Kadisdikbud Kawal Langsung 79 Siswa SMA Siger ke Sekolah Baru, Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Atmosfirnews.id

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, turun langsung mengawal proses pemindahan puluhan siswa SMA Siger ke sekolah baru sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan akibat persoalan administrasi sekolah.

Pada Senin (8/6/2026), Thomas mendatangi sejumlah sekolah swasta di Bandar Lampung untuk mengantarkan sekaligus memastikan 79 siswa eks SMA Siger dapat mengikuti ujian dan melanjutkan proses belajar mengajar dengan lancar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari gerak cepat Disdikbud Lampung setelah SMA Siger tidak lagi dapat beroperasi karena terkendala perizinan. Di tengah ketidakpastian yang sempat dialami para siswa, Thomas memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses transisi berjalan tanpa hambatan.

“Hari ini saya antar siswa SMA Siger ke sekolah tujuan. Ada enam sekolah yang melaksanakan ujian. Ada 79 siswa yang sudah berada di dalam kelas mengikuti ujian di enam sekolah tersebut. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” kata Thomas.

Sebanyak 79 siswa tersebut ditempatkan di enam sekolah swasta yang lokasinya disesuaikan dengan tempat tinggal masing-masing siswa. Rinciannya, 28 siswa di SMA Arjuna, 20 siswa di SMA Bina Mulya, 21 siswa di SMA Islamiyah, tujuh siswa di SMA Assafina, satu siswa di SMA Pangudi Luhur, dan dua siswa di SMA Budaya.

Baca Juga :  901 Personel Disiagakan dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2025

Thomas menjelaskan, penentuan sekolah tujuan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kedekatan lokasi agar para siswa dapat beradaptasi dengan mudah dan tidak terbebani persoalan transportasi.

“Alasan dipilihnya enam sekolah swasta ini karena berdekatan dengan rumah siswa-siswa Siger tersebut, supaya memudahkan mereka dari segi jarak,” ujarnya.

Tidak hanya memastikan siswa mendapatkan sekolah baru, Disdikbud Lampung juga menjamin seluruh kebutuhan pendidikan mereka tetap terpenuhi. Bahkan, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan dukungan pembiayaan agar orang tua tidak terbebani akibat perpindahan sekolah tersebut.

“Kalau masalah biaya jangan sampai menjadi beban bagi orang tua dan siswa. Kita akan bantu semaksimal mungkin. Yang penting tugas mereka hanyalah belajar,” tegas Thomas.

Pada hari pertama menempati sekolah baru, seluruh siswa langsung mengikuti ujian yang sekaligus menjadi tes masuk dan ujian kenaikan kelas. Thomas menilai semangat para siswa menjadi modal penting untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Baca Juga :  Rektor Baru Universitas Malahayati Dideklarasikan, Istri Sah Rusli Bintang Lakukan Penolakan

“Hari ini mereka mengikuti ujian untuk kenaikan kelas. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Mereka tampak semangat belajar dan semangat mengerjakan tes,” katanya.

Lebih jauh, Thomas mengungkapkan bahwa perhatian terhadap siswa eks SMA Siger juga menjadi arahan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mengawal para siswa hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas.

“Oleh karena itu, kita berikan dukungan. Bapak Gubernur juga memberikan atensi bahwa mereka ini harus ditargetkan secara penuh untuk tetap melanjutkan sekolah dan tamat di enam sekolah yang sudah kita tunjuk tersebut,” ujarnya.

Langkah cepat Thomas Amirico dalam menangani persoalan SMA Siger dinilai menjadi bukti kehadiran pemerintah saat peserta didik menghadapi ancaman kehilangan akses pendidikan. Di tengah polemik yang melanda sekolah tersebut, Disdikbud Lampung memilih bergerak cepat memastikan para siswa tetap berada di ruang kelas dan dapat melanjutkan cita-cita mereka tanpa terputus.

Berita Terkait

PPDB Tak Boleh Dikelola dengan Logika “Nanti Kita Carikan Sekolah”
Gruduk Kejati Lampung, ALMAS Desak Kejagung Usut Dugaan Keterlibatan Jampidsus Febrie Adriansyah dalam Kasus Korupsi Batu Bara PLTU
Dugaan Permainan Kuota SPMB SMPN 2 Bandar Lampung Disorot, GEPAK: Jangan Main Mata!
Soroti Dugaan Oknum Polisi dalam Kasus Narkoba, GEPAK Lampung Desak Polda Lampung Bertindak Transparan
GPL Awards 2026 Jadi Ajang Apresiasi Penggerak Pendidikan Muda Lampung
Pemprov Lampung Apresiasi Komitmen Masyarakat Adat Gunom Ragom Sungkay Bunga Mayang Lestarikan Warisan Leluhur
Masyarakat Adat Gunom Ragom Sungkai Bunga Mayang Gelar Diklat Titi Puranti Begawi 2026
Anak Berisiko Stunting di Desa Gunung Terang Tak Mendapat Penanganan Gizi,Camat Kalianda Diduga “Ngaur”
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:54 WIB

PPDB Tak Boleh Dikelola dengan Logika “Nanti Kita Carikan Sekolah”

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:24 WIB

Gruduk Kejati Lampung, ALMAS Desak Kejagung Usut Dugaan Keterlibatan Jampidsus Febrie Adriansyah dalam Kasus Korupsi Batu Bara PLTU

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:49 WIB

Dugaan Permainan Kuota SPMB SMPN 2 Bandar Lampung Disorot, GEPAK: Jangan Main Mata!

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:51 WIB

Soroti Dugaan Oknum Polisi dalam Kasus Narkoba, GEPAK Lampung Desak Polda Lampung Bertindak Transparan

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:14 WIB

GPL Awards 2026 Jadi Ajang Apresiasi Penggerak Pendidikan Muda Lampung

Berita Terbaru

Bandar Lampung

PPDB Tak Boleh Dikelola dengan Logika “Nanti Kita Carikan Sekolah”

Jumat, 10 Jul 2026 - 06:54 WIB