KAHMI Bandar Lampung Gelar Diskusi Publik Dalam Rangka Milad ke-58

- Jurnalis

Sabtu, 28 September 2024 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Majelis Daerah Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Bandar Lampung mengadakan diskusi publik dalam rangka perayaan Milad KAHMI ke-58 dengan tema, “Mau Dibawa ke Mana Kota Bandar Lampung?” Diskusi ini digelar di Cafe Tokopie Leipe, Korpri, Bandar Lampung, pada Sabtu, 28/9/2024.

Ketua Umum KAHMI Bandar Lampung, Hermawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para peserta yang hadir.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak. Meski banyak pengurus kami yang berhalangan karena kesibukan, acara ini tetap berjalan lancar. Ini adalah bentuk komitmen kita sebagai alumni untuk terus mengawal pembangunan dan memberikan masukan bagi kesejahteraan dan keadilan sosial,” ujarnya.

Hermawan juga menyoroti pentingnya tema diskusi yang diangkat, “Mau Dibawa ke Mana Kota Bandar Lampung?” Ia menyatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk memberi catatan dan evaluasi mengenai arah pembangunan Kota Bandar Lampung ke depannya.

“Kita ingin memberikan pandangan dan masukan agar pemimpin Kota Bandar Lampung selanjutnya benar-benar memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan hanya mengikuti tren saja,” tambahnya.

Baca Juga :  BNNP Lampung Harus Segera Tanggapi 3 Tuntutan Aliansi Anti Narkoba Lampung..

Dalam diskusi, Hermawan juga menyinggung mengenai dua calon potensial yang akan bertarung di Pemilihan Wali Kota Bandar Lampung, yaitu Bunda Eva Dwiana dan Bunda Reihana.

Ia berharap, diskusi ini mampu menggali visi dan misi dari kedua kandidat tersebut serta melihat sejauh mana rencana-rencana mereka berdampak pada masyarakat.

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-80 RI, Polresta Bandar Lampung Bagikan Bendera Merah Putih dan Sembako Kepada Nelayan

Di tengah diskusi, berbagai persoalan masyarakat kota turut disampaikan, termasuk permasalahan warga di wilayah Waydadi Baru yang hingga kini belum terselesaikan.

Hermawan menegaskan bahwa ini merupakan salah satu contoh dari banyaknya masalah di Bandar Lampung yang perlu perhatian serius dari pemimpin mendatang.

“Kita berharap pemimpin Kota Bandar Lampung ke depan bisa memberikan solusi nyata bagi permasalahan warga,” ujarnya.

Acara diskusi ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Milad KAHMI yang dilakukan secara serentak di berbagai provinsi di Indonesia.

Hingga saat ini kegiatan masih berlangsung, sembari menunggu narasumber dari dua kandidat calon walikota Bandar Lampung yaitu Eva Dwiana dan Reihana.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

DPP APKLINDO Lampung Gelar Awareness Training ISO 37001 dalam Rangka HUT ke-41
Memberi atau Menolak Gelar untuk Jokowi, GEPAK Lampung: Tanya Masyarakat Apakah Menerimanya
Gepak Lampung Soroti Status Ganda Kepala BGN, Nama Nanik Masih Ada di Jajaran Komisaris Pertamina
Kepala Sekolah dan Guru Dikumpulkan, Integritas Pendidikan Tanggamus Dievaluasi
Sidang Bongkar Dugaan TPPU Dendi Ramadhona, Pembelian Saham RS Urip Rp500 Juta Diduga Pakai Nama Orang Lain
EMBEGE Tak Membuat Si Kecil Kenyang, Si Besar Justru Mengaum “Kelaparan”
Menakar Jalan Tengah Kemitraan Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan di Tengah Defisit Fiskal Lampung
HIPMI Gelar Munas di Bandar Lampung, Jamal: Semangat Pengusaha Pejuang Harus Terus Dijaga
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:39 WIB

DPP APKLINDO Lampung Gelar Awareness Training ISO 37001 dalam Rangka HUT ke-41

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:32 WIB

Memberi atau Menolak Gelar untuk Jokowi, GEPAK Lampung: Tanya Masyarakat Apakah Menerimanya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:05 WIB

Gepak Lampung Soroti Status Ganda Kepala BGN, Nama Nanik Masih Ada di Jajaran Komisaris Pertamina

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:55 WIB

Kepala Sekolah dan Guru Dikumpulkan, Integritas Pendidikan Tanggamus Dievaluasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:08 WIB

Sidang Bongkar Dugaan TPPU Dendi Ramadhona, Pembelian Saham RS Urip Rp500 Juta Diduga Pakai Nama Orang Lain

Berita Terbaru