
Bandar Lampung,, Atmosfirnews.id
Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandar Lampung terus menjadi sorotan.
Puluhan siswa dari SDN 2 Sukabumi, SMP 31 Campang Raya, hingga SMK 5 Bandar Lampung mengalami diare, sakit perut, muntah-muntah, dan pusing. Bahkan salah satu siswa SMK 5 hingga kini masih mengeluhkan demam, pusing, dan diare.
Sementara itu, pihak sekolah mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan karena masih menunggu pemeriksaan terhadap MBG yang disediakan oleh SPPG, pihak yang membuat makanan tersebut.
Ketua Umum Gepak Lampung, Wahyudi, menegaskan keprihatinannya dan mendesak SPPG bertindak cepat serta bertanggung jawab.
“Kami dari lembaga sangat prihatin dengan peristiwa ini. Masalah yang timbul berdampak bagi orang tua siswa, karena sampai saat ini pihak sekolah belum ada tindakan pertanggungjawaban ke wali murid. Ini harus disikapi secara cepat, jangan sampai berakibat fatal,” tegas Wahyudi, Sabtu (30/8/2025).
Wahyudi menambahkan bahwa jika kesalahan terbukti berasal dari pihak SPPG, pihaknya akan menuntut pertanggungjawaban penuh.
“Jangan biarkan siswa menjadi korban dari kesalahan pihak MBG. Bahkan jika terbukti ada pelanggaran pidana yang timbul dari perbuatan ini, kami tidak akan segan-segan melaporkan ke aparat penegak hukum,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, SPPG maupun dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk menangani keracunan siswa.
Penulis : Redaksi



