Seleksi Anggota BPH Migas 2025–2029, LSM GEPAK Desak Transparan dan Bebas Titipan

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Atmosfirnews.id

Proses seleksi anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) periode 2025–2029 memasuki tahap penentuan. Setelah melalui mekanisme panjang di Kementerian ESDM, kini 18 nama calon resmi diajukan kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menyebut pihaknya telah melakukan penyaringan berlapis sebelum mengusulkan nama calon ke Presiden. “Kementerian ESDM telah mengajukan usulan kepada Presiden untuk calon anggota Komite BPH Migas sebanyak dua kali dari total anggota yang dibutuhkan. Dari proses tersebut, kemudian ditetapkan 18 nama untuk diajukan ke DPR RI,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Terkait Uka-Uka, Ketum PPWI: Kegiatan Ilegal, Tanpa Dasar Hukum

BPH Migas memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan sektor hilir migas, mulai dari distribusi BBM, pengelolaan jaringan gas, hingga memastikan ketersediaan energi nasional. Karena itu, proses seleksi dinilai tak boleh sekadar formalitas.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum LSM Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK), Wahyudi, mendesak DPR agar uji kelayakan dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau publik. Menurutnya, transparansi adalah kunci agar BPH Migas diisi oleh figur profesional, bukan sekadar titipan politik.

Baca Juga :  IWO: Tidak Koperatif, KPK Bisa Jemput Paksa Atau Tangkap Rektor USU

“DPR jangan bermain-main. Seleksi ini harus murni berdasarkan kompetensi, bukan lobi-lobi politik apalagi kepentingan bisnis migas. Kalau DPR menutup ruang transparansi, itu sama saja membiarkan rakyat jadi korban lewat harga BBM yang tidak terkendali dan distribusi energi yang amburadul,” tegas Wahyudi, Senin (8/9).

Ia juga menambahkan, GEPAK siap mengawal jalannya seleksi dengan membuka ruang pemantauan publik. “Kami akan awasi penuh. Kalau ada gelagat permainan kotor, kami tak segan untuk turun ke jalan. BPH Migas adalah urusan hajat hidup orang banyak, jangan sampai dijadikan bancakan,” katanya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Anggaran MBG Tak Dipangkas, Presiden Prabowo: “Lebih Baik Rakyat Makan daripada Uang Dikorupsi “.
Sambangi Kantor Satgas PKH di Jakarta Selatan, Ardho Desak Penyitaan Aset dan Stop Aktivitas di Register 44
Alumni UI Isunya Monopoli Proyek Legal PLN Sejak Dir LHC Jadi Ketua Iluni FH, Mark Up Anggaran Jumbo Mencuat
Polri dan Kepolisian Singapura Bekerja Sama Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi Lintas Negara
Ketua Umum Bara JP dan Jajaran Yang Baru Resmi Dilantik.
MANTAN PEJABAT KEPALA DINAS PUPR LAMTIM MENINGGAL DUNIA
IWO: Tidak Koperatif, KPK Bisa Jemput Paksa Atau Tangkap Rektor USU
Bahas Penataan Sistem Pemilu, UMJ Siap Gelar Seminar Nasional
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:28 WIB

Sambangi Kantor Satgas PKH di Jakarta Selatan, Ardho Desak Penyitaan Aset dan Stop Aktivitas di Register 44

Sabtu, 20 September 2025 - 17:54 WIB

Alumni UI Isunya Monopoli Proyek Legal PLN Sejak Dir LHC Jadi Ketua Iluni FH, Mark Up Anggaran Jumbo Mencuat

Sabtu, 20 September 2025 - 11:39 WIB

Polri dan Kepolisian Singapura Bekerja Sama Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi Lintas Negara

Minggu, 14 September 2025 - 15:32 WIB

Ketua Umum Bara JP dan Jajaran Yang Baru Resmi Dilantik.

Selasa, 9 September 2025 - 18:49 WIB

MANTAN PEJABAT KEPALA DINAS PUPR LAMTIM MENINGGAL DUNIA

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Wow…Polda Lampung Amankan 15,7 kg Sabu di Bakauheni

Sabtu, 11 Apr 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung

Sidang OTT LSM Lampung; Keterangan Saksi Ahli Ditolak Hakim

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:50 WIB

Bandar Lampung

Blokade Perlintasan Rel Kereta Api, Ini Tanggapan Dishub.

Selasa, 31 Mar 2026 - 14:05 WIB