Nabar Sagon: Tradisi Unik Ulun Lappung Menyambut Sanak Tubik (Kelahiran)

- Jurnalis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.idNabar Sagon : Tradisi Unik Ulun Lappung Menyambut Sanak Tubik (Kelahiran)

Oleh: Prof. Admi Syarif, PhD

Dosen Unila dan Tukang tulis.

Pagi ini, saat menikmati segelas “Kopi Robusta” Lampung, pandangan mata saya tertuju pada sebuah kotak berisi sagon dan aneka kue  yang dibagian luarnya tertulis info tentang kelahiran bayi m. “_Jak kedou masso sagon ijo dik_ ? (dari mana dapat sagon ini dik”, ujarku kepada sang pujaan hati. “Jak puan Sani (Mayor Jendral (Purn) Abdullah  Sani), timpal Yulia, sang pujaan hati. Puan Sani  (kakanda) baru saja melakukan nebar Sagon, sebagai tanda lahirnya cucu beliau yang pertama, diberi nama Gyandra Kaizan Gafana GLR Tuan Puccak. Bayi tersebut dilahirkan di Ruma Sakit Permata Cibubur Juli 2025. Bayi ini juga adalah sekaligus buyut (cicit) pertama dari pamanda, Prof. Dr. Sitanala Arsyad (Alm), rektor pertama  Universitas Lampung.

Saya jadi ingin kembali membagikan cerita menyambut kelahiran bayi pada budaya Lampung. Lampung memang dikenal sebagai negeri yang kaya akan budaya, dan  orang-orangnya memang  baik hati  (Ulun Lappung sangun wawai atei).

Seperti biasa kita mulai tulisan ini dengan pantun pendek dalam Bahasa Lampung.

Bangek-bangek no tapai, pagun jugo bangek no sagon: Najin kak wat sai appai, dang lupo jamo sai sangon

(Seenak-enaknya Tapai, masihlah enak sagon. Meskipun sudah ada yang baru, janganlah lupa dengan yang lama).

Saat menyambut lahirnya sang jabang bayi, ulun lampung memiliki tradisi unik yaitu berbagi “sagon”.

Bentuk pemberian kepada keluarga seperti ini memang salah satu adat dan budaya unik ulun Lampung yang sudah dilakukan turun-temurun sejak dahulu, khususnya menyambut lahirnya sang jabang bayi.

Kelahiran bayi selalu saja menjadi saat yang ditunggu-tunggu dan disambut dengan gembira. Di Indonesia, beragam kebiasaan atau adat dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur lahirnya si jabang bayi dengan sehat dan selamat. Tentu saja tradisi unik masing-masing daerah berbeda-beda dan memiliki filosofi sendiri. Salah satu daerah yang memiliki tradisi unik pada penyambutan kelahiran bayi adalah Lampung. Bagi masyarakat Lampung, ada tiga tahapan hidup yang sangat penting yaitu kelahiran, perkawinan dan kematian. Karenanya Masing-masing tahapan ini selalu saja dilakukan dengan upacara adat yang unik dan special.

Baca Juga :  RKUHAP 2025 Perlu Penataan Ulang Penyidikan dan Penuntutan: Masukan Kritis dari Akademisi Hukum UI

Untuk menyambut kelahiran bayi, masyarakat Lampung (khususnya Lampung pepadun) melakukan kegiatan yang dikenal dengan Nabor Sagun (Berbagi Sagon). Keluarga biasanya sudah sibuk membuat sagon di rumah, beberapa saat sebelum bayi dilahirkan. Sagon-sagon tersebut biasanya dimasukan ke dalam plastik. Pembagian sagon ini dilakukan untuk memberitahukan kabar gembira akan lahirnya bayi dengan sehat dan selamat kepada sanak keluarga (sekelik), tetangga, atau sahabat.

Pembagiannya biasanya dilakukan beberapa minggu setelah bayi lahir. Pada sagon yang diberikan biasanya terdapat foto dan nama yang diberikan kepada sang bayi berikut juga nama orang tuanya..

Pada umumnya ada dua jenis sagon yang diberikan yaitu sagon putih yang terbuat dari tepung dan sagon coklat yang terbuat dari kelapa, Kedua sagon ini rasanya manis dan nikmat sekali.

Rasanya yang gurih dan manis tentu sangat disukai semua orang. Di keluarga ulun Lampung, biasanya beberapa saat sebelum bayi lahir, keluarga sudah berkumpul membuat sagon.

