
Jakarta, Atmosfirnews.id
Kepedulian terhadap kemanusiaan, penguatan nilai keagamaan, serta perlindungan hak perempuan dan anak menjadi fokus utama bagi Aprozi Alam dalam mengemban amanah rakyat di tingkat nasional. Pria kelahiran 10 Desember 1969 ini merupakan kader potensial Partai Golongan Karya (Golkar) yang kini tengah mengabdi di parlemen Senayan.
Aprozi Alam resmi melenggang ke ibu kota setelah sukses terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk masa jabatan 2024–2029. Mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung II, ia membawa misi besar untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat di daerah pemilihannya.
Fokus Mengawal Kesejahteraan dan Keadilan Sosial di Komisi VIII
Di periode pertamanya di DPR RI, Fraksi Partai Golkar mempercayakan Aprozi Alam untuk duduk di Komisi VIII DPR RI. Komisi ini memegang peranan yang sangat sensitif sekaligus krusial karena bersentuhan langsung dengan aspek sosial, moral, dan kemanusiaan di Indonesia, yang membidangi sektor:
Agama: Mengawal kebijakan penyelenggaraan ibadah, kerukunan antarumat beragama, dan penguatan lembaga keagamaan.
Sosial: Mendorong efektivitas penyaluran bantuan sosial (bansos), pengentasan kemiskinan, serta penanggulangan bencana.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA): Bersuara lantang dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mendorong kesetaraan gender.
Jembatan Aspirasi Masyarakat Lampung
Sebagai wakil rakyat yang berangkat dari Dapil Lampung II—yang meliputi wilayah luas dari Lampung Tengah hingga Way Kanan—Aprozi dikenal aktif dalam menjalin komunikasi dengan konstituennya. Kehadirannya di Komisi VIII dirasa sangat tepat untuk mengawal berbagai program penguatan jaring pengaman sosial yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah.
Kombinasi antara bendera besar Partai Golkar dan komitmen pribadinya dalam mengawal isu-isu humanis menempatkan Aprozi Alam sebagai salah satu legislator muda parlemen yang diharapkan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan nasional yang inklusif, adil, dan pro-rakyat.









