Pidato Kenegaraan Bukti Komit Wujudkan Janji dan Program

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Pidato Kenegaraan Bukti Komit Wujudkan Janji dan Program

Oleh: Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH., MH. CREL

PIDATO kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada 15 Agustus 2025 pagi menjadi bukti bahwa Presiden komit untuk secara nyata mewujudkan janji dan program yang pernah disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Pidato tersebut adalah sebuah deklarasi yang realistis, berani, dan berorientasi pada rakyat. Pidato tersebut tidak hanya menyampaikan laporan pencapaian, tetapi juga memberikan justifikasi kuat mengapa rakyat Indonesia patut merasa optimis dan memiliki harapan.

Penulis mencatat setidaknya ada tiga pilar utama dalam pidato tersebut yang membuat rakyat memiliki optimisme dan harapan. Pertama, kejujuran dalam menghadapi masalah, kedua, keberanian dalam mengambil tindakan, dan ketiga, fokus yang kuat kepada kesejahteraan rakyat.

Kejujuran dalam Mengakui Masalah

Presiden Prabowo memulai pidatonya dengan kejujuran yang langka. Ia tidak ragu untuk secara terbuka mengakui masalah besar yang dihadapi bangsa, seperti korupsi yang masif di setiap eselon birokrasi dan lembaga pemerintahan.

Ia bahkan menyebut kondisi kebocoran kekayaan negara sebagai “net outflow of national wealth” yang berpotensi menjadikan Indonesia sebagai negara gagal.

Baca Juga :  Bunda Eva Lakukan Pelepasan Dan Santuni Calon Jama'ah Haji Kota Bandar Lampung, Sekaligus Pesan Ini...

Pengakuan ini, alih-alih menimbulkan pesimisme, justru membangkitkan harapan. Ketika seorang pemimpin berani melihat kekurangan, itu menandakan tekad untuk memperbaikinya bersama-sama. Sikap transparan dan akuntabel ini menjadi fondasi kuat bagi kepercayaan publik.

Keberanian dalam Mengambil Tindakan Nyata

Optimisme semakin diperkuat oleh serangkaian tindakan konkret yang telah dilakukan pemerintahannya dalam 299 hari pertama. Pidato tersebut menyebutkan keberhasilan mengidentifikasi dan menyelamatkan Rp300 triliun APBN yang rawan diselewengkan, yang kemudian dialokasikan untuk program-program yang lebih produktif dan langsung dirasakan rakyat.

Contoh keberanian lainnya adalah tekad untuk menindak tegas “serakahnomics” atau pengusaha besar yang menimbun bahan pangan dan melanggar aturan, dengan menggunakan Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan. Langkah-langkah ini menunjukkan pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi bertindak untuk melindungi kepentingan rakyat.

Fokus pada Kesejahteraan Rakyat secara Menyeluruh

Harapan terbesar datang dari program-program yang secara langsung menyentuh kehidupan sehari-hari rakyat. Pidato ini memaparkan kemajuan signifikan dalam berbagai sektor, di antaranya:

Sektor Ketahanan Pangan: Pemerintah berhasil surplus produksi beras dan meningkatkan harga beli gabah petani menjadi Rp6.500/kg, sehingga para petani “tersenyum” dan penghasilan mereka meningkat.

Kesehatan dan Gizi: Program “Makan Bergizi Gratis” telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, yang disebut sebagai “investasi terbaik sebuah bangsa”. Program ini juga menciptakan 290.000 lapangan kerja baru.

Baca Juga :  Bripka Agus Terlibat Baku Tembak dengan Komplotan Curanmor di Bandar Lampung: "Saya Lihat Warga Ditodong Senpi"

Pendidikan dan Sosial: Pendirian 100 “Sekolah Rakyat” untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu, peningkatan gaji guru ASN dan tunjangan guru non-ASN, serta renovasi rumah yang tidak layak huni menunjukkan komitmen kuat untuk memutus rantai kemiskinan.

Pidato ini juga menekankan pentingnya persatuan dan gotong royong. Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Dengan memaparkan masalah secara jujur, mengambil tindakan tegas, dan menempatkan rakyat sebagai prioritas utama, pidato kenegaraan ini berhasil membangkitkan optimisme dan memberikan harapan bahwa masa depan yang lebih baik sedang dalam jangkauan.

Memang semua membutuhkan waktu. Tetapi langkah nyata yang telah diambil telah membuktikan bahwa apa yang dijanjikan oleh Presiden Prabowo bukan janji kosong. Dirgahayu Indonesia

Penulis adalah Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Wakil Rektor Universitas Jayabaya Jakarta dan Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu
Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan
Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita
Antara Ambisi dan Kesiapan, Menyoal Pencalonan Dr. Budiyono di Bursa Rektor Unila
Dituding Gelapkan Mobil Rental, Yunika Bantah dan Klaim Kendaraan Telah Diserahkan
Semarak Harhubnas ke-55, Dishub Bandar Lampung Apresiasi Pegawai Berprestasi
Razia Gabungan di Lapas Kelas I Bandar Lampung, Hasilnya Nihil Narkoba dan Ponsel
Dua Tersangka Minyakita Belum Ditahan, Laskar Lampung Desak Polresta Balam Buka-bukaan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:57 WIB

Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu

Senin, 21 September 2026 - 18:37 WIB

Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 September 2026 - 17:40 WIB

Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita

Minggu, 20 September 2026 - 09:01 WIB

Dituding Gelapkan Mobil Rental, Yunika Bantah dan Klaim Kendaraan Telah Diserahkan

Sabtu, 19 September 2026 - 19:19 WIB

Semarak Harhubnas ke-55, Dishub Bandar Lampung Apresiasi Pegawai Berprestasi

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:37 WIB