Kasus Pungli BBM Ilegal: Sanksi AKBP GN Masih Diproses Propam Polda Sumsel

- Jurnalis

Senin, 2 September 2024 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sumsel – Atmosfirnews.id
Di tengah citra buruk Polri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terus mengingatkan seluruh anggota Polri untuk tidak melakukan penyimpangan dan menyalahgunakan wewenang, terutama dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan hukum. Kapolri juga menekankan pentingnya integritas dan menyampaikan pesan tegas agar tidak ada yang membekingi para mafia BBM ilegal.

Namun, ketegasan Kapolri ini tampaknya belum sepenuhnya dijalankan di jajaran Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Sejak munculnya laporan di berbagai media online mengenai dugaan keterlibatan seorang oknum Polda Sumsel berpangkat AKBP dengan inisial GN, hingga kini belum ada tindakan tegas yang diambil terhadap yang bersangkutan.

AKBP GN diduga terlibat dalam pungli yang berkaitan dengan pengangkutan BBM ilegal di Banyuasin. Berdasarkan laporan dari situs resmi Polda Sumsel, dengan nomor laporan LP EU673FP, AKBP GN kini sedang dalam proses penyelidikan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumsel.

Baca Juga :  Bongkar Peredaran Narkoba, Polresta Bandar Lampung Sita 9 Kg Ganja dan Ratusan Gram Sabu

Dugaan ini mencuat setelah ditemukan adanya aliran dana sebesar Rp2 juta per pengiriman BBM ilegal dari Banyuasin ke wilayah Lampung dan Tangerang yang diduga diterima oleh GN melalui istrinya, berinisial RS. Dana tersebut diduga diberikan agar kendaraan pengangkut BBM ilegal bisa melintas dengan aman di wilayah Sumsel.

Ketika dikonfirmasi, GN membantah keras tuduhan tersebut. “Saya bertugas di Mabes Polri, bagaimana saya bisa meminta uang di wilayah Sumsel? Ini adalah fitnah!” ujar GN saat dihubungi oleh media. Ia juga mengancam akan melaporkan pihak media yang memberitakan dugaan ini dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Baca Juga :  IWO Lampung Jalin Silaturahmi dan Kemitraan Dengan Kemenag Bandar Lampung

GN juga mendesak agar sumber informasi yang memberikan keterangan kepada media diungkapkan. “Kenapa Anda tidak menjawab? Ini tuduhan yang tidak berdasar,” tegasnya sebelum memutuskan sambungan telepon dan memblokir kontak wartawan yang mencoba mengonfirmasi lebih lanjut.

Hal serupa terjadi saat media mencoba menghubungi istri GN, RS, yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini. Setelah dihubungi melalui WhatsApp, RS langsung mematikan panggilan dan memblokir kontak media, menghindari pertanyaan terkait dugaan keterlibatannya.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu kepastian hukum dan tindakan tegas dari Propam Polda Sumsel terkait kasus ini. Kejelasan dan ketegasan dalam penegakan hukum diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan anggotanya sendiri.

Penulis : Yudhi

Berita Terkait

Redi Sanjaya, Tersangka Kasus Narkoba, Dikabarkan Tak Lagi Ditahan, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Propam
Ukir Prestasi Nasional, Atlet SMA Kebangsaan Lampung Sabet Dua Emas, Faddel Rebut Gelar Best of the Best
Hutama Karya Paparkan Trase Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Minta Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas
Setahun Kasus Tabrakan Kapal Tewaskan Dua Orang Tak Tuntas, Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Kinerja Polres Muna
Coreng Institusi Adhyaksa: Oknum Kejari Lampung Barat Diduga Nyabu, Desakan PTDH Menguat!
17 Tahun Berkarya, Octopuss Bandar Lampung Perkuat Kepedulian terhadap Sesama
Tak Sekadar Berbisnis, Dua Pengusaha Kompak Bangun Masjid dan Tebar Kepedulian di Pangandaran
Nuryadin dan Cahya Gandara Resmikan Masjid di Pangandaran, Salurkan 1.000 Paket Sembako
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:52 WIB

Redi Sanjaya, Tersangka Kasus Narkoba, Dikabarkan Tak Lagi Ditahan, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Propam

Senin, 2 November 2026 - 09:32 WIB

Ukir Prestasi Nasional, Atlet SMA Kebangsaan Lampung Sabet Dua Emas, Faddel Rebut Gelar Best of the Best

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Hutama Karya Paparkan Trase Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Minta Ekonomi Rakyat Jadi Prioritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Setahun Kasus Tabrakan Kapal Tewaskan Dua Orang Tak Tuntas, Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Kinerja Polres Muna

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Coreng Institusi Adhyaksa: Oknum Kejari Lampung Barat Diduga Nyabu, Desakan PTDH Menguat!

Berita Terbaru