
Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Prosesi pelantikan pejabat eselon Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (19/8/2025), menyisakan kisah mengejutkan. Jika sebelumnya tersiar kabar bahwa dr. Yusmaidi akan menduduki jabatan Wakil Direktur RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM), kenyataannya nama tersebut tak kunjung disebut.
Yang benar-benar dilantik hanya Yuri Agustina Primasari, S.E., M.M., sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setdaprov Lampung.
Kabar “dua pejabat sekaligus” yang bakal dilantik, yakni Yuri dan Yusmaidi, sempat beredar luas sejak pagi. Bahkan, sejumlah pejabat rumah sakit termasuk jajaran Wakil Direktur RSUDAM hadir lengkap di lokasi pelantikan.
“Cancel, ini pelantikan Karo Kesra aja. Tadi pagi kesini semua, dr. Imam wakil dan wakil-wakilnya,” ujar salah satu sumber kepada wartawan, pada Selasa, 19/8/2025.
Tak hanya itu, dr. Yusmaidi disebut sudah mempersiapkan diri dengan matang. Ia mengenakan jas rapi, didampingi sang istri, bahkan membawa fotografer dari rumah sakit.
“Yusmaidi udah pake jas, bawa istri, tukang foto dari rumah sakit udah dibawa. Kena prank, padahal tadi pagi sudah pake jas orangnya,” ungkap sumber ini.
Momen ini membuat sejumlah awak media terperangah. Di balik suasana resmi dan penuh sukacita, terselip pemandangan ganjil seorang dokter yang sudah “disebut-sebut” bakal dilantik, datang dengan persiapan penuh, namun akhirnya tak mendapat panggilan.
“Dibalik suasana sukaria ini, ada pemandangan yang unik. Bagaimana tidak, sedianya dr. Yusmaidi juga dikabarkan akan bersama-sama dilantik. Persiapan sudah matang, dengan jas, didampingi istri, tak ketinggalan dikawal Dirut RSUD dan rombongan pejabat RSUDAM,” tutur seorang wartawan yang meliput.
Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar, mengapa mendadak batal? Apakah sekadar miskomunikasi atau memang ada alasan khusus? Sejumlah pengamat birokrasi menilai, transparansi pelantikan pejabat seharusnya lebih jelas agar tak menimbulkan spekulasi.
Kini publik menanti penjelasan resmi Pemprov Lampung. Sebab, isu yang beredar menyebutkan bahwa pembatalan pelantikan Yusmaidi tak lepas dari kisruh manajemen RSUDAM yang sempat viral beberapa waktu terakhir.
Jika benar, maka drama pelantikan ini bisa jadi refleksi bagaimana tarik-menarik kepentingan masih membayangi tubuh birokrasi Lampung.
Penulis : Redaksi



