Danjen Kopassus Putra Bengkulu Djon Afriandi Terima Gelar Panglima Raja

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU, Atmosfirnews – Panglima Kopassus, Djon Afriandi, resmi menerima gelar adat Panglima Raja dari Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu dalam prosesi adat yang berlangsung di Balai Raya Semarak, Selasa (23/6) malam.

Penyematan gelar adat tersebut dilakukan oleh Ketua Badan Musyawarah Adat Provinsi Bengkulu, Effendi M.S, didampingi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Djon Afriandi merupakan putra dari Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib, tokoh asal Bengkulu yang berasal dari Suku Lembak. Sementara ibunya berasal dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu. Latar belakang tersebut menjadi salah satu pertimbangan kuat dalam pemberian gelar adat kepada Panglima Kopassus.

Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi M.S, menjelaskan bahwa pemberian gelar adat Panglima Raja telah melalui proses penilaian dan pertimbangan yang matang oleh lembaga adat.

“Pemberian gelar ini telah melalui penilaian dari Badan Musyawarah Adat. Beliau memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat dari pihak ayah maupun keluarga besarnya, sehingga layak menerima penghormatan adat ini,” ujar Effendi.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan 1446 Hijriah, Polda Lampung Gandeng Elemen Mahasiswa Distribusikan 4.500 Paket Sembako

Djon Afriandi sendiri menghabiskan masa kecilnya di Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Bandung, Jawa Barat, sebelum masuk Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1991.

Usai menempuh pendidikan selama empat tahun, Djon lulus dari Akmil pada tahun 1995 dan berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa, sebagai taruna lulusan terbaik Akademi Militer.

Dalam sambutannya, Djon Afriandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat Bengkulu. Ia menegaskan bahwa gelar adat yang diterimanya bukan sekadar penghormatan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Gelar ini bukan sekadar mahkota kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga marwah adat serta memperkuat tali persaudaraan. Sebagai putra Bengkulu, saya akan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, menjaga nama baik gelar ini dalam kehidupan sehari-hari, serta terus memperkuat persatuan,” kata Djon.

Baca Juga :  Jajaran Pengurus DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung Ucap Selamat Kepada Gubernur, Walikota/Bupati Se-Lampung Terpilih

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Djon Afriandi dalam menjaga keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kontribusi Panglima Kopassus sangat luar biasa. Beliau adalah putra Bengkulu yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara dalam menjaga keamanan NKRI,” ujar Helmi.

Acara penyematan gelar adat tersebut turut dihadiri Pangdam Radin Inten, Letjend Agus Wibowo, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian sosial dalam rangkaian kegiatan Semarak Muharram 1448 Hijriah, acara juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 200 anak yatim.

Penyematan gelar adat Panglima Raja diharapkan semakin mempererat hubungan antara masyarakat adat Bengkulu dengan putra-putra terbaik daerah yang telah mengabdi dan mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional.(Bengkuludisway.com)

Penulis : wahyudi, s.e

Editor : duta allafia

Sumber Berita : https://www.bengkulutoday.com/panglima-kopassus-djon-afriandi-dianugerahi-gelar-adat-panglima-raja-tegaskan-siap-jaga-marwah

Berita Terkait

Kunjungan Presiden Prabowo ke Sumsel, Prantara Indonesia Sampaikan Dukungan Penanganan Karhutla
Geger Skandal Hotel! Suami JA Laporkan EH ke Polda Lampung, PAN Kini Didesak Bertindak
Ketua IWO Lampung Timur Desak APH Telusuri Dugaan Penarikan Dana P3A
Ketua Umum PRANTARA Beri Solusi Karhutla, Dorong Pembangunan Embung di Titik Rawan
Hampir Rp 1 Miliar Telan APBD, Jalan Lorong Usaha Sudah Patah. GEPAK Desak PUPR dan Kontraktor Bertanggung Jawab
Hutama Karya Buka Peluang UMKM Saree Berusaha di Rest Area Tol Sibanceh
Setelah Dioperasikan Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan akan diberlakukan tarif
Hutama Karya Hadir untuk NTT, Dukung Penanganan Tanggap Darurat Gempa
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo ke Sumsel, Prantara Indonesia Sampaikan Dukungan Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Geger Skandal Hotel! Suami JA Laporkan EH ke Polda Lampung, PAN Kini Didesak Bertindak

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Ketua IWO Lampung Timur Desak APH Telusuri Dugaan Penarikan Dana P3A

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Ketua Umum PRANTARA Beri Solusi Karhutla, Dorong Pembangunan Embung di Titik Rawan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Hampir Rp 1 Miliar Telan APBD, Jalan Lorong Usaha Sudah Patah. GEPAK Desak PUPR dan Kontraktor Bertanggung Jawab

Berita Terbaru