Baru Terpilih, WFS Gercep Gandeng OJK Perkuat Ekonomi Desa

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Bandar Lampung—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Karang Taruna Provinsi Lampung bersinergi memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan kewirausahaan pemuda. Gagasan tersebut sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Desaku Maju.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy beserta jajaran dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dan jajaran di Kantor OJK Lampung, Senin (10/8/2026).

Otto mengatakan, pembangunan ekonomi daerah tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi harus menyentuh hingga pelosok desa. Menurutnya, potensi pemuda desa sangat besar jika dikembangkan melalui ekosistem kewirausahaan yang terstruktur.

“Pak Gubernur sangat konsen dengan hilirisasi dan pembangunan ekonomi yang episentrumnya ada di desa. Biar pemerataan kesejahteraan itu tidak melulu dinikmati oleh teman-teman yang ada di kota, tetapi terlihat nyata buat masyarakat di desa,” kata Otto.

Ia menjelaskan, Karang Taruna dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki jaringan organisasi yang kuat dan terstruktur, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa.

Baca Juga :  Mafia BBM Subsidi Rakus Kuras Habis Biosolar di SPBU Bandar Lampung, APH Terkesan Mandul Lakukan Penindakan

Sebagai tahap awal, OJK Lampung berencana menginisiasi program pembinaan kewirausahaan pemuda di 30 desa prioritas yang masuk dalam program Desaku Maju.

Ke-30 desa tersebut merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten di Provinsi Lampung. Dengan demikian, program yang berhasil nantinya dapat menjadi model untuk direplikasi di desa-desa lainnya.

“Kita bisa memulainya di 30 desa prioritas Pak Gubernur, yaitu Desaku Maju. Karena 30 desa itu mewakili seluruh kabupaten di Lampung. Harapannya, kalau nanti sukses terlaksana, teman-teman di kabupaten tinggal mereplikasi saja untuk desa-desa yang lain,” ujar Otto.

Selain mencetak wirausaha baru, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan.

Otto menyebut akses masyarakat Lampung terhadap industri jasa keuangan pada 2025 telah mencapai sekitar 80 persen, atau terus mendekati target nasional sebesar 90 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada di kisaran 66 persen.

Karena itu, keterlibatan pemuda desa dalam aktivitas kewirausahaan yang terhubung dengan lembaga keuangan formal diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan risiko produk jasa keuangan.

Baca Juga :  Teknokra Oprek 2025, Ketua IWO Lampung Ajak Calon Magang jadi Kru Profesional dan Cinta Organisasi

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menyambut baik sinergi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap program OJK.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan agenda strategis Karang Taruna untuk mencetak sebanyak mungkin pengusaha muda di berbagai desa di Provinsi Lampung.

“Program ini dirancang untuk menciptakan wirausahawan muda berbasis desa yang mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ungkap Wahrul.

Ia menjelaskan, program pencetakan wirausaha muda tersebut juga merupakan bagian dari komitmen dan arahan Gubernur Lampung dalam mempercepat pembangunan kawasan perdesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kewirausahaan pemuda.

“Melalui sinergi antara Karang Taruna, Pemerintah Daerah, OJK dan lembaga keuangan formal, diharapkan wirausahawan muda yang lahir dari desa dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mandiri dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Wahyudi

Editor : Jm

Berita Terkait

Ketua Umum PRANTARA Beri Solusi Karhutla, Dorong Pembangunan Embung di Titik Rawan
Hampir Rp 1 Miliar Telan APBD, Jalan Lorong Usaha Sudah Patah. GEPAK Desak PUPR dan Kontraktor Bertanggung Jawab
RSUDAM Minta Biaya Klaim Rp. 5,7 Juta Sebagai Syarat Mencabut Status Kematian dan Memulihkan Kepesertaannya, Wiwik : Kan Saya Masih Hidup
Hutama Karya Buka Peluang UMKM Saree Berusaha di Rest Area Tol Sibanceh
Hutama Karya Hadir untuk NTT, Dukung Penanganan Tanggap Darurat Gempa
Ketua GEPAK Ingatkan Bahaya Trial by The Press di Tengah Isu Perselingkuhan Dua Anggota DPRD Bandar Lampung
Sengkarut BPJS dan RSUD Abdul Moeloek Diungkap Korban Wiwik Kusumawati
Cabdin Pendidikan Wilayah II Gandeng UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Perkuat Ekosistem Literasi Sekolah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Ketua Umum PRANTARA Beri Solusi Karhutla, Dorong Pembangunan Embung di Titik Rawan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Hampir Rp 1 Miliar Telan APBD, Jalan Lorong Usaha Sudah Patah. GEPAK Desak PUPR dan Kontraktor Bertanggung Jawab

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:38 WIB

RSUDAM Minta Biaya Klaim Rp. 5,7 Juta Sebagai Syarat Mencabut Status Kematian dan Memulihkan Kepesertaannya, Wiwik : Kan Saya Masih Hidup

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Hutama Karya Buka Peluang UMKM Saree Berusaha di Rest Area Tol Sibanceh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:06 WIB

Ketua GEPAK Ingatkan Bahaya Trial by The Press di Tengah Isu Perselingkuhan Dua Anggota DPRD Bandar Lampung

Berita Terbaru