Mirza: Masa Depan Lampung Ditentukan di Ruang Kelas, Thomas Americo Siapkan Lompatan Besar Pendidikan

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam mewujudkan kemajuan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat membuka kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja serta Penyusunan Rencana Strategis Tahun 2027 bagi satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Lampung di Hotel Soeltan Luxe, Kamis (4/6/2026).

Di hadapan ratusan kepala sekolah, Gubernur Mirza menyampaikan pesan tegas bahwa masa depan Lampung tidak ditentukan oleh pemerintah semata, melainkan oleh para guru dan kepala sekolah yang setiap hari membentuk karakter serta kualitas generasi muda di ruang-ruang kelas.

“Masa depan Provinsi Lampung itu bukan di tangan kantor Gubernur Lampung atau Dinas Pendidikan. Masa depan Lampung ada di ruang kelas Bapak dan Ibu sekalian. Maju tidaknya, makmur tidaknya Lampung ke depan ditentukan oleh bagaimana kita mendidik anak-anak hari ini,” tegas Mirza.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah pembangunan Lampung yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi utama pertumbuhan daerah.

Menurut Mirza, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak pernah ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, melainkan oleh kualitas manusianya.

Meski Lampung dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan potensi sumber daya yang besar, menurutnya kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya optimal karena masih perlunya peningkatan kualitas SDM yang mampu mengelola potensi tersebut secara modern dan kompetitif.

Dalam kesempatan itu, Mirza mengapresiasi sejumlah sekolah yang berhasil mencetak prestasi luar biasa, terutama dalam mengantarkan lulusannya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun dunia kerja internasional.

“Alhamdulillah, ada sekolah kita yang berhasil meluluskan 100 persen siswanya ke perguruan tinggi negeri. Bahkan ada yang mencapai 99 persen, dan satu siswa lainnya langsung bekerja di Korea Selatan. Ini menjadi gambaran arah pendidikan Lampung ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Kolaborasi Internasional, Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Jalin Kerjasama dengan I-LISS

Karena itu, Gubernur meminta seluruh kepala sekolah memiliki visi yang sama, yakni menjadikan peningkatan akses siswa ke PTN sebagai salah satu target utama pendidikan menengah di Lampung.

Saat ini, angka lulusan SMA sederajat di Lampung yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baru mencapai sekitar 22 persen, masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 28 persen.

Selain peningkatan akses pendidikan tinggi, Mirza juga menekankan pentingnya penguatan karakter siswa dan target zero drop out atau nol putus sekolah di seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Lampung akan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat melalui Baznas guna membantu siswa dari keluarga kurang mampu.

“Saya titip harapan para orang tua kepada Bapak dan Ibu guru. Tolong didik anak-anak kita dengan hati, dengan kasih sayang, dan dengan ketulusan. Tugas kita adalah melahirkan generasi emas yang akan menentukan masa depan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa pihaknya siap menerjemahkan visi Gubernur melalui berbagai langkah pembenahan yang terukur dan berorientasi pada hasil nyata.

Thomas menyatakan dirinya tidak ingin capaian pendidikan hanya terlihat baik secara administratif, tetapi harus dibuktikan melalui prestasi yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan berdasarkan data.

“Saya ingin di masa kepemimpinan ini lahir perubahan yang nyata. Prestasi yang diraih harus sesuai fakta, sesuai metadata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kita ingin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menjadi yang terbaik, cabang dinas menjadi yang terbaik, kepala sekolah menjadi yang terbaik, dan seluruh insan pendidikan menunjukkan kualitas serta kinerja yang unggul,” tegas Thomas.

Baca Juga :  DPP Akar Lampung Apresiasi Gubernur Hadirkan Bhayangkara FC Tanpa APBD

Menurutnya, target tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh jajaran pendidikan bergerak dalam satu irama melalui inovasi, kedisiplinan, serta budaya kerja yang berorientasi pada mutu dan pelayanan.

Thomas juga mendorong seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) untuk menghadirkan terobosan dan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah masing-masing.

“Saya ingin tumbuh kompetisi yang sehat di antara para Kacabdin dan kepala sekolah. Bersaing dalam prestasi, bersaing dalam inovasi, dan bersaing dalam menghadirkan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat. Dari situ akan lahir budaya kerja yang produktif dan berorientasi pada kualitas,” ujarnya.

Ia optimistis apabila semangat perubahan tersebut dijalankan secara konsisten, Lampung akan menjadi salah satu daerah rujukan nasional dalam pengelolaan sektor pendidikan.

“Kita ingin Lampung tidak hanya dikenal karena prestasinya, tetapi menjadi role model pendidikan nasional. Kita ingin melahirkan generasi unggul, berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga memberikan penghargaan khusus kepada Hendra Putra yang sukses mengantarkan 100 persen siswanya diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur memberikan beasiswa pendidikan penuh bagi putra-putri Hendra Putra.

Penghargaan serupa diberikan kepada Meri Juwita, yang berhasil mencatatkan tingkat keberhasilan 99 persen siswanya masuk PTN dan dunia kerja internasional. Atas capaian tersebut, Gubernur menghadiahkan ibadah umrah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasinya dalam memajukan pendidikan di Lampung.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya menuntut prestasi, tetapi juga memberikan apresiasi kepada para pendidik yang mampu membuktikan bahwa kualitas pendidikan dapat menjadi motor utama kemajuan daerah.

Berita Terkait

Tancap Gas, DPP PAOI Sahkan AD/ART dan Siapkan Legalitas Kemenkumham
Jelang Penutupan Bandar Lampung Expo 2026, Stand Disdukcapil Dipadati Warga
IPDA Amar Daffa dan IPDA Oschio Galang, Alumni Brata Jaya Academy, Resmi Dilantik dalam PRASPA 2026
Viral! Diduga Tiga ASN Pemkot Bandar Lampung Karaoke dan Joget Berseragam Dinas, Wali Kota Diminta Bertindak Tegas
Intervensi Media dan Ketiadaan Asuransi Disorot, GEPAK Pertanyakan Mandeknya Kasus Balita Tewas di Swiss-Belhotel
AMPL: Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Ada yang Kebal Hukum
Dinas Perdagangan Libatkan UMKM Isi Stan Pameran di Bandar Lampung Expo 2026
Dana Pengembangan Lingkungan Mak Jelas, Lurah Gunung Sulah “Kebakaran Jenggot” Lempar Bola Panas Ke Kaling
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:40 WIB

Tancap Gas, DPP PAOI Sahkan AD/ART dan Siapkan Legalitas Kemenkumham

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:14 WIB

IPDA Amar Daffa dan IPDA Oschio Galang, Alumni Brata Jaya Academy, Resmi Dilantik dalam PRASPA 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:14 WIB

Viral! Diduga Tiga ASN Pemkot Bandar Lampung Karaoke dan Joget Berseragam Dinas, Wali Kota Diminta Bertindak Tegas

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:37 WIB

Intervensi Media dan Ketiadaan Asuransi Disorot, GEPAK Pertanyakan Mandeknya Kasus Balita Tewas di Swiss-Belhotel

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:27 WIB

AMPL: Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Ada yang Kebal Hukum

Berita Terbaru

Nasional

Dari Pemburu Koruptor ke Penghuni Rutan KPK

Sabtu, 25 Jul 2026 - 17:14 WIB

Lampung

Membangun Dapur Bangsa, Merawat Ekonomi dari Lampung

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:49 WIB

Bandar Lampung

Tancap Gas, DPP PAOI Sahkan AD/ART dan Siapkan Legalitas Kemenkumham

Jumat, 24 Jul 2026 - 17:40 WIB