Anggaran Haji Lampung Rp34 Miliar Disorot: Gepak Curigai Mark-Up dan Modus Pemborosan

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Dua paket pengadaan dalam program penyelenggaraan haji tahun 2025 yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung memicu kecaman publik. Nilainya yang fantastis dan urgensinya yang dipertanyakan membuat banyak kalangan geram dan menuntut transparansi.

Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tercatat mengalokasikan anggaran sebesar Rp34,5 miliar untuk sewa pesawat pulang-pergi (PP) jamaah haji dari Bandara Raden Intan II ke Bandara Soekarno-Hatta. Tak hanya itu, anggaran tambahan Rp500 juta digelontorkan untuk sewa alat X-Ray dual view, yang sedianya digunakan pada proses keberangkatan haji.

Gerakan pembangunan anti korupsi (Gepak) Lampung menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritisi kebijakan ini. Ketua Gepak Lampung, Hi. Wahyudi SE menyebut anggaran tersebut tidak rasional dan sarat kejanggalan.

“Ini bukan soal besar atau kecilnya anggaran, tapi soal akal sehat. Untuk apa menyewa X-Ray yang jelas-jelas sudah tersedia di bandara? Ini tidak masuk logika,” tegas Wahyudi saat dihubungi, Senin (30/6/2025).

Baca Juga :  Diduga Gudang Tempat Penyimpanan Kernel Kelapa Sawit Milik PT Bumi Waras Cemari Lingkungan Warga

Ia menilai penggunaan dana ratusan juta rupiah untuk alat yang telah menjadi fasilitas standar bandara adalah bentuk pemborosan yang tidak bisa dibenarkan.

“Setiap penumpang bandara melewati X-Ray milik otoritas bandara. Kenapa justru Pemprov sewa alat yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab mereka? Ini patut dicurigai sebagai modus pemborosan terselubung,” kata dia.

Selain itu, Gepak juga menyoroti pengadaan sewa pesawat yang disebut dilakukan kepada maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia. Dalam kontrak tersebut, disebutkan jumlah jamaah sebanyak 7.140 orang, dengan total anggaran Rp34.514.760.000, atau sekitar Rp4.834.000 per jamaah.

Namun, Wahyudi menegaskan bahwa terdapat ketidaksesuaian data yang mencurigakan.

Baca Juga :  Pelatih Silat di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli 2 Anak Dibawah Umur

“Gubernur sendiri menyebutkan jumlah jamaah Lampung tahun ini adalah 7.050 orang. Tapi di kontrak pengadaan, angkanya jadi 7.140. Ada selisih 90 orang. Kalau dikalikan biaya per orang, potensi kerugian negara bisa tembus Rp435 juta lebih,” ungkapnya.

Menurutnya, selisih ini bukan hanya soal teknis atau salah hitung, tetapi bisa mengarah pada indikasi mark-up atau manipulasi jumlah.

“Selisih 90 jamaah bukan sekadar salah input. Ini bisa jadi pintu masuk untuk penyimpangan yang lebih besar. Uang negara jangan dipermainkan!” katanya tegas.

Ia pun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan menyelidiki penggunaan anggaran tersebut.

“Ini bukan sekadar proyek, tapi menyangkut nama baik pemerintah daerah dan amanah masyarakat. Jangan biarkan penyimpangan terjadi di balik kemasan ibadah,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Job Fair 2026 Bandar Lampung, 4.000 Lelig Lowongan Kerja Terbuka Bagi Masyarakat
Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase
Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor
Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?
Rekening PT PSMI Diblokir, Nasib 60 Ribu Warga Terancam! FORSAL dan For-WIN Minta Kejaksaan Jangan Abaikan Rakyat
Bandar Lampung Sekarat: Menelanjangi Celah Izin Perumahan Berkedok Tambang Ilegal
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

Job Fair 2026 Bandar Lampung, 4.000 Lelig Lowongan Kerja Terbuka Bagi Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 06:41 WIB

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan

Rabu, 4 November 2026 - 11:59 WIB

Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase

Senin, 2 November 2026 - 22:11 WIB

Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:41 WIB