
Pesawaran, Atmosfirnews.id
SMKN 1 Tegineneng menggelar pelatihan pengembangan kompetensi literasi bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti tim manajemen sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Pelatihan juga menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa untuk memberikan penguatan terkait pengembangan budaya literasi di sekolah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Cabdin) Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, turut menghadiri kegiatan tersebut sekaligus memberikan arahan kepada peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Rodi menegaskan pentingnya penguatan literasi di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini.
Menurutnya, dunia pendidikan dituntut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif.
“Literasi saat ini bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi bagaimana peserta didik mampu memahami informasi dengan baik, berpikir kritis, dan memiliki kemampuan komunikasi yang kuat,” kata Rodi.
Ia mengatakan, guru memiliki peran sentral dalam membangun budaya literasi di sekolah. Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Guru harus menjadi contoh sekaligus motor penggerak budaya literasi di sekolah. Kalau budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis hidup di lingkungan sekolah, maka kualitas pendidikan juga akan meningkat,” ujarnya.
Rodi juga mengapresiasi langkah SMKN 1 Tegineneng yang dinilai aktif menghadirkan program pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik.
Menurutnya, kolaborasi sekolah dengan berbagai pihak, termasuk Balai Bahasa, menjadi langkah positif dalam mendukung transformasi pendidikan di Provinsi Lampung.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena menjadi ruang peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Harapannya, ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata bagi peserta didik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tegineneng Junaina, menyebut pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif mengenai strategi pembelajaran berbasis literasi dan tantangan pendidikan di era digital,”pungkasnya.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan guru dan tenaga kependidikan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.



