, Ini Rincian Anggaran dan PR Berharga Miliaran Rupiah untuk Lampung
Berita ini 245 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:08 WIB

Sidang Bongkar Dugaan TPPU Dendi Ramadhona, Pembelian Saham RS Urip Rp500 Juta Diduga Pakai Nama Orang Lain

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:44 WIB

EMBEGE Tak Membuat Si Kecil Kenyang, Si Besar Justru Mengaum “Kelaparan”

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:34 WIB

Menakar Jalan Tengah Kemitraan Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan di Tengah Defisit Fiskal Lampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:32 WIB

Dana BOS dan PR Literasi Lampung: Saatnya Perpustakaan Menjadi Prioritas

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:42 WIB

Sukses SNBT, Saatnya Sekolah Lampung Bangun Perpustakaan

Berita Terbaru