Sejumlah Anak Sekolah Keracunan, Kepala BPPRD Sampaikan ini…

- Jurnalis

Selasa, 22 Oktober 2024 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Sebanyak 14 siswa SDN 1 Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, dilarikan ke RSU A Dadi Tjokrodipo setelah diduga mengalami keracunan akibat jajanan yang mereka konsumsi di kantin sekolah, Selasa (22/10/2024) pagi.

Jajanan ala Korea yang berbentuk seperti karet panjang, seharga Rp 2 ribu, menjadi sorotan utama dalam kejadian ini.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu menimpa siswa kelas 6 yang baru saja menyantap makanan tersebut. Salah satu korban, Afiqa, mengaku, merasakan sakit perut luar biasa dan muntah-muntah setelah memakan jajanan itu.

“Jadi saya makan, perut langsung sakit, dan saya muntah sampai lemas. Sekarang masih diobservasi di rumah sakit,” ujar Afiqa yang kondisinya masih terlihat lemas meski mulai membaik.

Baca Juga :  Tiga Tempat Hiburan Malam Disegel, Manager De'Amore Sebut Berita Hoaks

Orangtua Afiqa, Yeyet (36), mengungkapkan, ia segera menuju rumah sakit setelah mendapat kabar dari guru bahwa anaknya mengalami keracunan. “Saya langsung meninggalkan dagangan dan ke rumah sakit setelah diberitahu guru kalau Afiqa keracunan,” katanya.

Berdasarkan pantauan di rumah sakit, dari 14 siswa yang dirawat, empat masih berada di IGD, sementara sisanya telah dipindahkan ke ruang perawatan.

Sejumlah petugas Kepolisian terlihat melakukan penyelidikan terhadap kasus keracunan tersebut. Kehadiran pihak Kepolisian dari Polresta Bandar Lampung serta guru dan perwakilan Dinas Pendidikan setempat menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini. 

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri, yang juga menjabat Kepala BPPRD Kota Bandar Lampung menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terkait makanan tersebut.

Baca Juga :  Gepak Lampung Apresiasi Polda: Bekerja Maksimal dan On The Track, Laporan Kami Tuntas

“Kami belum bisa memastikan apakah benar keracunan dari makanan itu atau bukan. Kami masih menunggu hasil uji sampel,” ujar Desti saat dihubungi.

Insiden ini memicu perhatian terkait keamanan makanan di sekolah-sekolah, terutama jajanan yang dijual di kantin tanpa pengawasan yang ketat.

Beberapa orangtua siswa yang anaknya keracunan, meminta masalah ini diusut tuntas, agar tidak ada lagi anak didik SDN 1 Durian Payung khususnya yang mengalami hal serupa.

“Pihak Polri, Diknas, Dinkes, dan BPOM hendaknya bisa secara bersama-sama menangani masalah ini. Bila ditemukan unsur pelanggaran terhadap hukum, ya harus ada proses penegakan hukumnya,” kata seorang wali murid yang menunggui anaknya di rumah sakit.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

Perkuat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha, Wakil Ketua AWPI Hadiri Grand Opening Cabrio
IWO Lampung Berbagi, Salurkan Sembako hingga Uang Tunai untuk Warga dan Anak Panti Asuhan
Job Fair 2026 Bandar Lampung, 4.000 Lelig Lowongan Kerja Terbuka Bagi Masyarakat
Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut
Dubes Rusia Pastikan Hadiri HUT ke-19 PPWI di Lampung, Ingin Bertemu Gubernur dan Kunjungi UIN
IPM Lampung Naik Jadi 74,74 pada 2026, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Penopang
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Redi Sanjaya, Tersangka Kasus Narkoba, Dikabarkan Tak Lagi Ditahan, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Propam
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 07:02 WIB

Perkuat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha, Wakil Ketua AWPI Hadiri Grand Opening Cabrio

Jumat, 6 November 2026 - 20:53 WIB

IWO Lampung Berbagi, Salurkan Sembako hingga Uang Tunai untuk Warga dan Anak Panti Asuhan

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

Job Fair 2026 Bandar Lampung, 4.000 Lelig Lowongan Kerja Terbuka Bagi Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 19:51 WIB

Dubes Rusia Pastikan Hadiri HUT ke-19 PPWI di Lampung, Ingin Bertemu Gubernur dan Kunjungi UIN

Kamis, 5 November 2026 - 14:54 WIB

IPM Lampung Naik Jadi 74,74 pada 2026, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Penopang

Berita Terbaru