Sagon adalah makanan berbahan dasar gula , tepung ketan dan kelapa. Dengan rasanya manis dan gurih ini tertitip doa semoga sang jabang bayi kelak mendapatkan kemanisan-kemanisan hidup.  Kelapa, yang memberikan rasa gurih, dikenal sebagai tanaman yang mulai dari akar hingga pucuk daunnya bermanfaat bagi manusia.

Saat ini memang sudah ada perkembangan variasi dari tradisi ini dengan menambahkan berbagai makanan ringan lainnya, seperti permen, coklat dan lainnya.Bahkan kalau melihat kiriman kali ini, di dalam tas tersebut sudah terdapat beberapa mainan anak. Namun selalu saja kita sangat bergembira apabila mendapatkan kiriman sagon dirumah kita.

Baca Juga :  KEJATI LAMPUNG SELENGGARAKAN APEL PENCANANGAN PAKTA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI (WBBM) TAHUN 2025

Masih teringat saat Ananda Tasya lahir beberapa tahun lalu, kami menyiapkan sagon-sagon ini dan menambahkan dodol, legit dan permen. Sepertinya makanan-makanan manis ini menjadi simbol kebahagiaan keluarga. Keluarga tentu berharan doa untuk ke-“manis”-an hidup untuk sang jabang bayi kelak Tentu saja “Kelapa” dipahami sebagai tanan yang semua bagiannay bermanfaat, sehingga keluarga berharap kelak sang jabang bayi  akan bermanfaat bagi seluruh bangsa dan negara.

Pada masyarakat Lampung, apabila kita mendapatkan kiriman sagon dari keluarga atau kerabat, itu  berarti kita diharapkan juga hadir menengok sang bayi. Pada saat itu tentu saja kita memberikan berbagai buah tangan yang biasaya berupa perlengkapan kebutuhan bayi. Untuk keluarga dekat dapat pula memberi hadiah berupa perhiasan. Hadiah  biasanya berupa kalung atau gelang emas.

Informasi  yang diberikan juga biasa dilengkapi dengan panggilan untuk sang jabang bayi, darinkeluarga besar ayah dan ibunya. Berikut ini contoh infomasi saat lahirnya Ananda Tasya, kamipun berbagi sagon.

Tabikpun nabik tapik jamo metei gheppok penyimbang tuho rajo, menyanak waghei, lebeu kelamo diluah dilem puuun. Ijo ago nerangken sanak gham sai appai tubikpun. Namonopun “Ramiza Lionatasya Admi”, Lahir di Glean Eagle International Hospital, Singapore puuun. Adek jak buai bulai udik, mergo pak tulang bawang, no “bagindo putri” puuun, adek jak nunyai “ratu ulangan mego” pun. (Berikut ini kami sampaikan kepada semua keluarga, telah lahir ananda “ “Ramiza Lionatasya Admi” di Singapura. Gelar dari buai bulai udik, mego pak tulang bawang, no “bagindo tasya” pun, adek jak nunyai “ratu ulangan mego” pun.

Sebagai penutup, kembali saya mengajak kita semu untuk bersama menjemput *LAMPUNG BAHAGIA dan MEMBANGGAKAN !*

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim
Di Tengah Krisis BBM, Dugaan “Mafia Solar” Kembali Beraksi di SPBU Langkapura
Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.
Jejak Karier dari Lampung, Medyanta Raih Pangkat Brigjen di Polda Sulut
Gudang BBM Terbakar, Diduga Melibatkan Oknum Brimob, Provam Polda Lampung Bertindak
Viral Curanmor, AKP Ivan Tegaskan Penyelidikan Intensif oleh Tekab 308 Polres Lampung Utara.
Kasus Dugaan Pemerasan Oknum LSM Terungkap di Sidang, Saksi: Terdakwa Tak Pernah Minta Uang
Apresiasi Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Rahmad Roni Minta Nasib Buruh Dipertimbangkan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 18:50 WIB

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim

Rabu, 1 April 2026 - 15:05 WIB

Di Tengah Krisis BBM, Dugaan “Mafia Solar” Kembali Beraksi di SPBU Langkapura

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:05 WIB

Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Senin, 23 Maret 2026 - 22:05 WIB

Jejak Karier dari Lampung, Medyanta Raih Pangkat Brigjen di Polda Sulut

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:13 WIB

Gudang BBM Terbakar, Diduga Melibatkan Oknum Brimob, Provam Polda Lampung Bertindak

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Wow…Polda Lampung Amankan 15,7 kg Sabu di Bakauheni

Sabtu, 11 Apr 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:50 WIB

Bandar Lampung

Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Selasa, 31 Mar 2026 - 14:05 WIB