Terkuak! Kematian Bayi Alesha di RSUDAM Bukan Karena Alat, Tapi Layanan Pasca Operasi

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Kasus kematian bayi Alesha di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung kembali mengundang perhatian luas. Selama ini publik menduga tragedi itu berkaitan dengan masalah alat operasi.

Namun, dokter operator yang menangani, dr. Billy Rosan, menegaskan penyebabnya bukan karena alat, melainkan lemahnya pengawasan dan pelayanan pascaoperasi.

“Tindakan yang saya tawarkan ada tiga, yaitu single stage (sekali operasi), multiple stage (operasi bertahap), dan single stage dengan menggunakan alat. Keluarga akhirnya memilih single stage dengan alat,” kata dr. Billy, Kamis (28/8).

Billy menjelaskan, keluarga pasien sempat meminta bantuan pembelian alat. Setelah tersedia, operasi berjalan sesuai prosedur.

Namun, permasalahan muncul bukan di ruang operasi, melainkan setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan.

“Pascaoperasi seharusnya menjadi kendali bagian anestesi. Saya mendapat informasi bahwa kondisi bayi membiru. Ibunya sudah melapor ke saya, tetapi sejak awal seharusnya ada proses pengawasan. Sayangnya, laporan ke saya terlambat,” jelasnya.

Baca Juga :  Istigasah dan Doa Bersama, Simbol Persatuan Warga Lampung

Menurut Billy, jumlah tenaga kesehatan saat itu sangat terbatas. Hanya ada dua perawat yang berjaga, sementara pasien cukup banyak. Situasi ini membuat pengawasan tidak maksimal.

“Kalau dari awal ada tanda-tanda membiru, mestinya langsung ditangani cepat. Saya menyarankan bayi dibawa ke ICU, tetapi saat itu ICU penuh dan sudah dibooking pasien lain,” ungkapnya.

Persoalan lain juga muncul saat pengurusan rujukan. Meski menggunakan BPJS Kelas II, keluarga pasien tetap diminta membayar biaya ambulans.

“Saya coba menghubungi RS Urip untuk rujukan, tetapi prosedur SISRUTE (sistem rujukan terintegrasi) harus dipenuhi terlebih dahulu. Inilah yang membuat penanganan menjadi terhambat,” kata Billy.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Bandar Lampung Gelar Upacara Hari Pahlawan

Billy menegaskan, dirinya tidak pernah memaksakan pilihan medis. Semua opsi sudah dijelaskan dan diputuskan bersama keluarga.

“Artinya, saya yang diberitakan terkait pasien itu, sebenarnya pasien dan keluarganya sendiri yang meminta. Saya hanya memberikan opsi, bukan memaksa,” tegasnya.

Ibu pasien pun menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan di ruang pascaoperasi.

“Pelayanan di ruangan itu tidak ada peralatan yang standby. Perawat yang berjaga hanya dua orang. Jadi SDM-nya kurang dan tidak ditambah,” ujar Billy mengutip pernyataan ibu pasien.

Keluarga merasa terpukul karena harus menghadapi kondisi bayi yang kritis tanpa adanya perawat yang siaga.

“Yang disesalkan keluarga pasien adalah ketika mereka menemui, perawat tidak ada. Semua dilakukan sendiri tanpa ada perawat yang standby. Nah, di situlah mulai timbul rasa kecewa,” ucap Billy.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim
Di Tengah Krisis BBM, Dugaan “Mafia Solar” Kembali Beraksi di SPBU Langkapura
Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.
Jejak Karier dari Lampung, Medyanta Raih Pangkat Brigjen di Polda Sulut
Gudang BBM Terbakar, Diduga Melibatkan Oknum Brimob, Provam Polda Lampung Bertindak
Viral Curanmor, AKP Ivan Tegaskan Penyelidikan Intensif oleh Tekab 308 Polres Lampung Utara.
Kasus Dugaan Pemerasan Oknum LSM Terungkap di Sidang, Saksi: Terdakwa Tak Pernah Minta Uang
Apresiasi Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Rahmad Roni Minta Nasib Buruh Dipertimbangkan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 18:50 WIB

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim

Rabu, 1 April 2026 - 15:05 WIB

Di Tengah Krisis BBM, Dugaan “Mafia Solar” Kembali Beraksi di SPBU Langkapura

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:05 WIB

Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Senin, 23 Maret 2026 - 22:05 WIB

Jejak Karier dari Lampung, Medyanta Raih Pangkat Brigjen di Polda Sulut

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:13 WIB

Gudang BBM Terbakar, Diduga Melibatkan Oknum Brimob, Provam Polda Lampung Bertindak

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Wow…Polda Lampung Amankan 15,7 kg Sabu di Bakauheni

Sabtu, 11 Apr 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:50 WIB

Bandar Lampung

Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Selasa, 31 Mar 2026 - 14:05 WIB