Kelangkaan BBM Sengsarakan Masyarakat di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Medan—Kelangkaan hampir seluruh jenis BBM Pertamina kembali terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara. Situasi tersebut meliputi Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, hingga Tanjung Balai.

Kondisi ini bukan lagi sekadar keterlambatan distribusi, tetapi telah mengganggu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan operasional ratusan SPBU. Masyarakat kembali dipaksa mengantre panjang hanya untuk mendapatkan BBM, sementara banyak SPBU tidak dapat melayani konsumen karena stok belum tiba.

Salah satu kondisi tersebut terlihat pada SPBU 14.201.106 Jalan AH. Nasution, Medan, pada Jumat (10/7/2026) pukul 07.37 WIB. Terlihat papan pemberitahuan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex “Dalam Perjalanan”, yang menunjukkan pasokan belum tersedia di SPBU, begitu juga jalan Lintas Langkat – Banda Aceh lumpuh total.

Anto, warga Medan Johor menuturkan, ia sudah mendatangi sejumlah SPBU di Medan, tapi rata-rata pihak pengelola mengaku kehabisan stok atau lagi dalam perjalanan.

“Besar sekali efeknya kalau terjadi kelangkaan seperti ini. Aktivitas masyarakat pun jadi terhambat,” keluhnya.

Baca Juga :  WTP Ke-12 Sukses Diraih, Ini Rincian Anggaran dan PR Berharga Miliaran Rupiah untuk Lampung

Ia juga menyesalkan sikap Pertamina sebagai perusahaan yang mengurusi penyediaan BBM di tanah air yang terkesan tidak peka dengan kondisi ini.

“Masyarakat sudah diberatkan dengan harga BBM yang tinggi, sekarang dihadapkan lagi dengan kelangkaan. Kan kacau. Sudah hampir 81 tahun kita merdeka, tapi permasalahan klasik seperti ini terus saja berulang,” ucapnya.

Ironisnya, meskipun berbagai pihak telah meminta adanya perbaikan sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, tapi hal itu belum juga terealisasi.

Selain masyarakat, para pengusaha SPBU turut mempertanyakan mengapa gangguan distribusi masih terus terjadi tanpa solusi yang mampu mencegah kejadian berulang.

Pada gangguan distribusi sebelumnya, Pertamina pernah menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab terhambatnya distribusi.

Dampak yang ditimbulkan sangat besar:

* Antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan menyebabkan kemacetan panjang.

* Aktivitas masyarakat terganggu karena waktu habis untuk mengantre BBM.

* Pengusaha SPBU mengalami kerugian karena tidak dapat melakukan penjualan, sementara biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, keamanan, dan biaya lainnya tetap berjalan.

Baca Juga :  SMSI Kawal Ketat Penyelenggaraan Pilkada Serentak Provinsi Lampung pada 27 November 2024

* Banyak Delivery Order (DO) yang belum terealisasi sehingga stok di SPBU kosong berjam-jam bahkan lebih lama.

Para pengusaha SPBU juga meminta Pertamina Patra Niaga menjelaskan secara terbuka penyebab terganggunya distribusi BBM. Berbagai informasi yang beredar di lapangan mengenai keterbatasan armada mobil tangki, perubahan jumlah pengemudi, maupun faktor operasional lainnya perlu dijelaskan secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pengusaha SPBU dan masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk:

1. Memulihkan distribusi BBM secepatnya di seluruh Sumatera Utara.

2. Menjelaskan secara terbuka penyebab gangguan distribusi.

3. Menjamin kejadian serupa tidak terus berulang.

4. Mengevaluasi seluruh rantai distribusi BBM apabila terbukti terdapat kelemahan yang menyebabkan keterlambatan pasokan.

“BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Gangguan distribusi yang berulang tidak hanya merugikan pengusaha SPBU, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat luas. Karena itu, penyelesaian yang cepat, transparan, dan menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak,” ucap salah seorang pengusaha SPBU di Medan.(*)

Penulis : Wahyudi

Editor : JM

Berita Terkait

Redi Sanjaya, Tersangka Kasus Narkoba, Dikabarkan Tak Lagi Ditahan, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Propam
Ukir Prestasi Nasional, Atlet SMA Kebangsaan Lampung Sabet Dua Emas, Faddel Rebut Gelar Best of the Best
Hutama Karya Paparkan Trase Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Minta Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas
Setahun Kasus Tabrakan Kapal Tewaskan Dua Orang Tak Tuntas, Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Kinerja Polres Muna
Coreng Institusi Adhyaksa: Oknum Kejari Lampung Barat Diduga Nyabu, Desakan PTDH Menguat!
17 Tahun Berkarya, Octopuss Bandar Lampung Perkuat Kepedulian terhadap Sesama
Tak Sekadar Berbisnis, Dua Pengusaha Kompak Bangun Masjid dan Tebar Kepedulian di Pangandaran
Nuryadin dan Cahya Gandara Resmikan Masjid di Pangandaran, Salurkan 1.000 Paket Sembako
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:52 WIB

Redi Sanjaya, Tersangka Kasus Narkoba, Dikabarkan Tak Lagi Ditahan, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Propam

Senin, 2 November 2026 - 09:32 WIB

Ukir Prestasi Nasional, Atlet SMA Kebangsaan Lampung Sabet Dua Emas, Faddel Rebut Gelar Best of the Best

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Hutama Karya Paparkan Trase Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Minta Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Setahun Kasus Tabrakan Kapal Tewaskan Dua Orang Tak Tuntas, Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Kinerja Polres Muna

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Coreng Institusi Adhyaksa: Oknum Kejari Lampung Barat Diduga Nyabu, Desakan PTDH Menguat!

Berita Terbaru