BANDAR LAMPUNG — Pembinaan siswa terus dilakukan SD Negeri 3 Panjang Utara, Bandar Lampung. Salah satu hasil pembinaan tersebut terlihat dari keikutsertaan siswa dalam ajang X-Competition SMP Xaverius 4 Bandar Lampung yang digelar 15–17 September 2026.
Salah satu siswa yang tampil dalam ajang tersebut adalah Dinar Dirham Gusman. Siswa kelas V SDN 3 Panjang Utara itu mengikuti cabang lomba Story Telling dengan membawakan cerita berbahasa Inggris berjudul At the Tip of a Pencil, There Is a Future.
Dinar membawakan cerita sepanjang tiga halaman dengan durasi sekitar tujuh menit. Ia mampu menyampaikan cerita dengan lancar, tanpa terlihat lupa maupun melakukan kesalahan dalam penyampaian.
Kemampuan Dinar dalam menguasai materi juga terlihat dari ekspresi dan gaya penyampaian selama tampil. Ia mampu menghidupkan cerita yang dibawakan sehingga pesan dalam cerita dapat tersampaikan dengan baik.
Dalam cabang Story Telling, Dinar menjadi satu-satunya peserta yang mewakili sekolah dasar negeri di Bandar Lampung. Ia harus bersaing dengan peserta dari sejumlah sekolah dasar swasta yang dikenal memiliki pembinaan di bidang tersebut, di antaranya SD Xaverius, SD Fransiskus, SD Tunas Mekar, SD Star Kids, dan SD Azahra.
Guru pendamping sekaligus guru Bahasa Inggris Dinar, Wari Puspa Yunita, S.Pd., mengaku bangga melihat penampilan anak didiknya.
Menurut Wari, kemampuan Dinar menyampaikan cerita dalam bahasa Inggris selama tujuh menit tanpa lupa materi maupun melakukan kesalahan menjadi capaian tersendiri, terlebih Dinar masih duduk di kelas V.
«“Saya merasa bangga melihat Dinar bisa tampil dengan baik. Di usianya sebagai siswa kelas V, dia sudah mampu menyampaikan pesan cerita dalam Bahasa Inggris selama tujuh menit tanpa salah dan lupa. Apa pun hasilnya nanti, sekolah tetap bangga atas kemauan dan kemampuan Dinar mengikuti lomba ini,” ujar Wari.»
Apresiasi serupa disampaikan Kepala SDN 3 Panjang Utara, Ade Suastina, S.Pd. Ia mengapresiasi keberanian dan kemampuan Dinar tampil dalam kompetisi tersebut.
“Penampilan Dinar Dirham Gusman dalam ajang Story Telling ini sangat kami apresiasi. Terlebih dia menjadi satu-satunya peserta dari sekolah dasar negeri di Bandar Lampung,” kata Ade.
Menurut dia, kompetisi seperti X-Competition dapat menjadi ruang bagi sekolah untuk mengembangkan sekaligus mengukur kemampuan siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Ade mengatakan, sekolah tidak semata-mata menjadikan hasil atau juara sebagai ukuran keberhasilan siswa dalam mengikuti perlombaan. Hal yang tidak kalah penting, kata dia, adalah keberanian siswa untuk tampil dan keseriusan dalam mengikuti proses pembinaan.
“Saya berharap ajang ini menjadi motivasi bagi seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta. Dengan cara seperti ini kita bisa melihat pembinaan yang dilakukan masing-masing sekolah, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
“Jangan hanya melihat juara atau tidak. Yang terpenting bagaimana kita mendorong siswa untuk berani tampil dan serius mengikuti setiap prosesnya,” lanjut Ade.
Selain Story Telling, SDN 3 Panjang Utara juga mengirimkan sejumlah siswa untuk mengikuti cabang lomba lainnya, seperti Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Modern Dance.
Ade menegaskan, pembinaan siswa akan terus dilakukan secara berkesinambungan agar prestasi dapat tumbuh dari generasi ke generasi.
“Kami akan terus melakukan pembinaan terhadap siswa secara berkesinambungan. Harapannya, dari generasi ke generasi akan terus tumbuh siswa-siswi berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” katanya.
Keikutsertaan dalam X-Competition juga dinilai sejalan dengan program Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, khususnya penerapan English Habit di lingkungan sekolah.
Bagi SDN 3 Panjang Utara, kompetisi tersebut menjadi salah satu momentum untuk mengukur sekaligus mengasah kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris, sekaligus melihat sejauh mana pembinaan dan penerapan program tersebut berjalan di lingkungan sekolah.(*)
Penulis : Am
Editor : *******








