Kocok Bekam Bisik – Bisik Calon Dokter Titipan Suap Karomani

- Jurnalis

Selasa, 3 Desember 2024 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandarlampung – Atmosfirnews.id
Bisik-bisik soal perjalan kasus mantan Rekor Universitas Lampung (Unila) Karomani Cs hanya menyeret nama Andi Desfiandi sebagai penyuap yang mana diketahui dalam kasus ini semestinya banyak nama – nama lainnya yang terlibat jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji ulang dan mengembangkan kembali kasus tersebut .

Dalam fakta persidangan yang digelar, banyak dari golongan kalangan para pejabat, mantan pejabat dan kalangan pengusaha hingga kalangan politisi yang juga menitipkan calon Mahasiswa agar dapat diterima di Fakultas Kedokteran Unila tersebut.

Dari pengamatan media, sejak dijatuhkannya Vonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang Bandar Lampung pada (24/5/2023) silam, tanda – tanda unsur keterlibatan dalam pemberian suap di ruang lingkup dunia pendidikan tersebut, belum benar-benar terang benderang mengusut fakta hasil persidangan.

Baca Juga :  Ultra Kencana Resmi Menjadi Ketua DPC PPWI Kota Bandar Lampung, Siap Berkolaborasi dan Bersinergi Dengan Pemkot Bandar Lampung

Sementara, dalam pengungkapan kasus suap mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani Cs seakan tebang pilih dalam menegakan hukum, tegak lurus , yang terkesan KPK jalan di tempat dan disinyalir kasus tersebut dikocok bekam .

Ditempat terpisah, Ketua Gepak Lampung, Wahyudi ikut menyoroti kasus ini, yang mana dirinya menilai adanya ketidak-seimbangan KPK dalam mengusut tuntas kasus tersebut.
“Meski fakta – fakta persidangan terbuka lebar mengungkapkan banyaknya kalangan petinggi yang terlibat, namun mengapa tidak terpapar dalam menindak-lanjuti kasus tersebut,” tegas Wahyudi .

Seperti diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, Sabtu (20/8/2022) dini hari.

Baca Juga :  Tembok Longsor Timpa Rumah Warga, Ibu Buruh Cuci Mohon Bantuan Pemkot Bandar Lampung

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam OTT ini, KPK juga turut menangkap tujuh orang, termasuk di dalamnya adalah pejabat Unila. Mereka ditangkap di dua wilayah, yakni Bandung, Jawa Barat dan Lampung.

“Tim KPK sejauh ini mengamankan sekitar 7 orang di Bandung dan Lampung. Termasuk rektor dan pejabat kampus dimaksud,” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada media (20/8/2022)

Ali mengatakan tujuh orang tersebut ditangkap karena diduga terlibat dalam suap terkait penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Lapor Bunda Eva! SDN 2 Rawa Laut Diduga Sengsarakan Wali Murid, Paksa Beli Buku Bupena Rp140 Ribu
Lurah Tanjung Agung Raya Sampaikan Klarifikasi Terkait Kronologi Insiden dan Dugaan Pengancaman Antarwarga
Terseret Dugaan Makelar Jabatan, Kakak Kepala Inspektorat Bandar Lampung Dilaporkan ke Polda Lampung
Kabur Dari Tanggung Jawab! Kabag Kesra Balam Sok Sibuk Saat di Konfirmasi Terkait Skandal Umrah Rp38 Juta
Mengusung Nama Lampung, Satelit Ini Ternyata Bukan Milik Pemerintah Provinsi
Mengusung Nama Lampung, Satelit Ini Ternyata Bukan Milik Pemerintah Provinsi
Di Atas Harga Pasar, Biaya Program Umrah Pemkot Bandar Lampung Rp38 Juta per Jamaah Dipertanyakan
Diduga Langgar GSJ dan Tata Ruang, PPWI Desak Pemkot Audit Pembangunan Hostel Melana”
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Lapor Bunda Eva! SDN 2 Rawa Laut Diduga Sengsarakan Wali Murid, Paksa Beli Buku Bupena Rp140 Ribu

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Lurah Tanjung Agung Raya Sampaikan Klarifikasi Terkait Kronologi Insiden dan Dugaan Pengancaman Antarwarga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Terseret Dugaan Makelar Jabatan, Kakak Kepala Inspektorat Bandar Lampung Dilaporkan ke Polda Lampung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kabur Dari Tanggung Jawab! Kabag Kesra Balam Sok Sibuk Saat di Konfirmasi Terkait Skandal Umrah Rp38 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Mengusung Nama Lampung, Satelit Ini Ternyata Bukan Milik Pemerintah Provinsi

Berita Terbaru