Bandar Lampung – Di luar dugaan, inflasi y-on-y di Provinsi Lampung pada Juni 2024 lebih rendah dibandingkan inflasi pada 5 bulan terakhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung dalam laporan terakhirnya menyebutkan inflasi di provinsi ini pada Juni 2024 sebesar 2,84 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,31.
Sebelumnya inflasi y-on-y di Lampung sejak awal tahun 2024 berada di atas 3 persen dalam rentang 3,09 persen pada Mei 2024 hingga 3,45 persen pada Maret 2024.
Inflasi pada Juni 2024 tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 4,06 persen, dengan IHK sebesar 109,57 dan terendah terjadi Kota Bandar Lampung sebesar 2,25 persen dengan IHK sebesar 106,11.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks (inflasi) kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 6,35 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 3,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga 0,54 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,59 persen; kelompok kesehatan 0,06 persen; kelompok transportasi 0,59 persen; kelompok pendidikan 2,77 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,04 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,68 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi dan jasa
keuangan sebesar 0,37 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya yang mengalami deflasi sebesar 0,96 persen.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,11 persen dan tingkat inflasi years to date (y-to-d) Juni 2024 mengalami inflasi sebesar 0,52 persen.(ip)



