Ketua dan Bendahara KONI Lamteng Jadi Tersangka, Gepak: Kasus Serupa di Kejati Kehilangan Arah

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah yang menetapkan Ketua dan Bendahara KONI Lampung Tengah sebagai tersangka korupsi dana hibah tahun 2022 dinilai sebagai pukulan telak bahkan sindiran tajam terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung yang hingga kini belum menuntaskan kasus serupa di level provinsi.

Ketua Umum Gerakan Pergerakan Anti Korupsi (Gepak) Lampung, Hi. Wahyudi SE, secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Kejari Lampung Tengah, namun sekaligus menyindir keras lambannya langkah Kejati Lampung dalam menangani kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Provinsi Lampung senilai Rp2,5 miliar.

“Ini tamparan keras buat Kejati Lampung. Kejari Lampung Tengah justru menunjukkan bagaimana penegakan hukum itu harus dijalankan. Tegas, jelas, dan tidak tebang pilih. Beda sekali dengan Kejati Lampung yang seakan ‘tak berdaya’ menangani kasus yang sudah jelas aktor dan jejaknya,” tegas Wahyudi, Sabtu (29/7/2025).

Ia menyebut kasus dana hibah KONI di Lampung Tengah mirip dengan kasus di level provinsi, di mana proses pencairan dana juga dilakukan oleh Ketua dan Bendahara Umum.

Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka terhadap dua sosok kunci di KONI Provinsi Lampung saat itu: Yusuf Barusman sebagai Ketua Umum dan Liliana Ali sebagai Bendahara Umum.

“Kalau di Lampung Tengah saja bisa ditetapkan dua tersangka karena dana hibah tidak bisa dipertanggungjawabkan, lantas kenapa Kejati Lampung belum menetapkan siapapun dalam kasus yang nilainya bahkan lebih besar? Ini kan jadi tanda tanya publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Toyota Innova Zenix, Kendaraan yang Mendampingi Mobilitas Jokowi di Lampung Ternyata Milik Relawan BRN

Wahyudi menegaskan, publik tidak buta melihat siapa yang bertanggung jawab dalam struktur organisasi.

“Yang tanda tangan pencairan dana KONI itu dua orang Ketua dan Bendahara. Sama seperti di Lampung Tengah. Jadi tak ada alasan Kejati menunda terlalu lama,” sindirnya tajam.

Menurutnya, keberanian Kejari Lampung Tengah patut dijadikan cermin bagi institusi hukum lain di provinsi ini, terutama dalam menindak kasus-kasus yang menyeret nama-nama besar.

“Kalau Kejati Lampung diam, masyarakat akan menilai ada ketimpangan. Ada kesan pilih kasih. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas Wahyudi.

Ia mendesak Kejati Lampung segera bertindak objektif dan profesional menuntaskan kasus KONI Lampung tanpa pandang bulu.

“Jangan tunggu tekanan publik semakin keras. Ini soal kepercayaan rakyat pada hukum,” ujarnya.

Dukungan atas sikap tegas Kejari Lampung Tengah juga datang dari kalangan profesional hukum. Praktisi hukum Indah Meilan SH dari kantor hukum MEYLANDRA LAW turut mengapresiasi langkah tersebut dan menilai bahwa tanggung jawab atas pengelolaan dana hibah memang sepenuhnya berada di tangan Ketua dan Bendahara.

“Menanggapi pernyataan Ketua Gepak Provinsi Lampung, memang benar bahwa sesuai dengan tugas dan tupoksi masing-masing, bendahara bertugas sebagai pelaksana kebijakan keuangan, pengelola anggaran, pembukuan dan verifikasi, penyusun laporan keuangan, serta sebagai pendamping dan narasumber. Jadi sudah jelas, semua pengelolaan keuangan bersumber dari bendahara atas persetujuan ketua,” ujar Indah.

Baca Juga :  Sidang Paripurna DPRD Kota Bandar Lampung Tetapkan 9 Usulan Raperda

Ia menambahkan, dalam konteks markup atau selisih anggaran, tanggung jawab penuh ada pada dua pihak utama.

“Tidak mungkin melibatkan orang lain dalam hal ini. Orang lain itu hanya sebagai anggota dan memiliki fungsi yang berbeda. Segala sesuatu harus didasarkan pada tugas dan fungsi masing-masing,” jelasnya.

Lebih jauh, Indah menegaskan bahwa jika sebuah organisasi seperti KONI menerima dana hibah dari negara, maka pengelolaannya harus dilakukan secara akuntabel. Jika disalahgunakan, maka jelas akan berujung pada pelanggaran hukum berat.

“Dampaknya sudah jelas: akan bermuara pada tindak pidana korupsi. Dan ancaman hukuman berdasarkan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi paling singkat adalah 4 tahun, dan paling lama 20 tahun. Itu berlaku bagi Ketua dan Bendahara,” tegasnya.

Ia menilai, tidak ada ruang untuk melempar tanggung jawab kepada pihak lain. “Ketua dan Bendahara adalah ujung tombak dari seluruh kegiatan organisasi. Maka tidak tepat jika mereka tidak dijadikan tersangka. Peran mereka sangat jelas, dan kerugian negara yang ditimbulkan juga nyata,” pungkas Indah.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut
Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan
Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase
Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor
Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?
Rekening PT PSMI Diblokir, Nasib 60 Ribu Warga Terancam! FORSAL dan For-WIN Minta Kejaksaan Jangan Abaikan Rakyat
Bandar Lampung Sekarat: Menelanjangi Celah Izin Perumahan Berkedok Tambang Ilegal
Coreng Institusi Adhyaksa: Oknum Kejari Lampung Barat Diduga Nyabu, Desakan PTDH Menguat!
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 06:41 WIB

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Sekolah Negeri di Bandar Lampung Diduga Dibebani Iuran Tim Hukum, Setor Rp100–150 Ribu Tiap Bulan

Rabu, 4 November 2026 - 11:59 WIB

Antisipasi Banjir, Camat Enggal Turun Langsung Bersihkan Drainase

Senin, 2 November 2026 - 22:11 WIB

Tiga Tahun Mencari Keadilan! Ofpy Arianti Desak Polisi Tegak Lurus, Tolak Penangguhan Penahanan Terlapor

Senin, 2 November 2026 - 15:31 WIB

Bungkam Kabid-Kadis DPMPTSP Bandar Lampung soal Izin Alfamart: Menghindar, Memblokir Wartawan, atau Ada yang Ditutupi?

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Gunung Kucing Disegel, PUSKAP Desak Izin Angkasa Land Dicabut

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:41 WIB