Satgas Anti Mafia Singkong Harus Segera Dibentuk, Atasi Polemik Harga dan Transparansi

- Jurnalis

Rabu, 15 Januari 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Lampung kembali diguncang isu panas terkait harga singkong. Polemik ini memuncak usai rapat ricuh antara para petani singkong dan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lampung pada Senin (13/1/2024).

Situasi tersebut langsung mendapat perhatian dari Pj Gubernur Lampung, Samsudin, yang mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 tertanggal 13 Januari 2025. Surat ini berfokus pada pembinaan petani, monitoring harga, dan kualitas ubi kayu di Lampung.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat empat poin penting:

1. Pembinaan dan Monitoring Harga serta Kualitas Singkong di lapak dan perusahaan.

2. Pelaksanaan Tera Ulang Timbangan di seluruh lapak dan perusahaan untuk memastikan transparansi.

3. Pengembangan Hilirisasi Produk Singkong, seperti produk mocaf dan turunannya, guna meningkatkan nilai tambah.

4. Pemberian Sanksi Tegas kepada perusahaan yang melanggar aturan, sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Gubernur Samsudin juga menginstruksikan seluruh Bupati dan Wali Kota di Lampung untuk mengawasi implementasi harga singkong Rp1.400/kg dengan refaksi maksimal 15 persen.

Baca Juga :  Korps Marinir: Brigif 4 Mar/BS Bersama Pemprov Lampung Dirikan Posko Penggalangan Pengumpulan Bantuan Kemanusian Korban Bencana Myanmar

Hi. Nuryadin: Timbangan dan Refaksi Harus Transparan

Ketua Umum BPP Konvensi Advokat Indonesia Maju (KAIM) Lampung, Hi. Nuryadin, turut angkat bicara. Sebagai pelaku usaha, ia menilai masalah utama ada pada alat ukur dan aturan refaksi yang tidak jelas.

“Alat ukur timbangan dan aturan refaksi di komoditas singkong harus dibenahi. Pemerintah perlu memastikan timbangan dikalibrasi secara berkala di semua pabrik,” ungkapnya, pada Rabu, 15/1/2024.

Nuryadin juga meminta agar refaksi atau potongan berat dijelaskan secara gamblang kepada petani.

“Pengumuman terkait refaksi harus dipasang besar-besar di setiap pabrik agar petani mendapatkan kepastian,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pelaksanaan surat edaran gubernur melibatkan aparat penegak hukum (APH) seperti polisi dan jaksa.

“Dengan melibatkan APH, ada kepastian hukum yang membuat semua pihak merasa aman,” tegasnya.

Dukungan Burhanudin: Tegakkan Hukum dengan Aturan yang Kuat

Tokoh masyarakat lainnya, Burhanudin mendukung langkah Pj Gubernur dan menyarankan agar pemerintah segera menetapkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur komoditas singkong.

Baca Juga :  Polda Lampung Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Dengan Awak Media

“Surat edaran ini bagus, tetapi harus diikuti dengan regulasi yang lebih kuat, seperti Perda tingkat provinsi, agar lebih mengikat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas.

“Penindakan yang tegas bagi pelanggar akan menentukan apakah masalah ini selesai atau terus berlarut,” jelas Burhanudin, putra asli Kalianda itu.

Desakan Pembentukan Satgas Anti-Mafia Singkong

Baik Nuryadin maupun Burhanudin sepakat bahwa isu singkong ini memerlukan pendekatan hukum yang tegas dan terukur.

Mereka mendesak Pemprov Lampung untuk segera membentuk Satgas Anti-Mafia Singkong guna memastikan transparansi dan keadilan bagi semua pihak.

“Satgas ini penting untuk memberantas praktik-praktik tidak adil di industri singkong. Pemerintah harus hadir sebagai penengah yang tegas dan berimbang,” pungkas Nuryadin, yang dikenal sebagai “Raja Besi Tua itu.

Dengan berbagai langkah strategis ini, masyarakat Lampung berharap polemik harga singkong dapat segera teratasi dan memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, serta masyarakat luas.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu
Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan
Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita
Antara Ambisi dan Kesiapan, Menyoal Pencalonan Dr. Budiyono di Bursa Rektor Unila
Dituding Gelapkan Mobil Rental, Yunika Bantah dan Klaim Kendaraan Telah Diserahkan
Semarak Harhubnas ke-55, Dishub Bandar Lampung Apresiasi Pegawai Berprestasi
Razia Gabungan di Lapas Kelas I Bandar Lampung, Hasilnya Nihil Narkoba dan Ponsel
Dua Tersangka Minyakita Belum Ditahan, Laskar Lampung Desak Polresta Balam Buka-bukaan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:57 WIB

Musda Golkar Bandar Lampung Deadlock, Rycko Terpilih tapi Kepengurusan Buntu

Senin, 21 September 2026 - 18:37 WIB

Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 September 2026 - 17:40 WIB

Dorong PAD dan Transparansi, Bandar Lampung Gandeng Tangsel Terapkan Sisgita

Minggu, 20 September 2026 - 09:01 WIB

Dituding Gelapkan Mobil Rental, Yunika Bantah dan Klaim Kendaraan Telah Diserahkan

Sabtu, 19 September 2026 - 19:19 WIB

Semarak Harhubnas ke-55, Dishub Bandar Lampung Apresiasi Pegawai Berprestasi

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Spion Rusak di Parkir Chandra Mall, Pengelola Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:37 WIB