100 Hari Kerja Gubernur Seputar Harga Bawang, Bukan Rintihan Kaum Kecil Buruh Yang Terjajah

- Jurnalis

Minggu, 23 Maret 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Ada hal yang menggelitik setelah diadakannya Acara Ngobrol Bareng Pemred dan Buka Puasa Bersama Gubernur Lampung dan Para Pemred beberapa Media Provinsi Lampung yang diadakan pada hari Sabtu (22/03/2025) di Akar Hotel, Bandar Lampung.

Banyak hal lain yang layak menjadi prioritas selain pembenahan infrastruktur jalan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya. Ada hal yang harus dicermati terkait banyaknya buruh yang nasibnya di ujung tanduk dan terancam gagal berlebaran.

Seperti diberitakan sebelumnya, 150 buruh Rumah Sakit Abdul Moeluk yang mogok kerja, pada hari Senin (03/03/2025) lalu, seperti apa nasibnya saat ini.

Diketahui sejumlah orang pekerja beberkan nasibnya di kantor Gepak Lampung, setelah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjelang bulan Ramadhan 2025. Wahyudi, Ketua Gepak Lampung jelaskan bahwa para pekerja salah satu Perusahaan di wilayah Lampung, PT Visi Prima Arta melalui Perusahaan Outsourcing PT Damarindo Mandiri, diduga telah melakukan pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para pekerja yang telah berkerja hingga 8 tahun berkerja, menjelang Ramadhan 2025, tanpa mendapatkan pesangon kerja .

Baca Juga :  Di Tengah Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta, GEPAK Nilai Pernyataan Ketua Kwarcab Janggal

Terkait hal ini, apa yang telah Pemerintah Provinsi Lampung lakukan. Pemerintah harusnya segera hadir untuk menangani permasalahan ini.
Apakah Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung serta Pihak Rumah Sakit Abdul Moeluk telah duduk satu meja membahas ini.
Apakah Dinas Tenaga Kerja telah melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, baik itu perusahaan pemberi kerja maupun pihak Outsourcing.

Pihak DPRD Provinsi Lampung melalui Komisi V apakah juga telah menindaklanjuti janjinya untuk ikut mendalami permasalahan ini, dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, mungkin lewat Rapat Dengar Pendapatnya.

Apakah semua langkah-langkah ini sudah dilakukan?. Jika iya, sudah sejauh mana perkembangannya. Sudah selayaknya para buruh mengetahui informasi terkini tentang nasib mereka.

Baca Juga :  Diduga Langgar GSJ dan Tata Ruang, PPWI Desak Pemkot Audit Pembangunan Hostel Melana"

Wahyudi berharap penanganan permasalahan ini lebih serius dan segera dilakukan oleh para petinggi Provinsi Lampung terkait, yang memiliki kewenangan untuk itu.

“Penanganan permasalahan ini harusnya disegerakan, lebih terbuka dan transparan, agar buruh ini dapat lebih cepat tahu bagaimana nasib mereka kedepannya.” Ujar Wahyudi .

“Belum lagi Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Keluarga dibalik 150 orang buruh ini sangat membutuhkan kejelasan nasib mereka, mereka juga ingin menikmati hari raya seperti masyarakat umum lainnya,” ujar Wahyudi lagi.

Wahyudi berharap Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Gubernur Lampung dapat mengambil sikap lebih konkret terkait PHK terhadap 150 orang buruh Rumah Sakit Abdul Moeluk ini, karena selayaknya Program Kerja 100 Hari Gubernur Lampung tidak hanya memperhatikan Prioritas Program Kerja Pemerintah Pusat dan pembangunan infrastruktur saja, tapi juga seharusnya memperhatikan kesejahteraan masyarakat Lampung khususnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jamal KNPI Lampung Soroti Sulitnya Mencari Nafkah, Minta Pemerintah Lebih Peka terhadap Kondisi Rakyat
Tindak Lanjut Instruksi Bunda Eva, Kelurahan Tanjung Agung Raya Gencarkan Jumat Bersih
KAKI Lampung Desak Dapur MBG Labuhan Ratu Ditutup, Diduga Beroperasi Tanpa IPAL
Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju
Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid
Anggaran Gemuk, Armada Amburadul! Rp40,8 Miliar DLH Bandar Lampung Dipertanyakan, Ban Truk Berurat Kawat
Mobil Hitam Plat B 2803 TVF Diduga Ngecor Pertalite ke Warung di Gunung Terang
Dugaan Intervensi Kasus Pencabulan Santriwati, Laskar Lampung Desak Qomarudin Dicopot
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jamal KNPI Lampung Soroti Sulitnya Mencari Nafkah, Minta Pemerintah Lebih Peka terhadap Kondisi Rakyat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Tindak Lanjut Instruksi Bunda Eva, Kelurahan Tanjung Agung Raya Gencarkan Jumat Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:36 WIB

KAKI Lampung Desak Dapur MBG Labuhan Ratu Ditutup, Diduga Beroperasi Tanpa IPAL

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Thomas Amirico Ingatkan Guru Evaluasi Cara Mengajar, Siswa Tak Naik Kelas Bukan Semata Kesalahan Murid

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Bersama LJK, Karang Taruna Lampung Mulai Terjun ke Desaku Maju

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:27 WIB