Gepak Lampung Pertanyakan Fungsi Jaksa Line Pada Obyek Sitaan Harta Tidak Bergerak Terkait Perkara Korupsi Yang Sedang Ditangani

- Jurnalis

Jumat, 20 September 2024 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Atmosfirnews.id
Beginilah situasi yang tampak terlihat sepi di sebuah rumah mewah yang terletak di bilangan Bumi Puspa Kencana, Labuhan Ratu, konon katanya rumah tersebut ditempati salah satu mantan pejabat yang bekerja di Pemkot Bandar Lampung,

Awal mulanya rumah tersebut hanya satu buah namun seiring perjalanan waktu tiga buah rumah di sekitarnya dibabat habis dengan tunai sehinga terlihatlah seperti rumah di Bilangan Pondok Indah.. Wehh ngeri.

Awak media coba menemui beberapa orang yang bertempat tinggal di sekitar lokasi rumah tinggal tersebut, sebut saja Bunga, salah satunya.

Bunga mengatakan ,” Selama ini kami tidak mengenal persis, yang kami tau pemilik rumah bekerja sebagai ASN dan menjadi pejabat di sana . Kami melihat itu keluarga yang harmonis karena hampir tidak pernah kami mendengar cekcok ataupun ribut-ribut. Suaminya berangkat pagi pulang sore layaknya ASN kebanyakan” ujar Bunga.

Satpam perumahan juga menyampaikan bahwa “Sejak rumah tersebut dipasangkan jaksa line hampir kami tidak pernah melihat Bapak (pemilik rumah,red.) lewat sini, karena biasanya Bapak sering menyapa kami yang bertugas di pos perumahan ini, dan sekarang rumah tersebut masih dihuni oleh ibu dan anak, dan sesuai tugas kami tetap menjaga keamanan di sini,” ucap kang pulan, security di perumahan BPC.

Seperti terlihat dalam foto-foto yang tampak pada berita-berita yang telah beredar di berbagai media pemberitaan, Jaksa line telah terpasang di rumah tersebut dan terdapat tulisan “Bangunan Ini Disita Berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nomor Print-01/L3/f4/042024 tanggal 23 April 2024.

Baca Juga :  Sengketa Tanah Waris 7,2 Hektare di Natar Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Maryam Gugat Peralihan Hak

Tulisan pada pagar rumah tersebut bahwa rumah dengan status disita dan kondisi nyata yang ada di lapangan bahwa rumah tersebut masih dihuni oleh keluarga pihak berperkara, menimbulkan kontraversi dan banyak pertanyaan bagi masyarakat terutama warga sekitar yang hilir mudik di sekitar lokasi perumahan.

Baca Juga :  Kumpulkan Data GEPAK Siap Back Up BAPENDA Tagih Pajak Hiburan PRL 2024

Banyak masyarakat mempertanyakan apakah rumah yang telah berstatus disita memang masih diperkenankan untuk ditempati pihak keluarga yang berperkara tersebut, atau memang ada aturan lain yang memang memungkinkan untuk hal tersebut terjadi, karena yang dipahami masyarakat selama ini bahwa jika terdapat benda atau barang dengan status sita bagi pihak berperkara maka barang atau benda tersebut untuk sementara waktu tidak dapat digunakan sampai ada keputusan tetap dari Pengadilan.

Sementara itu Wahyudi, Ketum LSM GEPAK mempertanyakan soal simpang siurnya informasi yang berkembang di masyarakat soal Jaksa line tersebut, karena jelas berbeda jauh dengan police line.
” Masyarakat perlu tahu kejelasannya, agar tidak timbul polemik di masyarakat soal interpretasi jaksa line,” ujar Yudhi, panggilan lain Wahyudi.

“Ini hanya sebuah bentuk pencerahan agar kedepan tidak menjadi polemik di masyarakat,” pungkasnya.

Sampai berita ini ini diturunkan belum ada konfirmasi yang jelas dari pihak kejaksaan.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Rehabilitasi Gedung Kejari Gunung Sugih Tuai Kritik
IWO Lampung Berbagi, Salurkan Sembako hingga Uang Tunai untuk Warga dan Anak Panti Asuhan
Laskar Lampung Adukan Dugaan Pelecehan Santriwati ke Sejumlah Lembaga di Jakarta, Minta Kasus Diusut Tuntas
Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut
Dubes Rusia Pastikan Hadiri HUT ke-19 PPWI di Lampung, Ingin Bertemu Gubernur dan Kunjungi UIN
IPM Lampung Naik Jadi 74,74 pada 2026, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Penopang
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Redi Sanjaya, Tersangka Kasus Narkoba, Dikabarkan Tak Lagi Ditahan, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Propam
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:42 WIB

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Rehabilitasi Gedung Kejari Gunung Sugih Tuai Kritik

Jumat, 6 November 2026 - 20:53 WIB

IWO Lampung Berbagi, Salurkan Sembako hingga Uang Tunai untuk Warga dan Anak Panti Asuhan

Jumat, 6 November 2026 - 08:02 WIB

Laskar Lampung Adukan Dugaan Pelecehan Santriwati ke Sejumlah Lembaga di Jakarta, Minta Kasus Diusut Tuntas

Kamis, 5 November 2026 - 19:51 WIB

Dubes Rusia Pastikan Hadiri HUT ke-19 PPWI di Lampung, Ingin Bertemu Gubernur dan Kunjungi UIN

Kamis, 5 November 2026 - 14:54 WIB

IPM Lampung Naik Jadi 74,74 pada 2026, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Penopang

Berita Terbaru