
Lampung, Atmosfirnews.com
Dalam hitungan bulan pembangunan pekerjaan Perkuatan Tebing Sungai (Bronjong) di Pekon Suka Negeri Kecamatan Pardasuka, menuai keritik lembaga dan masyarakat setempat, Sabtu (14/12/24).
Pekerjaan Pekuatan Tebing Sungai yang bersumber anggaran APBD tahun 2024 dengan nilai kontrak Rp 645.692.707,96 dengan Kontraktor CV.ABINAYA PRIMA MAKMUR, Konsultan CV.KARYA MULYA MANDIRI, kini kondisinya saat ini batu nya sudah mulai hancur, pekerjaan Perkuatan Tebing Sungai ( Bronjong), yang sudah rampung di kerja kan kurang lebih satu bulan tersebut, terlihat batu sudah hancur menjadi tanah, diduga pihak kontraktor mengabai kan kualitas batu yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan.
Sehingga hal ini menuai sorotan lembaga YLPK-PERARI ( Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen-Perjuangan Anak Negeri), dan masyarakat setempat
Dengan kritikan pedas, Patzani Ketua YLPK-PERARI Kabupaten Pringsewu dirinya menuturkan,bahwa pembangunan Perkuatan Tebing Sungai yang menelan nilai anggaran ratusan juta dana APBD ini, diduga dikerjakan asal-asalan, karena dalam hitungan satu bulan, pembangunan Perkuatan Tebing Sungai (Bronjong) yang sudah selesai dikerjakan terlihat batunya pada hancur jadi tanah, kualitas batu tidak sesuai spek, “ini sangat merugikan negara, maka saya minta kepada Kontraktor CV.ABINAYA PRIMA MAKMUR untuk dikerjakan ulang, “apabila ini dibiarkan begitu saja, maka saya akan melaporkan ke pihak yang berwenang supaya ini di proses secara hukum,” ujarnya.
“Dan ini jelas terindikasi dugaan KKN (Korupsi Kolusi Nipotisme), didalam pembangunan Perkuatan Tebing Sungai (Bronjong) tersebut, untuk mendapatkan keuntungan, sehingga pembangunan dikerjakan asal jadi, “tandas Patzani.
Diungkapkan juga oleh masyarakat setempat, yang enggan disebut nama, Ia mengatakan sebagai masyarakat sangat berterimakasih kepada pemerintah dengan adanya pembangunan Perkuatan Tebing Sungai (Beonjong) ini.
Untuk mencegah terjadi longsor, akan tetapi disisi lain, ini sangat disayangkan sekali, pembangunan baru hitungan satu bulan.
“Kok batu nya sudah pada hancur jadi tanah, kami kecewa sebagai masyarakat kepada pihak kontraktor, dan saya mewakili masyarakat berharap pembangunan Perkuatan Tebing Sungai (Bronjong) ini di kerjakan ulang, agar kualitas nya bagus dan awet,” terang masyarakat setempat.
(Dikutip dari Kompasone.com. Red.)
Penulis : Redaksi



