Gepak Lampung Konsisten Desak Penuntasan Kasus Narkoba, Ungkap Fakta Baru

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (Gepak) Lampung menegaskan akan tetap konsisten mengawal penuntasan kasus narkoba yang menyeret sejumlah nama dari penggerebekan di Hotel Grand Mercure.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Gepak Lampung, Wahyudi, dalam orasi aksi di depan kantor BNNP Lampung.

Wahyudi menekankan bahwa massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Anti Narkoba provinsi Lampung akan terus menjaga kondusivitas, sembari menekan aparat agar tidak setengah hati dalam menangani kasus besar tersebut.

“Kami ingin aksi ini tetap berjalan tertib. Marwah Gubernur Lampung harus dijaga, karena beliau sudah menjadi contoh bagi provinsi lain bahwa aksi di Lampung selalu kondusif. Saya berharap massa tetap menjaga ketertiban sehingga tidak berbenturan dengan aparat kepolisian,” tegas Wahyudi.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Anak di Lampung Selatan Viral di Medsos, Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan

Selain menyoroti soal kondusivitas aksi, Wahyudi juga mengungkap fakta baru terkait operasi yang menyeret pengurus HIPMI Lampung di Grand Mercure.

Menurutnya, operasi tersebut melibatkan langsung seorang pejabat BNNP Lampung.

“Kami buka di sini, bahwa Kombes Yonce ikut terlibat sekaligus menjadi ketua operasi dalam kasus ini,” ungkap Wahyudi di hadapan massa.

Baca Juga :  LG Kendaraan Modifikasi Jenis L300 Nopol B 9013BOR dan BH 8309, Diduga Penghisap BBM Subsidi di Sejumlah SPBU Tidak Tersentuh Hukum

Pernyataan itu kemudian dibenarkan oleh Kombes Pol Yonce, yang mengakui dirinya memang bertugas sebagai ketua tim operasi.

“Benar, saya adalah ketua tim dalam operasi tersebut. Dari kegiatan kemarin, BNN kembali melakukan tindak lanjut dan berhasil mengamankan tujuh orang tersangka,” jelas Yonce.

Yonce juga menjelaskan bahwa dari hasil operasi, BNN kembali melakukan tindak lanjut dan berhasil mengamankan tujuh orang tersangka.

“Dari kegiatan kemarin, BNN berhasil mengamankan tujuh orang tersangka. Seharusnya, di sana juga ditemukan 13 kilogram sabu dan 10 ribu butir ekstasi,” klaim Yonce.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kepala BKPSDM Bandar Lampung Bungkam Terkait Dugaan Pungutan Tenaga Kontrak Rp30 Juta, Oknum Kabid Disebut Terlibat
Lomba Tandu Darurat PMR se-Lampung Dibuka, PMI Way Kanan Siap Tampilkan Kemampuan Terbaik
Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu
Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan
Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita
Antara Ambisi dan Kesiapan, Menyoal Pencalonan Dr. Budiyono di Bursa Rektor Unila
Dituding Gelapkan Mobil Rental, Yunika Bantah dan Klaim Kendaraan Telah Diserahkan
Semarak Harhubnas ke-55, Dishub Bandar Lampung Apresiasi Pegawai Berprestasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:26 WIB

Kepala BKPSDM Bandar Lampung Bungkam Terkait Dugaan Pungutan Tenaga Kontrak Rp30 Juta, Oknum Kabid Disebut Terlibat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Lomba Tandu Darurat PMR se-Lampung Dibuka, PMI Way Kanan Siap Tampilkan Kemampuan Terbaik

Senin, 21 September 2026 - 21:57 WIB

Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu

Senin, 21 September 2026 - 17:40 WIB

Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita

Senin, 21 September 2026 - 08:34 WIB

Antara Ambisi dan Kesiapan, Menyoal Pencalonan Dr. Budiyono di Bursa Rektor Unila

Berita Terbaru

Berita Utama

Jelang Kongres di Lampung, Ridho Alamsyah Muncul di Bursa PB HMI

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:18 WIB